BeritaDaerahEkonomiNasionalTeknologi

Krisis Penyeberangan Lembata: Tiang Dolphin Pelabuhan Feri Waijarang Rusak, Ekonomi Lokal Terancam

125
×

Krisis Penyeberangan Lembata: Tiang Dolphin Pelabuhan Feri Waijarang Rusak, Ekonomi Lokal Terancam

Sebarkan artikel ini
Tiang Dolphin Pelabuhan Feri Waijarang Rusak. (Foto: Istimewa).
Tiang Dolphin Pelabuhan Feri Waijarang Rusak. (Foto: Istimewa).

LEMBATA – Keluhan sopir ekspedisi dan nelayan di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), semakin keras terdengar. Hingga kini belum ada kepastian kapan perbaikan akses Pelabuhan Feri Waijarang akan dilakukan oleh pihak PT ASDP Indonesia (Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan).

Masalah ini mencuat setelah tiang Dolphin di pelabuhan feri Desa Waijarang, Kecamatan Nubatukan, rusak akibat ditabrak kapal milik ASDP. Struktur Dolphin yang berfungsi vital sebagai tempat sandar (berthing) dan menambat (mooring) kapal kini lumpuh, sehingga jalur penyeberangan dari Lembata menuju Flores Timur dan Pelabuhan Bolok Kupang terhenti total.

Sebelumnya, pihak ASDP telah bertemu dengan pemerintah daerah Kabupaten Lembata untuk mencari solusi. Namun, waktu terus berjalan sementara kebutuhan akses laut masyarakat semakin meningkat. Transportasi laut yang menjadi denyut nadi ekonomi lokal kini justru berbalik menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan roda ekonomi Lembata.

Baca Juga: Momentum Kebersamaan: Launching Zakat Pejabat dan ASN di Kabupaten Lembata

Anggota DPRD Fraksi Nasdem, John Batafor, menegaskan bahwa persoalan ini telah memantik situasi publik.

Ia meminta Pemerintah Daerah bersama ASDP Indonesia segera mencari solusi jangka pendek maupun panjang untuk mengatasi kerusakan tersebut.

“Kerusakan ini berdampak besar bagi masyarakat dan pelaku usaha. Tidak ada buyer yang baik, sehingga muncul ruang monopoli harga. Hasil kebun masyarakat banyak yang rusak, nelayan tidak bisa membawa hasil tangkapan ke Kupang, dan sopir ekspedisi harus menelan pil pahit,” ujar John Batafor, Kamis (19/03/2026).

Baca Juga: Safari Ramadan Wakil Bupati dan Kapolres Lembata Disambut Hangat di Masjid Darul Ikhlas Tagawiti

John menambahkan, dampak sulit juga dirasakan oleh pelaku UMKM, buruh bagasi, dan pedagang asongan.

Karena itu, ia mengajak Pemerintah Daerah, ASDP Indonesia, dan DPRD Lembata untuk serius menyikapi persoalan besar ini demi kebutuhan utama masyarakat dalam layanan penyeberangan.

“Pemerintah Daerah harus tegas mengambil langkah dan segera menyikapi masalah ini,” tegasnya.***

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *