DaerahKesehatan

Kampanye Ibu Hamil Sehat Digelar Dinas Kesehatan Lembata, Fokus Turunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi

56
×

Kampanye Ibu Hamil Sehat Digelar Dinas Kesehatan Lembata, Fokus Turunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Sebarkan artikel ini

Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata melalui PLT Kadis Dokter Bernadus B. Punang mengajak semua pihak bergerak bersama dalam kampanye Ibu Hamil Sehat demi menekan angka kematian ibu dan bayi.

Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata yang dipimpin Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas, Dokter Bernadus B Punang, menggelar kampanye dan penggerakan pembudayaan hidup sehat melalui kegiatan Gerakan Ibu Hamil Sehat, Kamis (24/09/2026). Foto: Istimewa.
Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata yang dipimpin Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas, Dokter Bernadus B Punang, menggelar kampanye dan penggerakan pembudayaan hidup sehat melalui kegiatan Gerakan Ibu Hamil Sehat, Kamis (24/09/2026). Foto: Istimewa.

Harian Warga – Dinas Kesehatan Kabupaten Lembata yang dipimpin Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas, Dokter Bernadus B Punang, menggelar kampanye dan penggerakan pembudayaan hidup sehat melalui kegiatan Gerakan Ibu Hamil Sehat, Kamis (24/09/2026).

Mengangkat tema “Sehat ibunya, sehat bayinya, sehat keluarganya, sehat generasinya”, kegiatan ini diharapkan menjadi momentum kolaborasi lintas sektor untuk menekan angka kematian ibu dan bayi di Lembata.

Dalam sambutannya, Dokter Bernadus menegaskan bahwa kesehatan ibu hamil bukan hanya tanggung jawab tenaga kesehatan, tetapi membutuhkan keterlibatan semua pihak.

Baca Juga: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Percepat Pemulihan Fasilitas Kesehatan NTT Pascagempa

“Mulai dari ibu hamil itu sendiri, suami, keluarga, masyarakat, pemerintah desa, organisasi kemasyarakatan, hingga lintas sektor harus bergerak bersama,” ujarnya.

Menurut Bernadus, penurunan angka kematian ibu dan bayi masih menjadi salah satu prioritas pembangunan kesehatan di Kabupaten Lembata. Data menunjukkan, pada tahun 2025 tercatat dua kematian ibu dari 1.590 kelahiran hidup, dengan angka kematian ibu mencapai 126 per 100.000 kelahiran hidup. Sementara hingga Agustus 2026, masih tercatat satu kasus kematian ibu.

Di sisi bayi, pada tahun 2025 tercatat 32 kematian bayi atau 20 per 1.000 kelahiran hidup. Hingga Agustus 2026, jumlahnya mencapai 10 kasus. Dari aspek pelayanan antenatal, dari target 1.765 ibu hamil tahun 2026, baru 737 ibu hamil (41,8%) yang mendapatkan pelayanan ANC minimal empat kali (K4), dan 702 ibu hamil (39,8%) yang mencapai K6.

Baca Juga: Pemkab Lembata Hadirkan Layanan Hemodialisis di RSUD Lewoleba, Wujudkan Akses Kesehatan Lebih Dekat

Permasalahan kematian ibu dan bayi tidak hanya berkaitan dengan kondisi medis, tetapi juga dipengaruhi oleh keterlambatan mengenali tanda bahaya, keterlambatan mengambil keputusan, keterlambatan mencapai fasilitas kesehatan, kepatuhan terhadap pengobatan, serta faktor sosial dan budaya. Karena itu, diperlukan gerakan bersama yang meningkatkan kesadaran, pengetahuan, kepedulian, dan peran aktif masyarakat.

Pantauan media, kegiatan berlangsung dalam suasana edukatif, partisipatif, dan promotif. Ibu hamil dilibatkan secara langsung melalui edukasi oleh dokter spesialis obgyn dan ginekologi mengenai pemeriksaan kehamilan sesuai standar, konsumsi tablet tambah darah, pemenuhan gizi, aktivitas fisik aman, kebersihan diri, pengenalan tanda bahaya, serta persiapan persalinan.

Kegiatan juga menekankan pentingnya keterlibatan suami dan keluarga. Dukungan keluarga diharapkan membantu ibu hamil dalam mengambil keputusan kesehatan, memenuhi kebutuhan nutrisi, mengakses layanan kesehatan, dan menghadapi kondisi darurat.

Baca Juga: Pustu Lewoleba Timur Resmi Beroperasi, Layanan Kesehatan Dasar Kini Lebih Dekat Warga Lamahora

Sebagai puncak acara, dilakukan Deklarasi Dukungan Ibu Hamil Sehat sebagai simbol komitmen bersama untuk mewujudkan ibu hamil yang sehat, memperoleh pelayanan berkualitas, didukung keluarga dan masyarakat, serta mendapatkan pertolongan persalinan yang aman.

Di akhir kegiatan, dilakukan penandatanganan komitmen bersama.

Dinas Kesehatan berharap, melalui gerakan ini semakin banyak ibu hamil di Kabupaten Lembata yang mendapatkan pelayanan kesehatan tepat, memperoleh dukungan keluarga dan masyarakat, menjalani kehamilan sehat, serta melahirkan dengan aman.

Baca Juga: Wakil Bupati Lembata Muhamad Nasir Tinjau Rencana Pembangunan Rumah Dinas Tenaga Kesehatan di Desa Bean

“Gerakan Ibu Hamil Sehat adalah tanggung jawab bersama. Dengan dukungan semua pihak, kita bisa menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Lembata,” tutup Dokter Bernadus.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *