BeritaDaerahEkonomiNasional

Konektivitas NTT Meningkat, ASDP Rencanakan Kapal Ro-Ro Surabaya–Lewoleba

95
×

Konektivitas NTT Meningkat, ASDP Rencanakan Kapal Ro-Ro Surabaya–Lewoleba

Sebarkan artikel ini
Konektivitas NTT Meningkat, ASDP Rencanakan Kapal Ro-Ro Surabaya–Lewoleba. Foto: Istimewa.
Konektivitas NTT Meningkat, ASDP Rencanakan Kapal Ro-Ro Surabaya–Lewoleba. Foto: Istimewa.

Harian Warga – PT ASDP Indonesia Ferry Indonesia tengah menjajaki pembukaan trayek kapal Ro-Ro jarak jauh atau long distance ferry (LDF) yang akan langsung menghubungkan Surabaya dengan Lewoleba, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur.

Rencana ini mengemuka dalam diskusi antara jajaran ASDP dan Pemerintah Kabupaten Lembata di Kuma Resort, Lewoleba, Rabu (10/06/2026).

Pertemuan dihadiri Bupati Lembata bersama jajaran pemerintah daerah, Asisten I–III, Kepala Dinas Perhubungan, Perindustrian dan Perdagangan, Perikanan, serta pelaku usaha ekspedisi seperti Trans Lembata dan Rusto Ekspedisi.

Baca Juga: Kepala Bidang Perikanan Lembata Bantah Isu Jual Beli Rekomendasi BBM Subsidi Nelayan

Group Head Bisnis Pelayaran Komersial PT ASDP Indonesia Ferry, Rizky Dwianda, menegaskan komitmen perusahaan memperluas layanan ke kawasan timur Indonesia, termasuk NTT.

Menurut Rizky, ASDP saat ini mengembangkan lintasan jarak jauh dengan basis operasional di Surabaya dan Kupang. Sejumlah rute telah dipetakan untuk mendukung distribusi barang dan mobilitas penumpang.

“Kami ingin mengetahui kebutuhan pelaku usaha di Lembata. Potensi daerah ini cukup besar dan kami siap berdiskusi untuk menemukan solusi terbaik. Yang kami butuhkan adalah masukan mengenai komoditas, kebutuhan logistik, dan ekosistem usaha yang ada,” ujarnya.

Baca Juga: Carut-Marut Distribusi BBM Subsidi di Lembata, Dugaan Jual Beli Rekomendasi Seret Nama Pejabat

ASDP kini mengoperasikan sembilan kapal di wilayah Kupang dengan berbagai jenis kapasitas, dari kecil hingga besar, yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan lintasan.

Kehadiran kapal Ro-Ro jarak jauh diyakini mampu menekan biaya logistik sekaligus membuka akses pasar lebih luas bagi hasil bumi dan produk perikanan dari Lembata.

Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, menyambut baik rencana pembukaan trayek tersebut.

Baca Juga: Polisi Tangkap Pengusaha Hiburan Malam di Lembata, Diduga Terkait Narkoba dan Pekerja Anak

Menurutnya, kapal Ro-Ro langsung dari Surabaya akan memberi manfaat besar bagi masyarakat, terutama mahasiswa yang menempuh pendidikan di Pulau Jawa, petani, nelayan, serta pelaku usaha.

Ia menekankan agar layanan pelayaran baru menghadirkan tarif kompetitif dan manfaatnya dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

“Kehadiran ASDP harus menjadi solusi untuk menekan biaya transportasi yang selama ini masih mahal. Ini perusahaan milik negara sehingga orientasinya juga harus pada pelayanan masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga: Pemkab Lembata Gandeng PT Taspen Hadirkan Program Asuransi Jiwa untuk PPPK

Bupati bahkan menargetkan pelayaran perdana rute Surabaya–Lewoleba dapat dilaksanakan pada 12 Oktober 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Otonomi Daerah.

Meski begitu, Bupati mengakui masih ada sejumlah tahapan teknis yang harus diselesaikan.

Ia menegaskan trayek yang dibuka nantinya harus menjadikan Lembata sebagai titik singgah utama. Bahkan terbuka peluang pengembangan rute yang menghubungkan Surabaya, Lewoleba, Atapupu hingga Timor Leste.

Baca Juga: Siprianus Labi Resmi Dilantik Jadi Penjabat Kepala Desa Laranwutun, Bupati Lembata Tekankan Pelayanan Publik

Terkait kesiapan infrastruktur, Bupati meminta seluruh pihak memikirkan peningkatan fasilitas pelabuhan, termasuk pembangunan sarana pendukung dan perbaikan pelabuhan secara menyeluruh agar aktivitas ekspedisi dapat berkembang dengan basis operasional di Lembata.

Di akhir pertemuan, Bupati meminta seluruh pemangku kepentingan memberikan dukungan agar rencana pelayaran perdana dapat terwujud sesuai target.

Ia juga mengapresiasi dukungan dari pemerintah daerah tetangga seperti Flores Timur dan Alor yang siap mendukung pengembangan konektivitas antarwilayah di NTT.

Baca Juga: Gunung Lewotobi Laki-Laki Kembali Erupsi, Kolom Abu Capai 2500 Meter

“Tujuan utama kita adalah melayani rakyat dan mempercepat pembangunan agar Lembata tidak tertinggal dari daerah lain,” tutupnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *