Berita

Membangun Solidaritas Ekonomi sebagai Tanda Pengharapan

28
×

Membangun Solidaritas Ekonomi sebagai Tanda Pengharapan

Sebarkan artikel ini
Surat Gembala Aksi Puasa Pembangunan (APP) 2026 Keuskupan Larantuka dengan Tema: Membangun Solidaritas Ekonomi Sebagai Tanda Pengharapan. Foto: Istimewa.
Surat Gembala Aksi Puasa Pembangunan (APP) 2026 Keuskupan Larantuka dengan Tema: Membangun Solidaritas Ekonomi Sebagai Tanda Pengharapan. Foto: Istimewa.

LARANTUKA – Tema ini lahir bukan sekadar dari pertimbangan sosial, melainkan dari refleksi iman Gereja. Gereja menyadari bahwa kehidupan ekonomi manusia tidak pernah netral secara teologis. Ia selalu terkait dengan martabat manusia, keadilan sosial, solidaritas, dan kasih Kristiani.

1. Dasar Teologis-Biblis: Dari Penciptaan Menuju Penebusan

Kitab Kejadian bab 2 dan 3 menegaskan bahwa manusia diciptakan dalam kebaikan, martabat, relasi, dan kelimpahan rahmat Allah. Allah menyediakan segala yang dibutuhkan manusia untuk hidup: rumah, makanan, relasi, dan makna hidup. Sejak awal, ekonomi dimaksudkan sebagai ekonomi kehidupan, bukan ekonomi eksploitasi.

Namun dosa merusak relasi tersebut: hubungan manusia dengan Allah, sesama, alam, serta struktur sosial dan ekonomi. Santo Paulus dalam Surat kepada Jemaat di Roma (Rm 5:12–19) menegaskan bahwa melalui ketidaktaatan Adam, dosa dan maut masuk ke dunia. Tetapi melalui ketaatan Yesus Kristus, Adam Kedua, rahmat dan kehidupan dianugerahkan kepada manusia.

Baca Juga: DWP RSUD Larantuka Gelar Aksi Pungut Sampah Peringati Hari Peduli Sampah Nasional

Yesus Kristus yang disalibkan dan bangkit adalah pusat pemulihan dunia.

2. Dasar Solidaritas Ekonomi Berakar pada Salib dan Kebangkitan

Solidaritas Kristiani tidak lahir dari ideologi sosial, melainkan dari salib Kristus. Di kayu salib, Kristus memanggul penderitaan manusia: ketidakadilan, kemiskinan, keterpinggiran, dan luka sosial dunia. Salib adalah tindakan kasih aktif Allah yang masuk ke dalam penderitaan manusia.

Dalam kebangkitan, Kristus membuka masa depan baru: memulihkan martabat manusia, menciptakan harapan baru, membangun kehidupan baru, dan menegakkan keadilan baru.

Baca Juga: Menemukan Kedamaian dalam Kesederhanaan

Maka, solidaritas ekonomi Kristiani berakar pada Misteri Paskah:

  • Dari salib lahir solidaritas.
  • Dari kebangkitan lahir pengharapan.
  • Dari Kristus lahir kehidupan baru.

Tanpa salib dan kebangkitan, solidaritas hanya menjadi etika sosial. Dengan salib dan kebangkitan, solidaritas menjadi perwujudan keselamatan.

3. Roh Kudus sebagai Subjek Transformasi

Transformasi hidup manusia tidak mungkin hanya mengandalkan kekuatan moral. Perubahan sejati adalah karya Roh Kudus.

Baca Juga: Menemukan Kepingan Surga yang Tertinggal di Don Poho, Desa Dolulolong

Roh Kudus membarui hati manusia, menyembuhkan luka batin, menggerakkan pertobatan sejati, mempersatukan komunitas, menumbuhkan kasih, dan membangun solidaritas.

Tanpa Roh Kudus:

  • Program pastoral hanya administratif.
  • Pemberdayaan ekonomi hanya teknokratis.
  • Solidaritas hanya ideologis.

Karena itu, Gereja membangun solidaritas ekonomi bukan sekadar proyek manusia, melainkan karya Roh Kudus dalam sejarah.

Baca Juga: MAN Lembata Klarifikasi Isu Pungli dan Nepotisme: Infaq Komite Rp70 Ribu Bukan Pungutan Liar

4. Pengharapan sebagai Orientasi Masa Depan Allah

Pengharapan Kristiani bukan sekadar optimisme psikologis. Ia adalah orientasi hidup menuju masa depan Allah.

Sebagaimana ditegaskan iman Gereja: Spes non confundit — harapan tidak mengecewakan — karena berakar pada kesetiaan Allah, bukan pada stabilitas dunia.

Membangun solidaritas ekonomi berarti membangun hari ini dengan orientasi Kerajaan Allah: bukan hanya untuk kesejahteraan sekarang, tetapi membentuk struktur yang adil sebagai cermin masa depan Allah.

Solidaritas ekonomi menjadi tanda profetis: tanda dunia baru yang sedang bertumbuh di dalam dunia lama.

Baca Juga: Penguatan Tata Kelola Zakat: BAZNAS Lembata Jadi Motor Pemberdayaan Umat

5. Kontekstualisasi Pastoral Keuskupan Larantuka

Nilai budaya lokal seperti Gemohing (Lamaholot), Mohing Danung, Tulun Tali, Genawung, Kumpu Kampo, dan Pohing Ling Holo-wali adalah modal teologis dan pastoral yang berharga.

Ini bukan sekadar warisan budaya, tetapi nilai Injil yang telah berinkulturasi. Solidaritas ekonomi harus dibangun berbasis komunitas, iman, dan kearifan lokal.

6. Arah Pastoral Konkret APP 2026

  • Penguatan Komunitas Basis Gerejani (KBG) sebagai pusat solidaritas ekonomi.
  • Membangun ekonomi komunitas, bukan ekonomi individualistik.
  • Penguatan Credit Union (CU) sebagai sarana pemberdayaan umat.

Baca Juga: Dukung Prabowo 2 Periode, DPC Gerindra Lembata; Pasokan Bahan Lokal Jadi Tantangan Program MBG

  • Pemberdayaan UMKM dan kelompok rentan.
  • Pendidikan ekonomi keluarga: hidup sederhana, menabung, dan pengelolaan keuangan.
  • Penolakan budaya konsumtif: judi online, pinjaman online, dan pesta berlebihan.
  • Pembangunan kemandirian ekonomi berkelanjutan.
  • Menjadikan ekonomi sebagai ekspresi iman melalui katekese orang dewasa dan anak-anak.

7. APP sebagai Proses Pertobatan Sosial

APP bukan sekadar program tahunan, tetapi proses pertobatan sosial Gereja. Pertobatan tidak hanya bersifat pribadi, melainkan juga struktural, komunitarian, sosial, kultural, dan ekonomis.

Baca Juga: Bupati Lembata Hadiri Tahbisan Uskup Larantuka, Teguhkan Semangat ‘Satu Tubuh, Satu Roh, Satu Harapan

Penutup

Gereja dipanggil bukan hanya merawat tradisi, tetapi mewujudkan Injil dalam kehidupan nyata.

Solidaritas ekonomi adalah:

  • Ekspresi salib Kristus.
  • Buah kebangkitan Kristus.
  • Karya Roh Kudus.
  • Tanda Kerajaan Allah.
  • Wujud iman.
  • Tanda pengharapan eskatologis.

Semoga Masa Prapaskah ini menjadi jalan pertobatan sejati, jalan pembaruan hidup, jalan pemurnian iman, jalan transformasi sosial, jalan solidaritas, dan jalan pengharapan.

Dalam semangat satu tubuh, satu Roh, satu pengharapan, dan dalam naungan Bunda Maria, Tuan Ma Reinha Larantuka, kita berjalan bersama menuju masa depan Allah yang penuh keadilan, kasih, dan damai.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *