Harian Warga – Kabupaten Sikka, Flores menjadi saksi kehadiran Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, yang datang langsung meninjau kondisi warga terdampak gempa bumi pada Kamis (20/08/2026). Kehadiran Wapres membawa pesan kuat: negara hadir di tengah duka rakyatnya.
Pesawat yang ditumpangi Gibran mendarat di Bandara Frans Seda Maumere sekitar pukul 12.55 WITA setelah berangkat dari Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Tanpa banyak jeda, ia langsung menuju posko pengungsian. Di sana, Gibran menyapa warga, menanyakan kondisi mereka, dan memastikan distribusi logistik berjalan lancar.
Baca Juga: 1.725 Paket Sembako Bantuan Presiden Tiba di Maumere, Warga NTT Mulai Terima Dukungan Logistik
Gempa bermagnitudo 7,7 yang mengguncang Flores beberapa hari sebelumnya menimbulkan kerusakan besar. Ribuan rumah hancur, fasilitas umum rusak, dan korban jiwa tercatat di sejumlah wilayah. Hingga 19 Agustus, lebih dari 59 ribu warga terpaksa mengungsi ke lokasi aman.
Di lapangan, tenda-tenda darurat berdiri berjejer. Anak-anak, orang tua, hingga lansia bertahan dengan segala keterbatasan. Trauma masih terasa, terutama di kalangan anak-anak yang mengalami ketakutan mendalam.
Dalam kunjungannya, Wapres menegaskan bahwa keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan dasar menjadi prioritas. Pemerintah pusat bersama BNPB, TNI, Polri, dan pemerintah daerah bergerak cepat menyalurkan bantuan pangan, air bersih, obat-obatan, serta layanan kesehatan.
Baca Juga: Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Percepat Pemulihan Fasilitas Kesehatan NTT Pascagempa
“Yang paling penting sekarang adalah memastikan masyarakat merasa aman dan kebutuhan pokok tidak terputus,” ujar Gibran kepada petugas di lokasi.
Selain logistik, perhatian besar diarahkan pada pemulihan psikologis. Wapres membawa serta mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Indonesia untuk menjalankan program trauma healing. Mereka mengajak anak-anak bermain, menggambar, dan melakukan aktivitas yang bisa mengurangi rasa takut.
Suasana tenda pengungsian sesaat berubah lebih hangat. Tawa anak-anak terdengar, meski masih terselip rasa cemas. Kehadiran tim psikologi menjadi harapan baru bagi para orang tua yang khawatir akan kondisi mental anak-anak mereka.
Baca Juga: Kisah Gempita: Bayi yang Lahir di Tengah Gempa Sikka
Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menetapkan status tanggap darurat bencana gempa bumi selama 14 hari, mulai 15 hingga 28 Agustus 2026. Dengan status ini, seluruh sumber daya pemerintah daerah difokuskan untuk penanganan korban dan pemulihan wilayah terdampak.
Kementerian Kesehatan mengaktifkan sembilan Health Emergency Operation Center (HEOC) untuk memperkuat koordinasi layanan kesehatan.
Sementara Kementerian Keuangan menyalurkan dana sekitar Rp44 miliar untuk mendukung penanganan bencana.
Baca Juga: NTT Diguncang 686 Gempa Susulan, Ribuan Warga Mengungsi dan 47 Jiwa Meninggal
Di sela kunjungan, Gibran menyerahkan peralatan bayi kepada seorang ibu pengungsi. Gestur kecil itu menjadi simbol bahwa perhatian pemerintah tidak hanya sebatas pembangunan infrastruktur, tetapi juga menyentuh kebutuhan sehari-hari warga.
Ia juga menekankan pentingnya pendidikan anak-anak tetap berjalan meski dalam kondisi darurat. Pemerintah berupaya menyiapkan ruang belajar sementara agar anak-anak tidak kehilangan hak belajar.
Kunjungan Wapres Gibran ke Sikka menjadi bagian dari upaya mempercepat pemulihan Flores. Dari evakuasi, pendataan kerusakan, distribusi logistik, hingga trauma healing, semua diarahkan agar masyarakat segera bangkit.
Baca Juga: Bantuan Presiden Prabowo untuk Korban Gempa Sikka NTT
Di tengah rasa kehilangan, warga menemukan secercah harapan. Kehadiran negara melalui Wapres memberi keyakinan bahwa mereka tidak sendirian menghadapi bencana.***















