BeritaDaerahNasionalNews

Gempa M 7,7 di Manggarai Timur: 17 Orang Meninggal, Sejumlah Fasilitas Umum Rusak

12
×

Gempa M 7,7 di Manggarai Timur: 17 Orang Meninggal, Sejumlah Fasilitas Umum Rusak

Sebarkan artikel ini

Harian Warga – Sebanyak 17 orang dilaporkan meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7 yang mengguncang Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/08/2026).

Data tersebut merupakan laporan sementara Polres Manggarai Timur yang diperbarui pada Sabtu pukul 13.04 WITA. Pendataan korban dan kerusakan masih berlangsung di sejumlah kecamatan.

Gempa terjadi sekitar pukul 04.58 WITA dengan pusat gempa di laut, sekitar 10–15 kilometer dari pesisir Kota Mbay, Kabupaten Nagekeo. Getaran kuat dirasakan di seluruh wilayah Kabupaten Manggarai Timur.

Baca Juga: Puluhan WNA di Lembata Dipantau Tim Gabungan, Begini Cara Imigrasi Kawal Ekosistem Wisata

Sempat muncul peringatan dini tsunami setelah gempa tersebut. Namun, peringatan itu kemudian dicabut. Warga tetap diminta mewaspadai kemungkinan terjadinya gempa susulan.

17 Orang Meninggal

Dari 17 korban meninggal dunia yang telah dilaporkan, satu korban tercatat berasal dari Kecamatan Borong, yakni Kritus Nono. Ia meninggal setelah tertimpa bangunan.

Sementara di Kecamatan Lamba Leda Utara, korban tersebar di sejumlah desa.

Baca Juga: 14 Korban Jiwa, Ribuan Warga Mengungsi Akibat Gempa M7,7 di NTT

Di Desa Liang Deruk, tiga orang dilaporkan meninggal dunia. Identitas ketiganya masih dalam proses pendataan.

Di Desa Satar Kampas, lima orang meninggal dunia, yakni Abdul Rahman Usman (60), Erni Murniati Latifa (34), Akbar Maldiansyah (8), Rizki Rafaila (5), dan Umra (56).

Dua korban lainnya berasal dari Desa Golo Munga, yakni Kornelia Renil dari Golo Pau dan Yuliana Serima.

Baca Juga: Menantang Maut di Selasar Maumere: Kala Nakes RS TC Hillers Mempertaruhkan Nyawa Demi Pasien

Di Kecamatan Lamba Leda, satu korban dari Desa Gorong Meni Utara dilaporkan meninggal dunia. Identitas lengkap korban masih dalam proses.

Sementara itu, dua korban tercatat dari Kecamatan Lamba Leda Selatan dan tiga korban dari Kecamatan Sambi Rampas. Identitas mereka juga masih dalam proses pendataan. Jumlah korban luka-luka masih dalam pemantauan dan pendataan petugas.

Sejumlah Fasilitas Umum Rusak

Gempa juga menyebabkan kerusakan pada sejumlah fasilitas umum dan infrastruktur di Manggarai Timur.

Baca Juga: Gempa M7,7 di Laut Flores: Potensi Tsunami Mengancam Sejumlah Wilayah

Puskesmas Waelengga dilaporkan mengalami kerusakan pada gedung dan pagar. Gereja Paroki St. Yosep Kisol juga mengalami kerusakan.

Jembatan Wae Mokel di Kelurahan Watunggene mengalami retak. Gedung Dinas Kehutanan Waelengga yang dihuni Servas Pencok dilaporkan rusak parah dengan estimasi kerugian sekitar Rp150 juta.

Kerusakan parah juga terjadi pada Gedung Bank BRI KCP Borong, Gedung Paroki St. Gregorius Borong, serta Bengkel Mobil Otobos di Waereca.

Baca Juga: OPINI: Perubahan KBLI Perusahaan Media: Antara Tertib Administrasi dan Beban Pelaku Usaha

Selain itu, ruas jalan Waelengga–Borong di kawasan Tekoteang tidak dapat dilalui. Jalan tersebut tertutup longsoran kayu dan batu besar akibat longsor.

