Harian Warga – Labuan Bajo dan sekitarnya diguncang gempa besar pada Sabtu (15/08/2026) pagi. Getaran kuat yang terjadi sekitar pukul 06.13 WITA membuat warga panik, sebagian berlarian ke tempat tinggi setelah peringatan dini tsunami sempat dikeluarkan.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, hingga siang hari, 14 orang meninggal dunia, dua luka berat, dan 11 lainnya luka ringan akibat bencana ini.
Korban dan Sebaran Wilayah
Data sementara menunjukkan korban meninggal tersebar di beberapa kabupaten. Sikka mencatat tiga orang meninggal, Manggarai enam orang, dan Manggarai Timur lima orang.
Baca Juga: Menantang Maut di Selasar Maumere: Kala Nakes RS TC Hillers Mempertaruhkan Nyawa Demi Pasien
Sementara korban luka ditemukan di Sikka, Nagekeo, Manggarai, dan Manggarai Timur. BNPB menegaskan, angka ini masih bisa bertambah karena proses pendataan dan verifikasi di lapangan terus dilakukan.
Ribuan Warga Mengungsi
Tak hanya korban jiwa, gempa juga memaksa sekitar 2.000 warga melakukan evakuasi mandiri. Mereka meninggalkan rumah karena khawatir akan gempa susulan dan ancaman tsunami.
Banyak keluarga memilih bertahan di tempat pengungsian darurat, sementara sebagian lainnya mengungsi ke rumah kerabat yang dianggap lebih aman.
Baca Juga: Gempa M7,7 di Laut Flores: Potensi Tsunami Mengancam Sejumlah Wilayah
Kerusakan Infrastruktur
BNPB mencatat 54 rumah rusak berat, sembilan rusak sedang, dan 11 rusak ringan. Kerusakan juga menimpa fasilitas publik: lima fasilitas kesehatan, satu sekolah, satu gudang Bulog, tiga rumah ibadah, serta enam kantor pemerintahan.
Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan kerusakan paling parah, dengan 29 rumah hancur total dan sejumlah fasilitas vital lumpuh.
Di Manggarai Timur, 23 rumah dilaporkan rusak berat. Sementara di Nagekeo, dua rumah rusak berat, satu rusak sedang, dan dua rusak ringan. Kondisi di lapangan semakin sulit karena arus lalu lintas macet dan listrik masih padam.
Baca Juga: OPINI: Perubahan KBLI Perusahaan Media: Antara Tertib Administrasi dan Beban Pelaku Usaha
Respons Pemerintah
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menegaskan bahwa tim gabungan terus bekerja melakukan evakuasi, pendataan, dan distribusi bantuan.
Pemerintah pusat juga mengirimkan pejabat tinggi, termasuk Kepala BNPB dan Menko PMK, untuk meninjau langsung kondisi di NTT.
Wakil Presiden menyampaikan duka mendalam dan memastikan penanganan maksimal bagi para korban.
Baca Juga: Pemkab Lembata Resmikan Rumah Potong Unggas Waikomo untuk Perkuat Hilirisasi Peternakan
Suasana di Lapangan
Di Labuan Bajo, wisatawan asing dan warga lokal terlihat berkumpul di luar gedung-gedung yang rusak. Hotel Jayakarta menjadi salah satu bangunan yang mengalami kerusakan cukup signifikan.
Ketakutan masih terasa, terutama karena gempa susulan berkekuatan 6,2 magnitudo kembali mengguncang wilayah timur laut Labuan Bajo beberapa jam setelah gempa utama.
Harapan Warga
Meski duka menyelimuti, semangat warga untuk saling membantu tetap terlihat. Di sejumlah titik pengungsian, masyarakat bergotong royong menyediakan makanan, air bersih, dan tempat istirahat bagi mereka yang kehilangan rumah.
Baca Juga: Pemkab Lembata Apresiasi Frater CMM dalam Perayaan Syukur Hidup Membiara
Pemerintah daerah mengimbau warga tetap waspada, namun tidak panik, sambil menunggu informasi resmi dari BMKG dan BNPB.***













