BeritaEkonomi

Bupati Lembata Dorong Optimalisasi KUR Untuk Penguatan Usaha Masyarakat

17
×

Bupati Lembata Dorong Optimalisasi KUR Untuk Penguatan Usaha Masyarakat

Sebarkan artikel ini
Bupati Lembata Dorong Optimalisasi KUR Untuk Penguatan Usaha Masyarakat. Foto: Istimewa.
Bupati Lembata Dorong Optimalisasi KUR Untuk Penguatan Usaha Masyarakat. Foto: Istimewa.

LEMBATA – Menindaklanjuti arahan Gubernur Nusa Tenggara Timur, Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq, SP, menggelar rapat bersama dengan pimpinan perbankan yang ada di Kabupaten Lembata guna membahas penguatan pembiayaan usaha masyarakat melalui skema Kredit Usaha Rakyat (KUR), Kamis (05/02/2026).

Rapat ini berlangsung di ruang kerja Bupati yang dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lembata, Paskalis Ola Tapo bali, A.P., M.T, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Pimpinan Cabang Pembantu BRI Lembata, Pimpinan Cabang Bank NTT Lembata, serta Pimpinan Cabang Pembantu BNI Lembata.

Dalam rapat tersebut, Bupati Lembata menegaskan pentingnya optimalisasi KUR sebagai instrumen pembiayaan yang benar-benar berpihak kepada masyarakat kecil dan pelaku usaha produktif.

Baca Juga: Gubernur NTT Resmikan NTT Mart by Dekranasda Kabupaten Lembata

Menurutnya, KUR harus dimanfaatkan secara tepat sasaran dan berkelanjutan agar mampu mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Bupati, berkomitmen menciptakan skenario pendampingan usaha bagi para penerima KUR agar pemanfaatan pembiayaan berjalan efektif dan bertanggung jawab.

Sebagai contoh, Bupati menyampaikan skema pembagian KUR dengan melibatkan Bank BRI dan Bank BNI, masing-masing untuk 10 debitur, melalui kolaborasi yang terintegrasi dengan pemerintah daerah.

Baca Juga: Pilu Kasus Siswa SD Bunuh Diri di NTT, Puan Singgung Pentingnya Isu Mental dan Psikologi Anak

Skema ini diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk fokus pada satu jenis usaha yang dikelola secara serius, mulai dari produksi hingga pemasaran.

Sementara itu, kerja sama dengan Bank NTT telah berjalan, di mana masyarakat penerima manfaat diarahkan untuk mencapai kemandirian usaha setelah dua kali masa panen. Skema ini dinilai efektif karena memberikan ruang pembelajaran usaha kepada masyarakat hingga mampu menjalankan usahanya secara mandiri dan berkelanjutan.

Menanggapi hal tersebut, Pimpinan Cabang Pembantu BRI Lembata,Kusno Warsito menjelaskan bahwa saat ini mekanisme pembiayaan KUR masih dilakukan langsung kepada nasabah karena belum tersedianya skema offtaker. Meski demikian, BRI telah melakukan pembinaan terhadap sejumlah klaster usaha dan tetap mendorong nasabah agar lebih fokus dalam mengelola usaha produktifnya.

Baca Juga: Realisasi Pendapatan Daerah 2025 Capai 96,42 Persen, PAD Lembata Naik dari Tahun Sebelumnya

Sementara itu, Pimpinan Cabang Pembantu BNI Lembata, Frans Steven bedda menyampaikan bahwa pembahasan teknis terkait pelaksanaan KUR akan ditindaklanjuti secara internal dan disesuaikan dengan ketentuan serta Standar Operasional Prosedur (SOP) perbankan, termasuk penentuan skema kerja sama yang akan diambil.

Bupati Lembata menekankan bahwa KUR harus menjadi solusi utama pembiayaan rakyat, terutama di tengah kondisi ekonomi yang sensitif dan maraknya praktik pinjaman online ilegal yang merugikan masyarakat.

Oleh karena itu, pemerintah daerah siap memfasilitasi pendampingan dan pengawasan agar KUR dimanfaatkan sesuai dengan tujuan peningkatan kesejahteraan masyarakat.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *