HARIAN WARGA – Blasius Enga Putra Keraf, pemuda kota Lewoleba, Kecamatan Nubatukan kabupaten Lembata Nusa Tenggara Timur (NTT), tampak sibuk menyiapkan lapak Ayam Frozen Bintang Lima miliknya yang terletak di depan Toko Olimpic, Senin (01/05/2026).
Menjelang malam beberapa pelanggan terlihat sabar menanti pesanan ayam bakar racikan pemuda lulusan STM Ile Lewotolok itu.
Noker Keraf, sapaannya, bersama dua orang temannya Paskalis Ilo Maing (Beckham, 22 tahun), dan Marius Hernes Tito (Jen, 21 tahun merintis usaha Ayam bakar setelah melihat adanya peluang pasar di Kota Lewoleba. Sebab bagi pemuda yang berdarah Lamalera Lembata, ini Ayam bakar populer di kalangan masyarakat luas.
“Saya juga menjual ayam beku, Dan kami melihat selain ayam beku, ada peluang besar ini di segmen ayam bakar, ayam bakar kami bandrol dengan harga Rp. 65rb, kalau diantar maka dengan harga Rp.70rb, beber Noker Keraf.
Pria lulusan SMK Ile Lewotolok ini memiliki jiwa wirausaha yang tinggi. Meski lulusan SMK jurusan mesin, Noker lebih memilih menciptakan peluang kerja bagi orang-orang di sekitar.
Berbekal pengetahuan yang ada, Noker ingin menciptakan merek lokal yang bisa bersaing secara rasa, harga, dan pelayanan.
Baca Juga: Wabup Lembata H. Muhamad Nasir Resmi Buka HLUN ke-30: Lansia Sehat, Lembata Kuat
“Semua racikan dan olahan kami dapat dari mama dan pelajari sendiri. Dari situ saya coba resep, eksperimen sampai ketemu rasa yang cocok dan disukai pelanggan, khususnya warga Lewoleba,” imbuhnya.
Noker Keraf mengatakan selain menjual ayam beku, Ayam bakar dalam sebulan ini cukup laris.
Ia menyebut proses untuk ayam bakar ini sederhana saja. Memang tak rumit tapi perlu kerja serius. Pertama, siapkan daging ayam potong segar, di beri bumbu bumbu racikan sendiri dari rempah alami selanjutnya di panggang.
Baca Juga: Bupati Lembata Berbaur Bersama Lansia di HLUN ke-30, Suasana Penuh Kekeluargaan
Noker Keraf mengatakan harga Ayam bakar seporsi Rp. 65.000 jika diantar jadi Rp. 70.000.
Selain itu, ada ayam beku per kg dengan kisaran harga Rp.55.000-60.000.
“Saya jual dari Senin-minggu pukul 08.00 Sampai malam hari,” kisahnya.
Baca Juga: Nasabah Bank NTT Lembata Pertanyakan Kredit Rp230 Juta, Minta CCTV Dibuka
Ia berharap kehadiran usaha Ayam bakar ini bisa menginspirasi anak-anak muda di Kabupaten Lembata untuk mulai menciptakan peluang kerja sendiri. Ia juga ingin mengembangkan usahanya menjadi merek lokal yang lebih besar.
“Saya ingin usaha ini nantinya bisa dikembangkan jadi bentuk kemitraan atau pelatihan bisnis sederhana. Supaya anak-anak muda di Lembata punya semangat tapi bingung mulai dari mana, bisa ikut belajar dan berkembang sama-sama,” tandasnya.***















