BeritaDaerahPariwisataSeni Budaya

Lembata Jadi Sorotan Wisatawan Mancanegara: Java Lava Trekking Gunung Ikonik NTT

89
×

Lembata Jadi Sorotan Wisatawan Mancanegara: Java Lava Trekking Gunung Ikonik NTT

Sebarkan artikel ini
Grup Java Lava. Foto. Istimewa.
Grup Java Lava. Foto. Istimewa.

Harian Warga – Pemerintah Daerah Lembata kembali menjadi sorotan wisatawan mancanegara. Kali ini, Grup Java Lava tiba di Bandara untuk memulai petualangan trekking ke sejumlah gunung ikonik di NTT. Kehadiran mereka disambut langsung oleh Rosalia Erna F. S. Ruing, Ketua SNKB Lembata sekaligus mantan PNS yang kini aktif sebagai Tour guide.

Dengan senyum ramah, Rosalia menjemput rombongan di area kedatangan. Ia memastikan setiap tamu merasa nyaman sejak langkah pertama di Lembata.

“Kami ingin wisatawan merasakan kehangatan masyarakat lokal, bukan sekadar menikmati panorama alam,” ujarnya.

Baca Juga: Satreskrim Polres Sumba Barat Daya Tindak Penjual BBM Subsidi Ilegal, 780 Liter Diamankan

Petualangan Gunung Ikonik Flores Timur – Lembata

Grup Java Lava dijadwalkan melakukan trekking ke beberapa gunung terkenal:

  • Mt. Ile Boleng – dikenal dengan puncak menantang dan panorama laut Flores.
  • Mt. Uyelewun – gunung megah yang menjadi simbol kebanggaan masyarakat Lembata.
  • Mt. Ile Werung – menawarkan jalur pendakian dengan pemandangan kawah eksotis.
  • Mt. Ile Ape – gunung berapi aktif yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan petualang.

Selain itu, rombongan juga akan mengunjungi Lamarela Village, desa nelayan tradisional yang terkenal dengan budaya menangkap ikan paus secara adat.

Di sana, wisatawan akan melihat langsung kehidupan masyarakat pesisir yang masih menjaga tradisi leluhur.

Baca Juga: Pemkab Lembata Resmi Lepas Kontingen Pramuka ke Jamda X NTT dan Jamnas XII 2026

Peran Tour Guide

Erna Ruing menegaskan bahwa kehadiran guide lokal bukan hanya soal teknis perjalanan, tetapi juga jembatan budaya.

“Wisatawan perlu memahami cerita di balik setiap gunung dan desa. Itulah yang membuat perjalanan mereka lebih bermakna,” katanya.

Dengan pengalaman panjang sebagai mantan PNS dan kini aktif di Usaha Jasa Perjalanan Wisata sebagai Tour Guide, Rosalia mampu mengemas perjalanan wisata menjadi lebih edukatif.

Baca Juga: Wabup Lembata H. Muhamad Nasir Lepas 53 Calon Taruna-Taruni Vokasi KKP 2026/2027

Ia tidak hanya memandu jalur trekking, tetapi juga memperkenalkan nilai-nilai lokal yang melekat pada setiap destinasi.

Tanggapan Bupati Lembata

Bupati Lembata menyampaikan apresiasi atas kedatangan Grup Java Lava yang memilih Lembata sebagai destinasi petualangan.

Menurutnya, momentum ini menjadi bukti bahwa Lembata semakin dikenal dunia internasional.

Baca Juga: Tiga Pentolan LBH SIKAP Lembata Resmi Dilantik Jadi Advokat oleh DPP KAI

“Kehadiran wisatawan mancanegara adalah energi baru bagi daerah. Pemerintah berkomitmen memperkuat infrastruktur, promosi, dan kualitas layanan agar Lembata semakin siap menjadi destinasi unggulan,” tegasnya.

Selain sektor pariwisata petualangan, Bupati juga menyoroti potensi wisata berbasis masyarakat.

Ia menegaskan bahwa nelayan, petani, dan peternak akan dikemas dalam konsep wisata tani yang membuka peluang pasar bagi produk unggulan daerah.

Baca Juga: BREAKING NEWS! Bentrokan Dua Desa di Adonara Timur, Kapus Ile Boleng: Satu Meninggal dan Dua Dirujuk

“Produk lokal seperti jagung titi akan menjadi daya tarik tersendiri. Wisata tani bukan hanya memperkenalkan hasil bumi, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat,” tambahnya.

Dampak Ekonomi dan Budaya

Kedatangan Grup Java Lava menjadi bukti bahwa Flotim dan Lembata semakin dikenal sebagai destinasi petualangan. Kehadiran wisatawan mancanegara memberi dampak langsung pada ekonomi lokal: hotel, homestay, restoran, hingga jasa transportasi merasakan manfaatnya.

Erna Ruing berharap momentum ini bisa terus dijaga dengan promosi yang lebih terarah.

Baca Juga: Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq Pimpin Rapat Evaluasi APBD dan Program Strategis 2026

“Semakin lama wisatawan tinggal, semakin banyak nilai rupiah yang berputar di masyarakat. Ini bukan hanya soal pariwisata, tetapi juga kesejahteraan masyarakat dan daerah,” tutupnya.***

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *