BeritaDaerahNasional

Kepala Syahbandar Lewoleba Tegaskan Soal Genangan Air dan Penataan Pedagang di Pelabuhan Lembata

19
×

Kepala Syahbandar Lewoleba Tegaskan Soal Genangan Air dan Penataan Pedagang di Pelabuhan Lembata

Sebarkan artikel ini
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Lewoleba, Agustinus Suprijanto R. S.Sos. Foto: Harianwarga.
Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Lewoleba, Agustinus Suprijanto R. S.Sos. Foto: Harianwarga.

HARIAN WARGA – Kondisi Pelabuhan Laut Lewoleba, Kabupaten Lembata, kembali menjadi sorotan publik. Genangan air yang kerap muncul di atas jalan pelabuhan saat musim hujan menimbulkan keluhan dari masyarakat dan pengguna jasa.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Lewoleba, Agustinus Suprijanto R. S.Sos., di temui di ruang kerjanya, Senin (13/04/2026) menegaskan bahwa persoalan tersebut bukan bagian dari aset yang diserahkan saat pengelolaan pelabuhan, sehingga pihaknya kesulitan mengajukan pembangunan drainase atau got ke Kementerian Perhubungan pusat.

Menurutnya, jalan dan terminal pelabuhan masih tercatat sebagai aset Pemda Lembata, bukan bagian dari aset yang diserahkan ke Kementerian Perhubungan.

Baca Juga: BRI Larantuka Diduga Gelapkan Uang Nasabah, Keamanan Rekening Dipertanyakan

“Kami berharap agar bagian aset pemda Lembata dapat segera menyerahkan itu sehingga menjadi dasar kami ajukan di Dirjen Kementerian Perhubungan pusat,” ujarnya.

Selain masalah genangan air, Kepala Syahbandar juga menyoroti keberadaan pedagang di kompleks pelabuhan.

Ia menegaskan bahwa pihaknya telah menyediakan tempat bagi pedagang agar tetap menjaga kebersihan.

Baca Juga: Komunitas Sound System Lembata Kukuhkan Pengurus Baru 2026–2029, Hadir Pemerintah dan Aparat Keamanan

Sementara itu, lapak yang berada di pintu masuk penumpang kapal Pelni akan ditinjau kembali agar lebih rapi dan tertata.

Pendekatan humanis terus dilakukan kepada para pedagang.

“Kami tidak akan menggunakan bahasa yang menyinggung atau memprovokasi. Kebebasan berwirausaha tetap kami dukung penuh, namun harus memperhatikan lingkungan yang bersih, aman, dan ramah,” tegasnya.

Baca Juga: Festival Lamaholot di Kupang: Bupati Lembata Tegaskan Komitmen Budaya Jadi Pilar Pembangunan

Menanggapi polemik yang beredar di media, Kepala Syahbandar menegaskan bahwa pihaknya tidak memiliki kepentingan terselubung.

Ia juga menekankan bahwa pelaksanaan operasional Pelabuhan Kelas III Lewoleba dijalankan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

Lebih Lanjut, Agustinus mengusulkan agar Pemda menghadirkan kapal roro. Hal ini dinilai penting untuk menjawab kebutuhan masyarakat Lembata yang sangat bergantung pada jalur laut.

Baca Juga: Silaturahmi Paskah dan Halal Bihalal di Wailolong: Persaudaraan Lintas Iman Tumbuh di Lembata

“Untuk pelabuhan saat ini sangat bisa kapal roro bersandar dan soal olah gerak sangat memungkinkan dan layak,” imbuhnya.

Kapal roro diyakini akan menjadi solusi transportasi yang lebih memadai bagi masyarakat, mengingat Lembata adalah kabupaten kepulauan yang menjadikan pelabuhan sebagai urat nadi perekonomian dan pintu masuk utama.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *