DaerahEkonomiNasionalNews

Pemerintah Lembata Resmikan Mesin Pengolahan Jagung untuk Pakan Ternak

14
×

Pemerintah Lembata Resmikan Mesin Pengolahan Jagung untuk Pakan Ternak

Sebarkan artikel ini
Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, meresmikan pengoperasian Mesin Pengolahan Jagung dan Produksi Pakan Ternak di Rumah Produksi Pasar Lamahora, Lewoleba, Sabtu (10/10/2026). (Foto: Istimewa).
Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, meresmikan pengoperasian Mesin Pengolahan Jagung dan Produksi Pakan Ternak di Rumah Produksi Pasar Lamahora, Lewoleba, Sabtu (10/10/2026). (Foto: Istimewa).

Harian Warga – Di tengah keterbatasan fiskal, Pemerintah Kabupaten Lembata mengambil langkah konkret memperkuat ketahanan pangan dan kemandirian pakan ternak. Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, meresmikan pengoperasian Mesin Pengolahan Jagung dan Produksi Pakan Ternak di Rumah Produksi Pasar Lamahora, Lewoleba, Sabtu (10/10/2026).

Langkah strategis ini diharapkan menjadi fondasi bagi kemandirian sektor peternakan di masa depan.

Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Lembata, Wilhelmus Leuweheq, dalam laporannya memaparkan gambaran operasional, mulai dari spesifikasi mesin, proses produksi, hingga skema penyerapan tenaga kerja.

Baca Juga: Ritual Tutung Padu di Situs 7 Maret, Pesan Persatuan Leluhur untuk Pembangunan Lembata

Mesin tersebut akan mengolah jagung menjadi bahan baku pakan ternak, khususnya ayam petelur. Namun, diakui masih ada sejumlah kendala, seperti kelembagaan pengelola, fluktuasi pasokan bahan baku, serta ruang produksi yang belum memadai. Berbagai rekomendasi tindak lanjut telah disusun sebagai pijakan ke depan.

Menanggapi laporan itu, Bupati Kanisius Tuaq menegaskan keterbatasan bukan alasan untuk berhenti.

“Sesuatu yang besar harus memulai dari yang kecil, sesuatu yang sukses harus menghadapi masalah. Jarang orang sukses berjalan dengan mulus. Kalau dia berjalan dengan mulus maka tidak akan kuat,” ujarnya, menyemangati tim Koperindag.

Baca Juga: Keuskupan Larantuka Tolak Proyek Geotermal di Flores Timur dan Lembata

Ia menekankan optimisme harus menjadi dasar pelaksanaan program ini.

“Segala kekurangan yang ada, perlahan-lahan akan dibenahi satu persatu,” katanya.

Sebagai langkah awal, Bupati memerintahkan fokus produksi pada pakan ayam petelur dengan kombinasi jagung dan dedak. Sementara pengembangan bahan pakan dari tepung ikan untuk ayam pedaging akan dilakukan bertahap. Dukungan pembangunan sarana produksi dijadwalkan terealisasi akhir tahun ini.

Baca Juga: Sikap Kadin Patut Dipertanyakan, Aktivis Lingkungan Ramai-Ramai Soroti Izin PT Lestari Energi Timur

Kegiatan ini juga merespons persoalan di masyarakat terkait ketersediaan telur ayam di pasar yang semakin menipis.

Bupati meminta dinas terkait mengkaji langkah strategis, termasuk kemungkinan proteksi terhadap produksi lokal.

“Kita kaji dulu populasi ayam petelur dibandingkan kebutuhan. Kita bisa ambil kebijakan proteksi, misalnya batasan masuknya telur dari luar, untuk melindungi peternak kita sendiri,” jelasnya.

Baca Juga: Terobos Jalur Laut, Ketua DPD PSI Sikka Yanes Mekeng Bersama Tim Salurkan Bantuan Jokowi ke Desa Lidi

Kebijakan tersebut akan dipersiapkan bertahap, fokus pada ayam pedaging tahun ini, dan penguatan produksi telur pada 2027.

Untuk menjamin keberlanjutan pasokan bahan baku, Pemerintah Kabupaten Lembata menargetkan pengembangan budidaya jagung industri mulai 2027.

Langkah ini diharapkan memutus ketergantungan pasokan dari luar daerah sekaligus meningkatkan pendapatan petani lokal.

Baca Juga: Femi Bapa Resmi Dilantik, Cetak Sejarah Perempuan Pertama Jadi Sekda Sikka

Di akhir kegiatan, Bupati Kanisius Tuaq menekan tombol pengoperasian mesin dan menyaksikan langsung proses olah biji jagung menjadi dedak. Sebuah langkah nyata yang sederhana, namun diyakini akan tumbuh besar, dimulai dari Pasar Lamahora untuk masyarakat Lembata.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *