NasionalPolitik

Presiden Prabowo Resmi Copot Kepala BGN, Dadan Hindayana Digantikan Nanik S. Deyang

246
×

Presiden Prabowo Resmi Copot Kepala BGN, Dadan Hindayana Digantikan Nanik S. Deyang

Sebarkan artikel ini
Dadan Hindayana dicopot dari BGN. Foto: Istimewa.
Dadan Hindayana dicopot dari BGN. Foto: Istimewa.

HARIAN WARGA – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto resmi mencopot Dadan Hindayana dari jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) terhitung sejak Selasa, 2 Juni 2026.

Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, yang juga bertindak sebagai Juru Bicara Presiden RI, dalam jumpa pers di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa malam.

“Pada hari ini, Selasa (02/05/2026), Bapak Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional,” ujar Prasetyo Hadi di hadapan awak media.

Baca Juga: BNI Perkuat Komitmen ESG, Dorong Pertumbuhan Bisnis Berkelanjutan Menuju Net Zero Emission

Posisi Dadan kini digantikan oleh Nanik S. Deyang, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN.

Pergantian Mendadak di Tengah Agenda MBG

Pergantian pimpinan BGN ini terbilang mendadak. Pada Selasa pagi, Dadan masih terlihat mendampingi Presiden Prabowo saat melakukan pengecekan operasional dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Palmerah, Jakarta Barat.

Selepas itu, Prabowo juga meninjau pelaksanaan MBG di SMPN 111 Jakarta. Kehadiran Dadan dalam agenda tersebut sempat menimbulkan tanda tanya, mengingat beberapa jam kemudian ia resmi dicopot dari jabatannya.

Baca Juga: Blasius Enga Putra Keraf: Pemuda Lewoleba NTT Merintis Usaha Ayam Bakar dan Ayam Frozen Bintang Lima

Profil Dadan Hindayan

Dadan Hindayana dikenal sebagai akademisi dan ahli bidang serangga dari Institut Pertanian Bogor (IPB).

Ia pertama kali diangkat sebagai Kepala BGN oleh Presiden ke-7 Joko Widodo melalui Keputusan Presiden RI Nomor: 94B Tahun 2024 tentang Pengangkatan Kepala Badan Gizi Nasional. Pelantikan dilakukan pada 19 Agustus 2024 bersama sejumlah pejabat negara lainnya.

Sejak saat itu, Dadan memimpin BGN hingga masa pemerintahan Presiden Prabowo, sebelum akhirnya diberhentikan pada 2 Juni 2026.

Baca Juga: Pemkab Lembata Resmi Salurkan E-Kusuka, Nelayan Kini Punya Identitas Digital Sekaligus Kartu Perbankan

Peran Strategis BGN

Badan Gizi Nasional dibentuk untuk melaksanakan salah satu program prioritas pemerintah, yakni MBG. Program ini merupakan janji kampanye Presiden Prabowo Subianto dalam Pemilihan Umum Presiden 2024.

MBG bertujuan menyediakan makanan sehat dan bergizi bagi siswa sekolah, balita, serta ibu hamil dan menyusui. Program tersebut mulai berjalan sejak 6 Januari 2025 dan menjadi salah satu pilar kebijakan gizi nasional.

Dengan adanya pergantian pimpinan, publik menaruh perhatian besar pada keberlanjutan program MBG. Nanik S. Deyang, sebagai pengganti Dadan, diharapkan mampu menjaga konsistensi pelaksanaan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Baca Juga: Wabup Lembata H. Muhamad Nasir Resmi Buka HLUN ke-30: Lansia Sehat, Lembata Kuat

Nanik S. Deyang Resmi Jabat Kepala BGN

Nanik S. Deyang bukan sosok baru di BGN. Sebagai Wakil Kepala BGN, ia sudah terlibat aktif dalam perencanaan dan pengawasan program MBG.

Penunjukannya sebagai Kepala BGN dinilai sebagai langkah untuk memperkuat koordinasi dan mempercepat implementasi kebijakan gizi nasional.

Mensesneg Prasetyo Hadi menegaskan bahwa pergantian ini merupakan bagian dari upaya Presiden untuk memastikan program prioritas berjalan optimal.

Baca Juga: Bupati Lembata Berbaur Bersama Lansia di HLUN ke-30, Suasana Penuh Kekeluargaan

“Presiden ingin memastikan bahwa program Makan Bergizi Gratis dapat terus ditingkatkan kualitas dan jangkauannya,” kata Prasetyo.

Dinamika Politik dan Kebijakan

Pergantian pejabat tinggi di lembaga strategis seperti BGN tentu menimbulkan spekulasi.

Sebagian pihak menilai keputusan ini sebagai bentuk evaluasi kinerja, sementara yang lain melihatnya sebagai strategi politik untuk memperkuat loyalitas di jajaran pemerintahan.

Baca Juga: Nasabah Bank NTT Lembata Pertanyakan Kredit Rp230 Juta, Minta CCTV Dibuka

Namun, pemerintah menekankan bahwa fokus utama tetap pada keberhasilan program MBG.

Dengan cakupan yang luas dan dampak langsung terhadap kesehatan masyarakat, program ini menjadi salah satu tolok ukur keberhasilan pemerintahan Prabowo Subianto.

Tantangan ke Depan

Meski program MBG sudah berjalan lebih dari satu tahun, tantangan masih besar. Distribusi makanan bergizi ke seluruh pelosok Indonesia membutuhkan koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah.

Baca Juga: Bupati Lembata Koordinasi dengan BBWS Nusa Tenggara II Bahas Infrastruktur Pengairan dan Ketahanan Pangan

Selain itu, pengawasan kualitas gizi dan efektivitas program menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan.

Nanik S. Deyang dihadapkan pada tugas berat untuk memastikan tidak ada hambatan dalam pelaksanaan program.

Publik berharap pergantian pimpinan ini justru membawa energi baru bagi BGN dalam memperkuat kebijakan gizi nasional.

Baca Juga: Wakil Bupati Lembata Muhamad Nasir Tinjau Rencana Pembangunan Rumah Dinas Tenaga Kesehatan di Desa Bean

Harapan Masyarakat

Masyarakat menaruh harapan besar agar program MBG tetap berjalan lancar tanpa terganggu oleh dinamika politik.

Pergantian pimpinan di BGN diharapkan tidak mengurangi komitmen pemerintah dalam menjamin akses makanan bergizi bagi anak-anak dan kelompok rentan.

Keberhasilan program ini akan menjadi salah satu indikator nyata dari janji kampanye Presiden Prabowo, sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap pemerintah.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *