Harian Warga – Suasana di Nusa Tenggara Timur masih diliputi kecemasan. Setelah gempa utama bermagnitudo 7,7 mengguncang Kabupaten Nagekeo pada Sabtu (15/08/2026), ratusan gempa susulan terus terjadi.
Hingga Minggu pagi, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 686 kali gempa susulan, sebagian besar berpusat di laut utara Flores. Getaran itu menambah rasa takut warga yang sudah kehilangan rumah, sanak saudara, dan rasa aman.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kupang, Arief Tyastama, menyebut magnitudo terbesar dari gempa susulan mencapai 6,2. Sebanyak 16 kali gempa tercatat di atas magnitudo 5, dan 38 di antaranya dirasakan langsung oleh masyarakat.
Baca Juga: Bantuan Presiden Prabowo untuk Korban Gempa Sikka NTT
Aktivitas ini, kata Arief, merupakan rangkaian alami setelah gempa utama. Namun, intensitasnya membuat warga sulit beristirahat tenang.
Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menunjukkan 47 orang meninggal dunia dan 101 orang luka-luka. Konsentrasi pengungsi terbesar berada di Kabupaten Sikka, dengan lebih dari 3.300 jiwa.
Di Manggarai, jumlah pengungsi mencapai 2.078 orang, sementara ratusan lainnya bertahan di Nagekeo. Total lebih dari 5.000 jiwa kini hidup di tenda darurat.
Baca Juga: Gempa M 7,7 di Manggarai Timur: 17 Orang Meninggal, Sejumlah Fasilitas Umum Rusak
Gempa juga merusak 1.357 rumah dan puluhan fasilitas publik, termasuk sekolah, puskesmas, serta kantor pemerintahan.
Di Maumere, ruang tunggu Pelabuhan Laurentius Say roboh, meninggalkan puing-puing yang menjadi saksi dahsyatnya guncangan.
Banyak warga memilih mengungsi ke bukit karena takut tsunami. Mereka mendirikan tenda seadanya, beralaskan tikar dan kardus bekas.
Baca Juga: Puluhan WNA di Lembata Dipantau Tim Gabungan, Begini Cara Imigrasi Kawal Ekosistem Wisata
Di malam gelap, genset menjadi satu-satunya sumber penerangan. Anak-anak tidur berdesakan, sementara orang tua berjaga, khawatir gempa susulan kembali mengguncang.
BNPB menegaskan kebutuhan mendesak berupa tenda darurat, 30 ton beras, obat-obatan, 1.000 selimut, 1.000 velbed, 1.000 tikar, tandon air bersih, dan genset.
Pemerintah daerah bersama TNI-Polri terus menyalurkan bantuan, meski akses ke beberapa wilayah masih terhambat.
Baca Juga: 14 Korban Jiwa, Ribuan Warga Mengungsi Akibat Gempa M7,7 di NTT
BMKG meminta masyarakat tetap waspada, tidak menggunakan bangunan yang rusak, dan hanya mengikuti informasi resmi.
“Gempa susulan bisa saja terjadi dengan kekuatan berbeda. Jangan percaya kabar yang tidak terverifikasi,” tegas Arief.***















