BeritaDaerahEkonomiNews

Pemkab Lembata Resmikan Rumah Potong Unggas Waikomo untuk Perkuat Hilirisasi Peternakan

46
×

Pemkab Lembata Resmikan Rumah Potong Unggas Waikomo untuk Perkuat Hilirisasi Peternakan

Sebarkan artikel ini
Pemkab Lembata Resmikan Rumah Potong Unggas Waikomo untuk Perkuat Hilirisasi Peternakan. Foto: Istimewa.
Pemkab Lembata Resmikan Rumah Potong Unggas Waikomo untuk Perkuat Hilirisasi Peternakan. Foto: Istimewa.

Harian Warga – Pemerintah Kabupaten Lembata resmi memperkuat fondasi hilirisasi sektor peternakan melalui pengoperasian Rumah Potong Unggas (RPU) Waikomo di Kelurahan Lewoleba Barat, Kecamatan Nubatukan.

Fasilitas milik pemerintah daerah ini diluncurkan langsung oleh Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, pada Sabtu (08/08/2026), sebagai langkah strategis membangun ekosistem peternakan lokal yang lebih higienis, produktif, dan bernilai tambah.

Pengelolaan RPU Waikomo dipercayakan kepada Kelompok PSE Banneux sebagai mitra pengelola.

Baca Juga: Pemkab Lembata Apresiasi Frater CMM dalam Perayaan Syukur Hidup Membiara

Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu memperkuat mata rantai produksi unggas, meningkatkan kualitas pengolahan hasil ternak, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi peternak dan pelaku ekonomi masyarakat.

Bupati Kanisius menegaskan, pemanfaatan RPU merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam mengoptimalkan aset sekaligus mendukung program prioritas pembangunan. Hal ini sejalan dengan visi “Lembata Maju, Lestari, dan Berdaya Saing” melalui penguatan sektor unggulan nelayan, tani, dan ternak.

“Pemanfaatan Rumah Potong Unggas ini menjadi langkah nyata membangun ekosistem peternakan yang lebih produktif dan berdaya saing,” ujar Bupati Kanis.

Baca Juga: Desa Dulitukan Catat Sejarah, Permainan Rakyat Tampil di Panggung TEMAN KITA 2026

Menurutnya, perjalanan menghadirkan fasilitas tersebut tidak lepas dari tantangan, terutama keterbatasan pakan ternak di daerah kepulauan. Namun, berkat kerja sama pemerintah daerah dan Gereja, hambatan tersebut dapat diatasi hingga RPU siap dimanfaatkan.

Bupati juga menekankan pentingnya membangun kemandirian sektor peternakan, termasuk pengembangan industri pakan lokal agar keberlanjutan produksi terjamin.

Ia mengingatkan agar kesinambungan bahan baku unggas tetap dijaga melalui konsistensi produksi dan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan.

Baca Juga: Hari Kedua TEMAN KITA 2026 di Lembata: Meriah dengan Permainan Rakyat dan Dukungan Bupati

Sementara itu, Uskup Larantuka Mgr. Yohanes Hans Monteiro mengapresiasi kolaborasi antara pemerintah daerah dan Gereja dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Ia menegaskan bahwa tema Keuskupan Larantuka tahun 2026, “Pemberdayaan Ekonomi sebagai Ekspresi Iman”, menempatkan penguatan ekonomi umat sebagai bagian dari perwujudan iman dalam kehidupan nyata.

“Gereja tidak membangun ekonomi umat secara eksklusif, tetapi terbuka bagi semua pihak. Kemajuan Lembata harus dibangun bersama,” kata Uskup Hans Monteiro.

Baca Juga: KKJ NTT dan AJI Kupang Ingatkan Media: Jurnalisme Harus Berimbang, Bukan Provokatif

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Lembata juga menyerahkan satu unit alat pertanian cultivator kepada pihak Gereja sebagai dukungan terhadap program pemberdayaan ekonomi umat.

Acara launching turut dihadiri Uskup Larantuka, Romo Deken Lembata, Pastor Paroki St. Maria Banneux Lewoleba, pimpinan perangkat daerah, Kepala Bank NTT Cabang Lewoleba, Lurah Lewoleba Barat, mitra program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta pelaku usaha ayam lokal.

Melalui pengoperasian RPU Waikomo, Pemkab Lembata berharap sektor peternakan tidak hanya menjadi pemasok bahan baku, tetapi berkembang menjadi industri produktif yang mampu menciptakan nilai tambah, memperluas lapangan usaha, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *