Pemerintah Kabupaten Lembata Buka Peluang Kuliah dan Kerja di Jepang

Harianwarga.id
17 Okt 2026 06:04
3 menit membaca

Harian Warga – Pemerintah Kabupaten Lembata terus memperluas kesempatan bagi generasi muda untuk mengakses pendidikan tinggi sekaligus membuka jalan menuju dunia kerja internasional.

Melalui penjajakan kerja sama dengan Institut Teknologi dan Bisnis (ITB) STIKOM Bali, pemerintah daerah kini menghadirkan program kuliah daring yang dipadukan dengan pelatihan bahasa Jepang serta peluang kerja di Negeri Sakura.

Program ini resmi dibuka untuk pendaftaran pada 16–25 Oktober 2026 melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Kabupaten Lembata. Sasaran utama adalah lulusan SMA/SMK sederajat yang ingin membangun masa depan lewat pendidikan dan pengalaman kerja internasional.

Kepala Dinas Nakertrans Kabupaten Lembata, Rafael Betekeneng, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan tindak lanjut dari pembicaraan intensif antara Bupati Lembata dan pimpinan STIKOM Bali di Jakarta. Setelah itu, perwakilan STIKOM Bali datang langsung ke Lembata untuk melakukan sosialisasi kepada pelajar di Kecamatan Nubatukan.

“Kuliah sambil kerja ini sangat bagus dan strategis. Anak-anak, di samping kuliah, juga bisa magang di Jepang,” ujar Rafael usai peresmian BLKK Ile Lewotolok Nusantara, Kamis (15/10/2026).

Dalam skema yang ditawarkan, peserta akan menjalani pelatihan bahasa Jepang selama enam bulan di Lembata.

Pada saat yang sama, mereka mengikuti perkuliahan daring melalui STIKOM Bali. Tahap persiapan ini diharapkan menjadi bekal sebelum peserta memasuki pendidikan lanjutan dan peluang kerja di Jepang.

Meski demikian, Rafael menegaskan bahwa nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kabupaten Lembata dan STIKOM Bali masih dalam tahap penjajakan. Penandatanganan akan dilakukan ketika program memasuki tahapan pelatihan sesuai kesepakatan kedua pihak.

Pemerintah Kabupaten Lembata berperan aktif dalam memberikan dukungan, bimbingan, pemantauan, serta memfasilitasi proses perekrutan dan pendaftaran. Aspek keterjangkauan biaya juga menjadi perhatian serius agar peluang ini dapat diakses oleh anak muda dari berbagai latar belakang ekonomi.

Rafael mengungkapkan, pihaknya telah meminta STIKOM Bali mempertimbangkan kondisi ekonomi calon peserta.

“Peserta rata-rata orang susah semua. Jadi bisa dipertimbangkan, dibantu dulu lalu dikembalikan seperti apa. Intinya, peserta harus dibantu pakai dana dari STIKOM Bali dulu,” katanya.

Rincian biaya pendidikan, pelatihan bahasa, mekanisme bantuan, serta kemungkinan pembayaran bertahap masih perlu diperjelas bersama penyelenggara.

Transparansi pembiayaan menjadi hal penting agar program benar-benar membuka kesempatan, bukan menambah beban keluarga.

Materi sosialisasi mencantumkan dua jalur pekerjaan di Jepang, yakni Visa Ikusei Shuro dengan penghasilan sekitar Rp18,5 juta per bulan dan Visa Tokutei Ginou dengan penghasilan sekitar Rp21,5 juta per bulan. Namun, angka tersebut masih perlu dikonfirmasi berdasarkan jenis pekerjaan, kontrak, jam kerja, potongan, pajak, dan biaya hidup.

Program ini terbuka bagi warga Lembata, baik laki-laki maupun perempuan, dengan syarat minimal lulusan SMA/SMK/MA atau Paket C, berusia maksimal 30 tahun, sehat jasmani dan rohani, serta tidak bertato.

Pendaftaran dilakukan di Kantor Dinas Nakertrans Kabupaten Lembata mulai 16–25 Oktober 2026, dengan kemungkinan perpanjangan masa pendaftaran.

Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui Umar di nomor 0812-3745-3781 dan Rahman di nomor 0878-5917-5793.

Bagi Pemerintah Kabupaten Lembata, program ini bukan sekadar membuka jalan menuju Jepang, tetapi juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Keberhasilan program ditentukan oleh mutu pelatihan, kepastian pendidikan, keterbukaan biaya, kejelasan kontrak, serta jaminan perlindungan pekerja.

Dengan persiapan matang dan kerja sama yang jelas, peluang kuliah sambil kerja di Jepang diharapkan menjadi jalan bagi generasi muda Lembata untuk meningkatkan kompetensi, memperluas pengalaman, dan membangun masa depan yang lebih baik.***

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x