Harian Warga – Java Lava Group merupakan komunitas ekspatriat dan turis mancanegara yang rutin menjelajahi gunung-gunung di Indonesia. Tahun 2026, mereka melakukan ekspedisi ke Lembata dengan mendaki Gunung Boleng, Uyelewun, Ile Werung, hingga Ile Ape.
Selain itu, mereka juga menyempatkan diri mengunjungi Lamarela Village untuk menyaksikan tradisi menangkap ikan paus yang menjadi ikon budaya lokal.
Sebagai bagian dari agenda sosial budaya, rombongan Java Lava Group berkunjung ke SMKS SANCTUS Lewoleba.
Baca Juga: Wisman Nikmati Trekking Gunung Ile Boleng, Adonara: Petualangan Alam yang Tak Terlupakan
Sekolah kejuruan ini dikenal aktif menjalin kerja sama dengan berbagai pihak, sehingga kunjungan turis internasional menjadi momentum penting bagi siswa dan guru.
Kedatangan Java Lava Group disambut hangat oleh jajaran guru, staf, dan siswa. Para turis berbagi cerita tentang pengalaman mendaki gunung di Lembata, termasuk tantangan jalur trekking dan keindahan panorama alam.
Sementara itu, siswa SMKS SANCTUS Lewoleba menampilkan karya-karya mereka, mulai dari kerajinan tangan, teknologi sederhana, hingga presentasi tentang budaya lokal.
Baca Juga: Analisis Critical Success Factor (CSF) – 9 Cluster Pembangunan Lembata 2025–2030
Kedatangan Java Lava Group disambut hangat oleh jajaran guru, staf, dan siswa. Para turis berbagi cerita tentang pengalaman mendaki gunung di Lembata, termasuk tantangan jalur trekking dan keindahan panorama alam.
Sementara itu, siswa SMKS SANCTUS Lewoleba menampilkan karya-karya mereka, mulai dari kerajinan tangan, teknologi sederhana, hingga presentasi tentang budaya lokal.
Tidak hanya itu, para turis juga aktif memberikan tanggapan dan jawaban atas pertanyaan siswa, bahkan saling bertukar masukan serta saran.
Baca Juga: Lembata Jadi Sorotan Wisatawan Mancanegara: Java Lava Trekking Gunung Ikonik NTT
Interaksi dua arah ini membuat suasana semakin hidup, di mana siswa merasa dihargai dan turis pun memperoleh wawasan baru tentang semangat belajar generasi muda Lembata.
Interaksi ini menciptakan suasana penuh semangat, di mana siswa merasa bangga memperkenalkan identitas daerah kepada tamu internasional.
Kunjungan ini membawa sejumlah manfaat edukatif bagi siswa:
- Pertukaran budaya: siswa belajar langsung tentang perspektif global, sementara turis mengenal budaya Lembata lebih dalam.
Baca Juga: Satreskrim Polres Sumba Barat Daya Tindak Penjual BBM Subsidi Ilegal, 780 Liter Diamankan
- Motivasi belajar bahasa asing: interaksi dengan turis mendorong siswa untuk berlatih bahasa Inggris secara aktif.
- Inspirasi pariwisata berkelanjutan: siswa mendapat wawasan tentang bagaimana pariwisata bisa mendukung ekonomi lokal tanpa merusak lingkungan.
Kunjungan Java Lava Group memberikan dampak positif yang luas:
- Branding sekolah: meningkatkan citra SMKS SANCTUS Lewoleba sebagai lembaga pendidikan terbuka terhadap kolaborasi internasional.
Baca Juga: Pemkab Lembata Resmi Lepas Kontingen Pramuka ke Jamda X NTT dan Jamnas XII 2026
- Jembatan budaya: sekolah berperan sebagai penghubung antara masyarakat lokal dan wisatawan.
- Peluang kerja sama: terbuka kemungkinan program magang atau pelatihan bagi siswa di sektor pariwisata dan hospitality.
Kunjungan ini bukan sekadar agenda singgah, melainkan momentum penting untuk memperkuat hubungan antara dunia pendidikan, pariwisata, dan masyarakat.
Siswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga melihat langsung bagaimana potensi alam dan budaya Lembata menarik perhatian dunia.
Baca Juga: Tiga Pentolan LBH SIKAP Lembata Resmi Dilantik Jadi Advokat oleh DPP KAI
Ke depan, diharapkan SMKS SANCTUS Lewoleba dapat terus menjalin kerja sama dengan komunitas internasional.
Dengan begitu, generasi muda Lembata semakin siap menghadapi tantangan global, sekaligus menjaga identitas lokal mereka.***