Kerugian terhadap fasilitas umum lainnya masih dalam proses pendataan.

16 Tempat Ibadah Rusak

Kerusakan juga terjadi pada sejumlah tempat ibadah, terutama di wilayah hukum Polsek Lamba Leda Utara.

Baca Juga: Pemkab Lembata Resmikan Rumah Potong Unggas Waikomo untuk Perkuat Hilirisasi Peternakan

Tiga gereja dilaporkan mengalami kerusakan. Gereja Paroki St. Petrus Paulus Dampek rusak berat, sedangkan Gereja St. Agustinus Weleng dan Gereja St. Yusup Benteng Jawa mengalami rusak ringan.

Kerusakan juga terjadi pada sejumlah masjid dan mushola. Masjid Abdulrahman Waso, Masjid Nurul Yasin Dampek, Masjid Al-Amin Nanga Lirang, Masjid Al-Istiqama Ronting, Mushola Nurul Hidaya Binaan, Masjid Nurul Baroqah Nanga Rema, Mushola Nanga Pede dilaporkan rusak berat.

Sementara Masjid Al-Rahman Ronting, Masjid Baitul Ismail Roket, Masjid Nurul Arafah Pering, Mushola Nurul Baraqa Arafa Gongger, Masjid Al-Fathia Rondon, Masjid Nurul Baroqah Benteng Jawa mengalami rusak ringan.

Baca Juga: Pemkab Lembata Apresiasi Frater CMM dalam Perayaan Syukur Hidup Membiara

Secara keseluruhan, terdapat 16 tempat ibadah yang telah terdata mengalami kerusakan, terdiri dari delapan unit rusak berat dan delapan unit rusak ringan.

Rumah Warga Juga Mengalami Kerusakan

Sejumlah rumah warga di Kecamatan Borong, khususnya wilayah Waelengga dan sekitarnya, juga dilaporkan rusak.

Beberapa di antaranya adalah rumah milik Paskalis Witak di Waelengga dengan estimasi kerugian Rp40 juta, Lius Ndejong di Sere, Kelurahan Tana Rata sebesar Rp50 juta, Yonas Bana Rp15 juta, serta rumah Yanto di Ngembu, Desa Komba, dengan estimasi kerugian Rp15 juta.

Baca Juga: Desa Dulitukan Catat Sejarah, Permainan Rakyat Tampil di Panggung TEMAN KITA 2026

Rumah milik Kritus Nono yang menjadi korban meninggal dunia diperkirakan mengalami kerugian sekitar Rp100 juta.

Di Kecamatan Lamba Leda Utara, kerusakan bangunan pemerintah maupun rumah warga disebut tersebar di sejumlah wilayah, mulai dari rusak ringan hingga rusak berat. Pendataan rinci masih dilakukan.

Posko Bencana Dipusatkan di BPBD

Hingga laporan diperbarui pada Sabtu siang, situasi secara umum di Kabupaten Manggarai Timur dilaporkan aman dan kondusif.

Baca Juga: Hari Kedua TEMAN KITA 2026 di Lembata: Meriah dengan Permainan Rakyat dan Dukungan Bupati

Petugas masih melakukan pendataan menyeluruh di seluruh kecamatan untuk memastikan jumlah korban dan kerusakan akibat gempa.

Polres Manggarai Timur mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap kemungkinan gempa susulan. Warga juga diminta tidak memasuki bangunan yang telah mengalami kerusakan serta berhati-hati ketika melintasi jalur yang rawan longsor.

Posko bencana alam dipusatkan di Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai Timur.

Baca Juga: KKJ NTT dan AJI Kupang Ingatkan Media: Jurnalisme Harus Berimbang, Bukan Provokatif

Data korban dan kerusakan tersebut masih bersifat sementara dan dinamis. Identitas tiga korban dari Desa Liang Deruk serta sejumlah korban lainnya masih dalam proses verifikasi.

Pembaruan data akan dilakukan apabila petugas memperoleh informasi terbaru dari lapangan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *