BeritaNewsPerempuan & Anak

Peliputan Ramah Anak, Plan International dan Forum Jurnalis Lembata Gelar Konsultasi Buku Panduan

100
×

Peliputan Ramah Anak, Plan International dan Forum Jurnalis Lembata Gelar Konsultasi Buku Panduan

Sebarkan artikel ini
Peliputan Ramah Anak, Plan International dan Forum Jurnalis Lembata Gelar Konsultasi Buku Panduan. Foto: Istimewa.
Peliputan Ramah Anak, Plan International dan Forum Jurnalis Lembata Gelar Konsultasi Buku Panduan. Foto: Istimewa.

HARIAN WARGA – Peliputan berbasis perlindungan anak kini semakin ditegaskan sebagai praktik jurnalistik yang mengutamakan kepentingan terbaik anak, menjaga privasi, serta melindungi dari trauma maupun stigma. Pedoman utama ini mencakup perlindungan identitas (nama, wajah, lokasi), penggunaan bahasa yang santun, serta kehati-hatian dalam konten digital agar tidak meninggalkan jejak permanen yang merugikan anak.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, Plan International bersama Forum Jurnalis Lembata kembali menghadirkan praktik penulisan Buku Saku Jurnalisme Ramah Anak dan Perempuan. Kegiatan konsultasi buku panduan ini digelar pada Jumat (24/04/2026) di Olympic Ballroom, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

Forum Group Discussion (FGD) menghadirkan beragam pihak, mulai dari Youth Advisory Panel dampingan Plan International, Forum Puspa, Persatuan Guru BK, hingga Forum Kepala Sekolah. Pertemuan lintas profesi ini menjadi ruang bersama untuk menegaskan bahwa media di Lembata semakin sensitif terhadap hak dan martabat anak serta perempuan dalam pemberitaan.

Baca Juga: Wakil Ketua DPRD Lembata Soroti Sekolah Rusak, Anggaran Pusat Fokus ke Program Makan Bergizi Gratis

Sebelumnya, Plan International bersama Forum Jurnalis Lembata telah menggagas buku saku panduan peliputan anak berbasis perlindungan anak. Buku ini dirancang sebagai pegangan praktis bagi jurnalis dalam meliput isu perempuan dan anak dengan mengedepankan asas keadilan, kepatutan, serta penghargaan terhadap martabat anak sebagai manusia.

Dalam konsultasi kali ini, peserta dibagi ke sejumlah kelompok untuk menelaah isi buku saku secara lebih mendalam. Setiap kelompok diminta mengkaji relevansi materi dengan praktik peliputan di lapangan, sekaligus memberikan catatan, koreksi, dan evaluasi jika ditemukan bagian yang belum sesuai dengan prinsip peliputan ramah anak dan perempuan.

Suasana diskusi berlangsung lancar dan partisipatif. Beberapa perwakilan peserta menekankan pentingnya panduan yang mudah dipahami dan aplikatif, agar jurnalis mampu menghindari praktik pemberitaan yang berpotensi melukai psikologis anak atau menempatkan perempuan dalam posisi tidak adil.

Baca Juga: Bareskrim Polri Gandeng FBI Bongkar Jaringan Phishing Global, Sejoli Asal NTT Ditangkap

Melalui FGD ini, penyelenggara berharap buku saku yang tengah disempurnakan dapat menjadi pijakan bersama dalam membangun ekosistem media lokal yang lebih berempati, melindungi, dan berpihak pada kepentingan terbaik anak serta perempuan di Lembata.

Ketua Forum Jurnalis Lembata, Alexander P. Taum, mengakui masih banyak kekurangan dalam menjalankan tugas peliputan hingga publikasi kasus dari perspektif perlindungan anak. Akibatnya, kasus kekerasan terhadap anak terus bertambah dari hari ke hari.

Ia juga berharap buku saku panduan ini diharapkan menjadi salah satu upaya membangun sistem perlindungan anak secara komprehensif untuk mencegah dan menanggulangi kekerasan, pelecehan, penelantaran, dan eksploitasi.

Baca Juga: Dana BUMDes Raib Rp22,8 Juta, Ketua Lamadale Bongkar Dugaan Oknum Polisi Permainkan Dokumen Mobil L300

“Data kekerasan terhadap anak terus meningkat, baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. Masukan dari peserta FGD hari ini sangat berarti untuk menghasilkan buku panduan yang berkualitas,” tegas Alexander.***

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *