BeritaKesehatan

Pemerintah Kabupaten Lembata Perkuat Sinergi Data, Perencanaan, dan Penganggaran Penanggulangan AIDS, TBC, Malaria

11
×

Pemerintah Kabupaten Lembata Perkuat Sinergi Data, Perencanaan, dan Penganggaran Penanggulangan AIDS, TBC, Malaria

Sebarkan artikel ini

Sinergi lintas sektor di Lembata dorong kebijakan berbasis data untuk menekan penyakit menular.

Pemerintah Kabupaten Lembata Perkuat Sinergi Data, Perencanaan, dan Penganggaran Penanggulangan AIDS, TBC, Malaria. Foto: Istimewa.
Pemerintah Kabupaten Lembata Perkuat Sinergi Data, Perencanaan, dan Penganggaran Penanggulangan AIDS, TBC, Malaria. Foto: Istimewa.

Harian Warga – Pemerintah Kabupaten Lembata menegaskan komitmen memperkuat sinergi antara data, perencanaan, dan penganggaran dalam penanggulangan AIDS, Tuberkulosis (TBC), Malaria, serta penyakit menular lainnya.

Komitmen tersebut mengemuka dalam Lokakarya Analisis Data Realisasi Versus Data Anggaran Program AIDS, TBC, dan Malaria (ATM) yang digelar Bappelitbangda Kabupaten Lembata di Aula Hotel Olympic Lewoleba, Rabu (02/09/2026).

Kegiatan ini diikuti perangkat daerah dan instansi terkait, di antaranya Dinas Kesehatan, BKAD, Bagian Hukum Setdakab Lembata, Dinas PMD, serta Dinas Kominfo. Narasumber utama adalah dr. Ignatius Henyo Kerong dari Tim RSSH Adinkes Provinsi NTT, dengan partisipasi lintas sektor termasuk Ketua TP PKK Lembata, Ny. Ursula Surat Bayo.

Baca Juga: Bupati Lembata Serahkan SK Kepala Sekolah untuk Penataan Pendidikan

Ketua Panitia Pelaksana, Yohanes Bosco S. Bataona, menegaskan lokakarya ini menjadi bagian dari upaya memperbaiki tata kelola perencanaan dan penganggaran program penanggulangan penyakit menular. Data realisasi program dan anggaran periode 2023–2025 ditelaah sebagai bahan penyusunan perencanaan tahun 2026.

Dengan dukungan hibah The Global Fund melalui skema RSSH, hasil lokakarya diharapkan menghasilkan rekomendasi yang dapat diterjemahkan ke dalam kebijakan tepat sasaran.

Wakil Ketua DPRD Lembata, Fransiskus Xaverius B. N, menekankan pentingnya rekomendasi berbasis data konkret dan valid sebagai rujukan dalam perencanaan pembangunan serta pembahasan anggaran daerah.

Baca Juga: Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq Pimpin Pertemuan Strategis dengan Bank NTT

“Pemaparan data harus lebih selektif, kredibel, dan dapat dipertanggungjawabkan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti perlunya pembenahan Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) sesuai rekomendasi DPRD.

Sementara itu, Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq melalui Asisten III Bidang Administrasi Umum, Yohanes Berchmans Daniel Dai, menegaskan penanggulangan AIDS, TBC, dan Malaria bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan.

Baca Juga: Bupati Lembata Resmikan Sumur Bor di Tagawiti untuk Perkuat Ketersediaan Air Bersih

Menurutnya, persoalan penyakit menular berkaitan dengan berbagai aspek pembangunan sehingga membutuhkan koordinasi lintas sektor.

“Data harus menjadi dasar kebijakan. Perencanaan yang baik harus diterjemahkan dalam penganggaran yang tepat agar sumber daya memberi dampak nyata bagi masyarakat,” tegas Bupati.

Di tengah keterbatasan fiskal daerah, ia meminta perangkat daerah menyusun program dan anggaran secara efisien, terukur, dan tepat sasaran.

Baca Juga: Bupati Lembata Serahkan Bantuan Mesin Nelayan dan Beras di Desa Kalikur

Pesan utama dari lokakarya ini: data akurat harus berjalan seiring dengan perencanaan dan anggaran yang tepat, sehingga upaya menekan AIDS, TBC, Malaria, dan penyakit menular lainnya benar-benar memberi dampak nyata bagi masyarakat Lembata.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *