Pertamina Pastikan Pasokan BBM di Lembata Tetap Berjalan, Tambah Pengiriman ke Tiga SPBU

Harianwarga.id
6 Nov 2026 12:30
2 menit membaca

PERTAMINA Patra Niaga Regional Jatimbalinus memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), tetap berjalan di tengah pemberitaan mengenai antrean di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) dan kenaikan harga Pertalite di tingkat pengecer.

Pertamina menyatakan terus melakukan pemantauan stok serta mengoptimalkan penyaluran BBM guna memenuhi kebutuhan masyarakat.

Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, mengatakan secara umum pasokan BBM ke Kabupaten Lembata tidak mengalami kendala. Namun, satu dari empat SPBU yang ada di wilayah tersebut, yakni SPBU 56.862.01, saat ini tidak beroperasi karena mengalami kendala finansial dalam pengelolaannya.

“Kami memastikan pasokan BBM ke Kabupaten Lembata tetap berjalan. Saat ini, penyaluran terus dioptimalkan melalui tiga SPBU yang beroperasi, dengan pemokan, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus telah menjadwalkan tambahan pengiriman BBM ke tiga SPBU yang masih beroperasi. Masing-masing SPBU akan menerima tambahan pasokan sebanyak 5.000 liter Pertalite dan 5.000 liter Biosolar,” ungkap Ahad Rahedi.

Selain itu, pemantauan terhadap stok dan realisasi penyaluran terus dilakukan guna memastikan ketersediaan BBM di setiap SPBU.

Di sisi layanan energi, saat ini juga terdapat satu SPBU baru yang sedang dalam proses pembangunan di Kabupaten Lembata.

Kehadiran SPBU tersebut diharapkan dapat menambah fasilitas pelayanan serta mendukung pemenuhan kebutuhan BBM masyarakat pada masa mendatang.

Pertamina juga memperkuat koordinasi dengan pengelola SPBU agar pelayanan kepada masyarakat berjalan tertib. Upaya itu termasuk mencegah pembelian berulang oleh kendaraan yang terindikasi melakukan penyalahgunaan BBM.

Koordinasi turut dilakukan bersama pemerintah daerah dan aparat penegak hukum (APH) untuk mendukung pengawasan serta penertiban terhadap potensi penyalahgunaan BBM bersubsidi, termasuk melalui modus pengisian berulang maupun penyalahgunaan surat rekomendasi.

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk melakukan pembelian BBM sesuai kebutuhan dan menggunakan BBM secara bijak. Pertamina terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, APH, serta seluruh lembaga penyalur agar penyaluran BBM bersubsidi dapat berjalan sesuai ketentuan dan tepat sasaran,” tutup Ahad.***

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x