HARIAN WARGA – Misteri kematian Polikarpus Demon, mantan Kepala Desa Laranwutun, hingga kini belum menemukan titik terang. Sejumlah indikasi dugaan kematian tak wajar mulai mencuat, menimbulkan tanda tanya besar di tengah masyarakat.
Dalam keterangan pers keluarga, Zakarias Sari menjelaskan bahwa setelah penandatanganan berita acara pembongkaran kubur, keluarga diarahkan untuk berdoa di makam. Saat itu, enam orang diminta polisi untuk memberikan data diri sebagai petugas penggalian.
Zakarias menuturkan, ketika batu di sekitar kubur dipindahkan, ia sempat menegur Plt. Kades agar tidak menyentuh karena sudah ada petugas yang ditunjuk. Namun, seorang guru kemudian ikut mengangkat batu dan keluarga menemukan braha—media komunikasi dengan leluhur berupa kapas gulung—yang terlihat baru.
Baca Juga: Wakil Bupati Lembata H. Muhamad Nasir Hadiri Panen Raya Jagung PT. SMJ di Ile Ape
“Braha itu sebelumnya tidak ada. Kami keluarga dan molan sudah periksa, tapi saat kubur dibongkar tiba-tiba ditemukan,” ungkap Zakarias, Senin (25/05/2026).
Selain braha, ditemukan pula uang pecahan Rp1.000 dan Rp2.000 di bagian kanan kubur. Yakobus Asan, molan yang memimpin ritual, meminta agar barang-barang tersebut dibawa ke rumah almarhum untuk kemudian dikembalikan ke kubur setelah otopsi dengan ritual khusus.
Menurut Yakobus, braha biasanya digunakan sebagai sarana menyampaikan pesan kepada leluhur. Namun, penemuan kali ini menimbulkan dugaan adanya pihak luar yang memiliki niat tertentu.
Baca Juga: Pemkab Lembata Kawal Kasus Dugaan Pembunuhan Kades Laranwutun
“Kalau orang luar keluarga yang menaruh itu, bisa jadi ada niat lain. Misalnya untuk tolak bala atau buang sial. Sementara uang yang ditemukan bukan dari pihak keluarga, kemungkinan ada yang berusaha mengembalikan utang kepada almarhum lewat ritual,” jelasnya.
Yakobus menambahkan, baik braha maupun uang bisa bermakna baik jika niatnya tulus. Namun jika sebaliknya, bisa jadi ada pihak yang sedang berupaya menyelamatkan diri.
Sementara itu, Plt. Kepala Desa Laranwutun, Daniel Hading, menyampaikan bahwa masyarakat terus bertanya-tanya mengenai perkembangan kasus ini.
Baca Juga: Autopsi Kepala Desa Laranwutun, Apol Making, Disaksikan Ribuan Warga
“Sebagai pemerintah, kami berharap hasil otopsi segera keluar agar membuka tabir yang meresahkan masyarakat. Warga ingin kasus ini terang benderang dan tidak menimbulkan keresahan berkepanjangan,” ujar Daniel.***













