Harian Warga – Derap langkah prajurit TNI memecah keheningan di landasan udara Bandara Frans Seda, Maumere, Minggu pagi. Tepat pukul 09.00 WITA, pesawat Hercules A-1343 milik TNI Angkatan Udara mendarat mulus, membawa misi kemanusiaan dari Istana Negara untuk warga Flores yang tengah berduka.
Sabtu, 15 Agustus 2026, gempa bermagnitudo 7,7 mengguncang Kabupaten Sikka dan sekitarnya. Permukiman luluh lantak, akses transportasi terputus, dan ribuan warga terpaksa mengungsi.
Di tengah kepanikan, kehadiran bantuan logistik menjadi harapan yang dinanti.
Baca Juga: Gempa M 7,7 di Manggarai Timur: 17 Orang Meninggal, Sejumlah Fasilitas Umum Rusak
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, langsung menginstruksikan pengiriman bantuan darurat. Sebanyak 14 ton beras dikemas menjadi 2.545 paket sembako siap edar, mendarat di bumi Sikapeka untuk segera disalurkan.
Proses bongkar muat di apron bandara berlangsung intensif. Prajurit Kodim 1603/Sikka bahu-membahu menurunkan ribuan kotak bantuan dari lambung pesawat.
Tidak ada waktu terbuang, sebab ribuan jiwa di posko pengungsian menunggu kepastian pasokan pangan harian.
Baca Juga: Puluhan WNA di Lembata Dipantau Tim Gabungan, Begini Cara Imigrasi Kawal Ekosistem Wisata
Komandan Kodim 1603/Sikka, Letkol Arm Denny Riesta Permana, menegaskan seluruh jajaran dikerahkan demi kelancaran distribusi.
“Bantuan ini dikirimkan langsung oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto khusus bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana gempa kemarin,” ujarnya di Bandara Frans Seda, Minggu (16/08/2026).
Ia memastikan seluruh paket sembako dialokasikan untuk masyarakat Kabupaten Sikka. Strategi pendistribusian disiapkan matang, dengan armada truk militer menyusuri jalur menuju titik-titik pengungsian.
Baca Juga: 14 Korban Jiwa, Ribuan Warga Mengungsi Akibat Gempa M7,7 di NTT
Sinergi antara pemerintah pusat, aparat keamanan, dan pemerintah daerah menjadi kunci penanganan cepat. Skala kerusakan besar menuntut koordinasi ketat agar kebutuhan dasar warga terpenuhi.
Bagi korban, tibanya bantuan pangan bukan sekadar urusan perut. Lebih dari itu, kehadiran logistik menjadi simbol nyata perhatian negara di saat-saat paling sulit.
Petugas di lapangan bekerja ekstra agar seluruh paket bantuan sampai ke tangan warga sebelum malam tiba.***















Respon (1)