BeritaDaerahKesehatanNasionalPerempuan & Anak

Bupati Lembata Kanisius Tuaq Evaluasi Ketat Puskesmas, Target Stunting Turun Jadi 7,2% di 2026

117
×

Bupati Lembata Kanisius Tuaq Evaluasi Ketat Puskesmas, Target Stunting Turun Jadi 7,2% di 2026

Sebarkan artikel ini
Bupati Lembata Kanisius Tuaq Evaluasi Ketat Puskesmas, Target Stunting Turun Jadi 7,2% di 2026. Foto: Istimewa.
Bupati Lembata Kanisius Tuaq Evaluasi Ketat Puskesmas, Target Stunting Turun Jadi 7,2% di 2026. Foto: Istimewa.

LEMBATA – Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, S.P memimpin rapat evaluasi capaian sektor kesehatan tahun 2024–2025 sekaligus progres Januari 2026. Rapat yang berlangsung di ruang kerja Bupati ini dihadiri Plt. Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Donatus Boli, AKS., M.Si, Plt. Kepala Dinas Kesehatan dr. Bernadus Yoseph Beda, MM, serta seluruh kepala puskesmas se-Kabupaten Lembata.

Evaluasi ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat mutu pelayanan kesehatan, peningkatan Standar Pelayanan Minimal (SPM), serta percepatan penurunan stunting. Acuan evaluasi merujuk pada SK Bupati Lembata Nomor 127 Tahun 2022, Permenkes Nomor 34 dan 30 Tahun 2022, serta PMK Nomor 19 Tahun 2024.

Tiga puskesmas baru – Pada, Bean, dan Autaqnapoq – resmi menerima perpanjangan Surat Izin Operasional (SIO) hasil kerja sama dengan DPMPTSP.

Baca Juga: Proses Panjang Pemecatan ASN Lembata, Said Kopong: Semua Sesuai Aturan

Data Evaluasi Kesehatan:

  • Angka kematian ibu dan bayi masih menjadi perhatian utama.
  • Target penurunan stunting dalam RPJMD 2025–2029 sebesar 7,2% pada 2026.
  • Data ePPGBM Januari 2026 menunjukkan prevalensi stunting 17,8%, turun dari 31,7% (SSGI 2024).
  • Prevalensi underweight turun dari 21% (2024) menjadi 8,3% (2026).
  • Layanan wajib SPM: ibu hamil, balita, hipertensi, diabetes, TB, ODGJ berat, HIV.

Baca Juga: Harga Bawang Merah dan Putih di Lembata Tembus Rp60 Ribu per Kilogram

Capaian Layanan Puskesmas:

  • Pemeriksaan TB meningkat dari 5 puskesmas (2025) menjadi 10 puskesmas.
  • Layanan ODGJ berat naik dari 4 puskesmas (2024) menjadi 7 puskesmas (2025).
  • Layanan HIV masih terbatas, baru 3 puskesmas mengalami peningkatan.
  • Pelatihan tenaga kesehatan terus dilakukan untuk memperkuat kapasitas pelayanan.

Arahan Bupati Kanisius Tuaq:

  • Evaluasi kinerja puskesmas dilakukan setiap 3 bulan, 6 bulan, dan 1 tahun.
  • Indikator keberhasilan: angka kematian ibu-bayi dan penanganan stunting.
  • Setiap kasus kematian ibu-bayi harus ditangani serius dan sistematis.

Baca Juga: SAKIP Jadi Instrumen Kinerja Berbasis Hasil, Pemkab Lembata Serahkan SAKIP Award kepada 36 Penerima

  • Sanksi tegas bagi tenaga kesehatan yang lalai.
  • Rotasi dan mutasi jabatan dilakukan bila kinerja tidak optimal.
  • ASN yang melanggar aturan diberhentikan demi menjaga integritas institusi.

Dengan pendekatan berbasis data, Pemkab Lembata menegaskan komitmen menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas, merata, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.***

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *