BeritaDaerahNasionalOlahragaSeni Budaya

Desa Dulitukan Catat Sejarah, Permainan Rakyat Tampil di Panggung TEMAN KITA 2026

51
×

Desa Dulitukan Catat Sejarah, Permainan Rakyat Tampil di Panggung TEMAN KITA 2026

Sebarkan artikel ini
Ketua KPOTI NTT Sandro Balawangak. Foto: Istimewa.
Ketua KPOTI NTT Sandro Balawangak. Foto: Istimewa.

Harian Warga – Desa Dulitukan, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), mencatat sejarah baru dalam pelestarian budaya. Untuk pertama kalinya di Indonesia, permainan rakyat tradisional ditampilkan di atas panggung dalam rangkaian kegiatan Teras Main Kekinian Lembata (TEMAN KITA) 2026 yang berlangsung pada 6–8 Agustus 2026.

Ratusan anak terlibat aktif mengenal kembali permainan tradisional yang menjadi bagian dari kekayaan budaya masyarakat.

Malam puncak kegiatan dihadiri Ketua KPOTI NTT Sandro Balawangak, Kepala Desa Dulitukan, komunitas Baibereun, Forum Jurnalis Lembata, tokoh adat, tokoh agama, guru pendamping, serta masyarakat setempat.

Baca Juga: Hari Kedua TEMAN KITA 2026 di Lembata: Meriah dengan Permainan Rakyat dan Dukungan Bupati

Ketua KPOTI NTT Sandro Balawangak menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Dulitukan atas dukungan penuh terhadap kegiatan ini.

Menurutnya, TEMAN KITA didedikasikan khusus bagi anak-anak agar mereka tetap memiliki ruang bermain.

“Kami hadir untuk anak-anak. Biarkanlah mereka bermain karena sejatinya bermain itu teman mereka,” ujar Sandro.

Baca Juga: KKJ NTT dan AJI Kupang Ingatkan Media: Jurnalisme Harus Berimbang, Bukan Provokatif

Ia menegaskan, KPOTI telah merefleksikan pentingnya ruang bermain selama lima tahun terakhir. TEMAN KITA di Lembata menjadi kegiatan ketiga setelah sebelumnya digelar di Kupang dan Timor Tengah Selatan.

Sandro menilai Desa Dulitukan memiliki catatan khusus karena menjadi lokasi pertama di Indonesia yang menghadirkan permainan rakyat di atas panggung.

“Saya harus perkuat dulu di dalam rumah sendiri sebelum melangkah keluar,” katanya.

Baca Juga: KADIN Lembata Dilantik, Pemerintah Tegaskan Peran Strategis Dorong Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Ketua Komunitas Baibereun, Maria Mila Ate, menyebut keterlibatan delapan tokoh perempuan dan guru dalam kegiatan ini sebagai bentuk komitmen melestarikan permainan rakyat. Dukungan masyarakat, anak-anak, dan orang tua membuat kegiatan berlangsung meriah.

Forum Jurnalis Lembata menilai kegiatan ini membuktikan bahwa permainan tradisional masih relevan diberitakan.

Freddy Wahon menyebut, liputan selama tiga hari menjadi pembelajaran bahwa tradisi lama tidak semestinya dilupakan.

Baca Juga: Pemkab Lembata Hadirkan Layanan Hemodialisis di RSUD Lewoleba, Wujudkan Akses Kesehatan Lebih Dekat

Ia berharap permainan tradisional dapat masuk dalam muatan lokal sekolah.

Kepala Desa Dulitukan Alfonsus Ata Soge menyebut TEMAN KITA 2026 sebagai kehormatan bagi masyarakat.

Ia menegaskan kegiatan ini milik seluruh warga dan harus dilanjutkan demi generasi mendatang.

Baca Juga: Pemkab Lembata Gandeng Bank NTT Hadirkan Layanan Terpadu di Mal Pelayanan Publik

Malam puncak ditutup dengan pertandingan gasing massal yang mempertemukan siswa, pemerintah desa, dan KPOTI NTT.

Suasana semakin meriah ketika anak-anak dan masyarakat berbaur memainkan gasing bersama.

Melalui TEMAN KITA 2026, Desa Dulitukan menunjukkan bahwa permainan rakyat tetap memiliki tempat di tengah perkembangan teknologi.

Baca Juga: Penangkapan Pengecer BBM di Lembata, Advokat Rafael Ingatkan Jalur Hukum dan Solusi Distribusi

Pesan utama yang mengemuka adalah pentingnya menyediakan ruang bermain bagi anak untuk tumbuh, berinteraksi, dan mengenal kembali budaya mereka.***

“Lestari Budayaku, Bugar Bangsaku.”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *