Harian Warga – Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, S.P., resmi melakukan peletakan batu pertama pembangunan Taman Kanak-Kanak (TK) Lesu Mani di Desa Nilanapo, Kecamatan Omesuri, Sabtu (04/07/2026). Kehadiran Bupati menandai dimulainya pembangunan fasilitas pendidikan yang diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan pendidikan anak usia dini di wilayah tersebut.
Pembangunan TK Lesu Mani didanai melalui anggaran revitalisasi sebesar Rp624 juta. Proyek ini mencakup pembangunan satu ruang kelas baru, rehabilitasi satu ruang kelas, pembangunan satu unit toilet, serta penyediaan taman bermain sebagai sarana pendukung proses belajar mengajar. Saat ini, TK Lesu Mani memiliki 29 peserta didik yang akan memperoleh manfaat langsung dari peningkatan fasilitas tersebut.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lembata, Camat Omesuri, Kepala Desa Nilanapo, Ketua dan Anggota BPD, Kepala TK Lesu Mani, serta tokoh masyarakat dan warga Desa Nilanapo.
Baca Juga: 13 Juli Resmi Jadi Hari Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa: Pengakuan Negara untuk Penghayat
Dalam sambutannya, Camat Omesuri, Ade Hasan Yusup, S.P., mengapresiasi gaya kepemimpinan Bupati Lembata yang tidak hanya hadir secara simbolis, tetapi juga mengajak seluruh unsur pemerintah dan masyarakat untuk bersama-sama menyusun batu pembangunan berikutnya.
Menurutnya, langkah tersebut menjadi simbol kebersamaan sekaligus menumbuhkan rasa memiliki masyarakat terhadap TK Lesu Mani.
Ia menilai kebiasaan Bupati turun langsung ke lapangan merupakan bentuk kepemimpinan yang menghadirkan perubahan nyata. Pola kerja seperti ini telah dilakukan di berbagai kecamatan sebagai wujud komitmen pemerintah dalam memastikan pembangunan berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.
Baca Juga: Festival Internasional Lamaholot 2026 Resmi Dibuka, Ribuan Warga Padati Kota Lewoleba
Sementara itu, Bupati Kanisius Tuaq menyampaikan rasa syukur dapat hadir langsung di tengah masyarakat Desa Nilanapo.
Ia menegaskan bahwa kehadirannya bukan sekadar memenuhi agenda seremonial, melainkan bagian dari karakter kepemimpinan yang mengedepankan kerja nyata.
“Turun langsung ke lapangan bukan untuk pencitraan atau sekadar mengangkat batu demi kebutuhan media sosial, tetapi untuk memastikan bahwa pemerintah benar-benar bekerja bersama masyarakat,” tegas Bupati.
Baca Juga: Festival Internasional Lamaholot 2026: Lebih dari Sekadar Panggung Budaya
Bupati juga mengajak seluruh aparatur pemerintah dan masyarakat untuk mengubah pola pikir dari budaya kerja simbolis menjadi budaya kerja yang menghasilkan manfaat nyata.
Ia menekankan bahwa setiap pekerjaan harus diselesaikan dengan sungguh-sungguh hingga tuntas agar memberikan dampak bagi masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Bupati meminta Kepala Sekolah, panitia pembangunan, serta pengawas agar mengawal proses pembangunan dengan baik sehingga kualitas pekerjaan tetap terjaga dan dapat diselesaikan sesuai target waktu selama 90 hari.
Baca Juga: Festival Lamaholot 2026 Resmi Ditutup, Budaya Jadi Penggerak Ekonomi Lembata
Ia turut menjelaskan bahwa kondisi fiskal Pemerintah Kabupaten Lembata saat ini masih menghadapi keterbatasan, sebagaimana juga dialami banyak daerah lain di Indonesia, termasuk di Provinsi Nusa Tenggara Timur.
Meski demikian, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk berhenti membangun.
Karena itu, Bupati mengajak seluruh kepala desa dan masyarakat untuk tetap menjaga semangat gotong royong, memperkuat kerja sama, serta mendukung setiap program pembangunan pemerintah dengan penuh kesabaran demi mewujudkan kemajuan Kabupaten Lembata.
Baca Juga: Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq Pimpin Rapat Evaluasi APBD dan Program Strategis 2026
Menurutnya, komitmen pemerintah untuk terus hadir dan bekerja bersama masyarakat merupakan wujud nyata kecintaan kepada rakyat. Pemerintah, katanya, tidak boleh hanya hadir dalam bentuk kebijakan, tetapi juga harus hadir melalui kerja dan pengorbanan di lapangan.
Di akhir sambutannya, Bupati menyampaikan permohonan maaf atas keterlambatan kehadirannya.
Ia menjelaskan bahwa sebelumnya telah melaksanakan rangkaian agenda kerja di sejumlah wilayah, mulai dari Lewoleba, Ile Ape, hingga Lewoelen, sebelum akhirnya tiba di Desa Nilanapo pada sore hari.
Baca Juga: Perwabantt Lewoleba Dorong Literasi Keuangan Digital Lewat Sosialisasi QRIS Bank NTT
Peletakan batu pertama pembangunan TK Lesu Mani diharapkan menjadi langkah awal dalam meningkatkan mutu pendidikan anak usia dini di Kecamatan Omesuri sekaligus memperkuat komitmen Pemerintah Kabupaten Lembata dalam menghadirkan pembangunan yang merata, berkualitas, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.***













