BeritaDaerahNasional

Jalan Masuk Pelabuhan Lewoleba Tergenang, Warga Keluhkan Akses Terganggu

96
×

Jalan Masuk Pelabuhan Lewoleba Tergenang, Warga Keluhkan Akses Terganggu

Sebarkan artikel ini
Genangan air bercampur lumpur kembali terlihat di jalan masuk Pelabuhan Laut Lewoleba, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. Foto: Istimewa.
Genangan air bercampur lumpur kembali terlihat di jalan masuk Pelabuhan Laut Lewoleba, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. Foto: Istimewa.

LEMBATA – Genangan air bercampur lumpur kembali terlihat di jalan masuk Pelabuhan Laut Lewoleba, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur. Kondisi ini dikeluhkan warga dan pengguna jasa pelabuhan karena menghambat akses keluar-masuk, terutama saat hujan deras.

Sejumlah pengendara motor dan pejalan kaki kesulitan melintas akibat jalan licin dan berlumpur.

“Setiap musim hujan pasti begini, air tergenang dan bau pesing. Kalau kemarau, debu tebal sekali,” kata Berto, warga Lewoleba, Senin (09/03/2026).

Baca Juga: Cuaca Buruk di Perairan Flores Timur, Kemenhub Imbau Nahkoda Tingkatkan Kewaspadaan

Pelabuhan Lewoleba sendiri baru diresmikan pada 24 Oktober 2024 setelah menjalani renovasi selama dua tahun. Namun, warga menilai masalah drainase dan kebersihan di sekitar pelabuhan belum terselesaikan.

Akibatnya, genangan air masih menjadi pemandangan rutin setiap musim hujan.

Selain mengganggu mobilitas, kondisi ini juga dinilai menurunkan citra pelabuhan sebagai pintu masuk utama aktivitas ekonomi dan pariwisata di Lembata.

Baca Juga: BKN dan BSI Jalin Kerja Sama Strategis, ASN Didorong Melek Keuangan Syariah

Warga berharap pemerintah daerah bersama Kementerian Perhubungan segera melakukan perbaikan drainase dan penataan ulang jalan agar akses menuju pelabuhan lebih nyaman dan aman.

Salah satu staf di Kantor Syahbandar Lewoleba saat ditemui menyebutkan bahwa genangan air tersebut akan segera ditangani.

“Genangannya itu akan disedot pakai mesin,” ujarnya singkat.

Baca Juga: DPRD Lembata Sepakat Rampungkan Perubahan Perangkat Daerah, Birokrasi Dipangkas Jadi 36 OPD

Sementara itu, ketika wartawan mencoba meminta keterangan lebih lanjut, Kepala Syahbandar Lewoleba tidak berada di ruangannya.***

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *