BeritaNewsOlahragaSeni Budaya

KPOTI NTT dan Komunitas Baibereun Gelar TEMAN KITA 2026 di Lembata, Hidupkan Kembali Permainan Tradisional

42
×

KPOTI NTT dan Komunitas Baibereun Gelar TEMAN KITA 2026 di Lembata, Hidupkan Kembali Permainan Tradisional

Sebarkan artikel ini
KPOTI NTT dan Komunitas Baibereun Gelar TEMAN KITA 2026 di Lembata, Hidupkan Kembali Permainan Tradisional. Foto: Istimewa.
KPOTI NTT dan Komunitas Baibereun Gelar TEMAN KITA 2026 di Lembata, Hidupkan Kembali Permainan Tradisional. Foto: Istimewa.

Harian Warga – Komunitas Permainan dan Olahraga Tradisional Indonesia (KPOTI) Nusa Tenggara Timur (NTT) bersama Komunitas Baibereun menggelar kegiatan TEMAN KITA 2026 (Teras Main Kekinian Lembata) dengan tema “Bersama Bermain, Bersama Berdaya” di Desa Dulitukan, Kecamatan Ile Ape, Kabupaten Lembata, pada 6–8 Agustus 2026.

Mengusung konsep live in, para peserta tinggal bersama keluarga di Desa Dulitukan selama kegiatan berlangsung.

Anak-anak tidak hanya mengikuti perlombaan, tetapi juga membangun interaksi sosial, belajar nilai kebersamaan, serta mengenal kehidupan masyarakat secara langsung.

Baca Juga: Ketua Umum KADIN NTT Bobby Lianto Lantik Badan Pengurus KADIN Lembata

KPOTI menekankan bahwa bermain telah ada jauh sebelum kebudayaan terbentuk. Aktivitas ini menjadi pemicu lahirnya ide, kreasi, dan inovasi.

Bermain bersifat sukarela, tidak terikat ruang dan waktu, memiliki aturan yang disepakati, serta menghadirkan dua efek psikologis sekaligus: menegangkan dan menggembirakan.

“Dalam bermain (Homo Ludens), manusia sekaligus menunjukkan atribut berpikir (Homo Sapiens) dan berkarya (Homo Faber),” jelas Ketua KPOTI NTT, Sandro Wangak.

Baca Juga: Majelis Hakim PN Lembata Kembali Kabulkan Eksepsi Theresia Ina Erap Dkk: Gugatan David Lamawato Dkk Ditolak untuk Keempat Kalinya

Ia mencontohkan permainan gasing atau kote. Saat anak-anak Lembata melilit tali, melempar, dan menyentak gasing, mereka sedang mengekspresikan imajinasi tentang bentuk, keseimbangan, kecepatan, dan ketangkasan.

Bahkan proses membuat gasing dari kayu pilihan sudah melibatkan kolaborasi antara pikir dan tindak.

Sandro menyoroti bahwa pada 2026, permainan hasil kreasi anak-anak Lembata semakin jarang.

Baca Juga: Java Lava Group Kunjungi SMKS SANCTUS Lewoleba: Momentum Edukasi dan Budaya

Mayoritas mainan berasal dari produk instan pabrikan. Anak-anak hanya terlibat dalam sesi perayaan atau panen, tanpa kesempatan menggerakkan imajinasi dan kreativitas.

“Padahal, bermain punya peran penting dalam tumbuh kembang anak dan peradaban,” tegasnya.

Itulah alasan KPOTI NTT bersama Komunitas Baibereun mendesain kegiatan penuh nuansa bermain.

Baca Juga: Wisman Nikmati Trekking Gunung Ile Boleng, Adonara: Petualangan Alam yang Tak Terlupakan

Kedua komunitas meyakini, menciptakan ruang aman dan nyaman untuk bermain akan memberi kontribusi positif bagi tumbuh kembang anak Lembata. Bermain juga menjadi tali pengikat interaksi sosial antar anak.

Dengan branding TEMAN KITA 2026, kegiatan ini menghadirkan berbagai permainan rakyat dan olahraga tradisional khas Lembata.

Jenis permainan yang dilombakan antara lain:

  • Tali Merdeka.
  • Kasti tradisional.
  • Gasing/Kote.
  • Tembak Karet.
  • Hadang.
  • Engrang.
  • Kemote/Congklak.

Baca Juga: Analisis Critical Success Factor (CSF) – 9 Cluster Pembangunan Lembata 2025–2030

Selain itu, Parade Permainan menjadi salah satu agenda inti. Peserta menampilkan beragam jenis permainan beserta cerita di baliknya, dengan anak-anak sebagai pusat dan aktor utama kegiatan.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *