BeritaDaerahNasionalNews

BREAKING NEWS! Bentrokan Dua Desa di Adonara Timur, Kapus Ile Boleng: Satu Meninggal dan Dua Dirujuk

92
×

BREAKING NEWS! Bentrokan Dua Desa di Adonara Timur, Kapus Ile Boleng: Satu Meninggal dan Dua Dirujuk

Sebarkan artikel ini
Keterangan Foto: Situasi Mencekam di Adonara Timur lantaran Pecah Konflik antara Desa Narasaosina vs Bele kembali pecah pagi ini, Sabtu, 18 Juli 2026/Foto: Istimewa.
Keterangan Foto: Situasi Mencekam di Adonara Timur lantaran Pecah Konflik antara Desa Narasaosina vs Bele kembali pecah pagi ini, Sabtu, 18 Juli 2026/Foto: Istimewa.

Harian Warga – Suasana pagi di Kecamatan Adonara Timur, Kabupaten Flores Timur, kembali diguncang oleh bentrokan antarwarga. Pertikaian yang melibatkan Desa Narasaosina dan Waiburak itu menelan korban jiwa dan meninggalkan luka mendalam bagi masyarakat setempat.

Seorang pemuda berusia 21 tahun dinyatakan meninggal dunia, sementara dua warga lainnya harus menjalani perawatan intensif akibat luka serius yang mereka alami.

Kepala Puskesmas Ile Boleng, Stefanus Ola Bura, mengonfirmasi bahwa para korban berasal dari Dusun Bele, Desa Waiburak.

Baca Juga: Dosen UPH Alexander Aur Raih Gelar Doktor dengan Disertasi Konservasi Integratif Paus Berbasis Kosmologi Lamalera

“Ada tiga pasien yang masuk. Satu meninggal, dua lainnya dirujuk, satu ke RSUD Lewoleba dan satu lagi ke RSUD Larantuka,” ujarnya saat dihubungi Suara Flores, Sabtu, 18 Juli 2026.

Stef Ola mengabarkan bahwa korban meninggal diketahui bernama Nayamudin Iskandar, pemuda 21 tahun yang meninggal setelah peluru menembus bagian jantungnya.

Dua korban lainnya adalah Purnama Bl, 19 tahun, yang mengalami luka tembak di dada bagian atas, serta Siti Saleha, perempuan 63 tahun, yang terkena peluru di kedua paha belakang.

Baca Juga: Bupati Lembata Larang Keras Penjualan BBM Subsidi di Lembata, Ancaman Hukuman 6 Tahun Penjara

Ketiganya sempat mendapat penanganan awal di Puskesmas Ile Boleng sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit yang lebih besar karena kondisi mereka membutuhkan perawatan lanjutan.

Stef Ola menambahkan, luka yang dialami para korban sebagian besar disebabkan oleh senjata rakitan. Hingga kini, belum ada laporan resmi mengenai korban dari pihak Desa Narasaosina.

Warga setempat menyebut, suasana mencekam sudah terasa sejak dini hari. Jeritan dan suara tembakan membuat sebagian besar warga memilih mengungsi sementara ke rumah kerabat di desa tetangga.

Baca Juga: Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq Lantik 13 Kepala Sekolah dan 42 Pejabat Fungsional

“Kami takut bentrokan makin besar. Anak-anak langsung kami bawa keluar kampung,” kata seorang warga Waiburak yang enggan disebutkan namanya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *