BeritaDaerahPendidikanPerempuan & AnakSeni Budaya

Literasi Berakar pada Kearifan Lokal, Festival Lembata 2026 Resmi Dibuka

23
×

Literasi Berakar pada Kearifan Lokal, Festival Lembata 2026 Resmi Dibuka

Sebarkan artikel ini
Literasi Berakar pada Kearifan Lokal, Festival Lembata 2026 Resmi Dibuka. Foto: Harianwarga.
Literasi Berakar pada Kearifan Lokal, Festival Lembata 2026 Resmi Dibuka. Foto: Harianwarga.

HARIAN WARGA – Di tengah derasnya arus teknologi dan informasi, kemampuan literasi menjadi semakin penting. Tidak hanya sekadar membaca dan menulis, tetapi juga memahami, mengolah, serta memanfaatkan informasi secara bijak.

Hal itu disampaikan Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, yang diwakili Asisten Administrasi Umum Setda Lembata, Yohanes Berchamans Daniel Dai, S.IP, saat membuka Festival Literasi Lembata 2026 di halaman Kantor Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lembata, Minggu (10/05/2026).

Festival kali ini mengusung tema “Dari Laut, Tanah, dan Kandang, Kita Menenun Literasi sebagai Nafas Kehidupan.”

Baca Juga: FELITA 2026 Lembata: Karnaval Literasi Resmi Dilepas, 41 Sekolah Ikut Meriahkan

Menurut Bupati melalui Mans Dai, tema tersebut bukan sekadar rangkaian kata, melainkan cerminan jati diri masyarakat Lembata. Laut, tanah, dan kandang adalah sumber kehidupan sekaligus simbol kerja keras, ketekunan, dan kearifan lokal.

“Literasi tidak hanya hadir di buku, tetapi juga hidup dalam pengalaman, tradisi, dan keseharian masyarakat. Laut menjadi inspirasi luasnya wawasan, tanah sebagai pijakan nilai kearifan, dan kandang sebagai simbol ketekunan dalam belajar dan berkarya,” ujar Dai.

Pemerintah Kabupaten Lembata memberikan apresiasi kepada Dinas Kearsipan dan Perpustakaan bersama seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan festival ini.

Baca Juga: Sat Reskrim Polres Lembata Jemput Pelaku Pencurian di Larantuka

“Kegiatan ini sangat strategis untuk menjadikan literasi sebagai budaya di daerah, khususnya bagi peserta didik. Harapannya, kegemaran membaca semakin meningkat sehingga lahir generasi cerdas dan berbudaya dari sekolah-sekolah di Lembata,” kata Dai.

Ia menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor, mulai dari lembaga pemerintah, NGO, BUMD, BUMN, satuan pendidikan di semua jenjang, pegiat literasi, penulis, budayawan, hingga seluruh stakeholder terkait.

“Dengan kerja sama semua pihak, literasi di Kabupaten Lembata akan berkembang dan menjadi nafas kehidupan masyarakat,” tutupnya.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *