Harian Warga – Peresmian Kapela Santo Laurensius Buangbuto, Kecamatan Buyasuri, Kabupaten Lembata, pada Sabtu (15/08/2026) berlangsung khidmat dan meriah.
Acara diawali dengan prosesi adat penyambutan para undangan, dilanjutkan dengan perayaan Ekaristi serta pemberkatan kapela.
Rombongan undangan disambut dengan tarian pengantar, pengalungan tanda kehormatan, sapaan adat, hingga pemotongan pita sebagai tanda resmi dibukanya Kapela Santo Laurensius Buangbuto.
Baca Juga: NTT Diguncang 686 Gempa Susulan, Ribuan Warga Mengungsi dan 47 Jiwa Meninggal
Perayaan ini dihadiri Romo Deken Lembata, Romo Blasius Masang Kleden; Pastor Paroki Aliuroba, Romo Emanuel Kewa Ama; Frater Benyamin cmm; para imam konselebran; anggota DPRD Kabupaten Lembata; Camat Buyasuri; perwakilan donatur; biarawati; serta umat dari berbagai stasi.
Misa pemberkatan kapela dipimpin enam imam, di antaranya Romo Blasius Masang Kleden, Romo Sinyo Da Gomez, Romo Emanuel Kewa Ama, Romo Gabriel Unto da Silva, Romo Antonius Kia Uba, dan Pater Anis, SVD. Lantunan paduan suara SMA Don Bosco Lewoleba menambah kekhidmatan suasana.
Dalam sambutannya, Romo Blasius Kleden menyampaikan apresiasi kepada Frater Benyamin Tunggu, cmm, yang menghadirkan donatur demi terselesaikannya pembangunan kapela.
Baca Juga: Bantuan Presiden Prabowo untuk Korban Gempa Sikka NTT
Romo Sinyo Da Gomez menekankan pentingnya merawat kapela sebagai rumah Tuhan dan sumber berkat bagi umat.
Ketua panitia, Anjelina Lonek, menyampaikan terima kasih kepada para donatur, imam, biarawan, camat, serta umat dari berbagai stasi yang turut mendukung pembangunan.
Frater Benyamin Tunggu juga mengenang masa kecilnya di Buangbuto, di mana umat dahulu berdoa di bawah pohon asam sebelum akhirnya memiliki rumah ibadah yang layak.
Baca Juga: Gempa M 7,7 di Manggarai Timur: 17 Orang Meninggal, Sejumlah Fasilitas Umum Rusak
Donatur utama, Mr. John Deraiter dan Ibu Linda, turut hadir. Linda dengan penuh haru menyampaikan bahwa kapela ini dibangun bukan hanya dengan batu dan semen, melainkan juga doa dari Eropa dan Indonesia.
Ia menekankan bahwa kapela ini adalah simbol persatuan dan iman umat.
Camat Buyasuri, Luis Ladjar, mewakili pemerintah daerah, memberikan apresiasi atas kerja sama semua pihak.
Baca Juga: Puluhan WNA di Lembata Dipantau Tim Gabungan, Begini Cara Imigrasi Kawal Ekosistem Wisata
Ia menegaskan bahwa kehadiran gereja menjadi sarana pembinaan iman umat di wilayah Buyasuri.
Kapela Santo Laurensius Buangbuto dibangun atas kerinduan umat untuk memiliki rumah persaudaraan dan pewartaan iman.
Dengan berdirinya kapela ini, diharapkan umat semakin bertumbuh dalam iman, menjaga kebersamaan, serta menjadikan kapela sebagai sumber berkat bagi seluruh wilayah.***
















Respon (1)