JAKARTA – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi melanda sejumlah wilayah perairan Indonesia pada periode 28–31 Januari 2026.
Tinggi gelombang diperkirakan dapat mencapai 4 meter, sehingga berisiko terhadap keselamatan pelayaran dan aktivitas masyarakat di wilayah pesisir.
BMKG mencatat, pola angin di wilayah Indonesia bagian utara umumnya bergerak dari utara hingga timur laut dengan kecepatan 6–20 knot. Sementara itu, di wilayah selatan, angin bertiup dari barat hingga barat laut dengan kecepatan 6–25 knot.
“Kecepatan angin tertinggi terpantau di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Laut Arafuru,” tulis BMKG dalam keterangan resminya, Rabu (28/01/2026).
Wilayah dengan Potensi Gelombang Sedang
BMKG memprakirakan gelombang setinggi 1,25–2,5 meter berpeluang terjadi di sejumlah perairan, antara lain Selat Malaka bagian utara, Laut Natuna Utara, Laut Jawa bagian timur, Laut Sumbawa, Selat Makassar bagian tengah dan selatan, Laut Maluku, serta Laut Banda.
Selain itu, gelombang dengan ketinggian serupa juga berpotensi terjadi di Samudra Pasifik utara Maluku, Papua Barat Daya, Papua Barat, Papua, Samudra Hindia barat Aceh, Selat Karimata bagian utara, Laut Bali, dan Laut Flores.
Baca Juga: Bupati Lembata Pimpin Rapat Koordinasi, Tekankan Percepatan Program dan Optimalisasi Anggaran 2026
Wilayah dengan Potensi Gelombang Tinggi
Sementara itu, gelombang tinggi dengan ketinggian 2,5–4,0 meter diprakirakan berpeluang terjadi di Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, Kepulauan Mentawai, Bengkulu, dan Lampung.
Potensi gelombang tinggi juga terpantau di Samudra Hindia selatan Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), hingga Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain itu, Laut Arafuru bagian barat, tengah, dan timur turut masuk dalam wilayah waspada.
Imbauan Keselamatan Pelayaran
BMKG mengingatkan bahwa potensi gelombang tinggi ini dapat membahayakan keselamatan pelayaran. Masyarakat, khususnya pengguna transportasi laut, diminta untuk meningkatkan kewaspadaan.
Baca Juga: Forum Jurnalis Lembata Gelar Edukasi Media Sosial di SMKN 1 Lewoleba
BMKG mencatat risiko tinggi dapat terjadi pada perahu nelayan saat kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang 1,25 meter, kapal tongkang pada kecepatan angin 16 knot dengan gelombang 1,5 meter, serta kapal ferry pada kecepatan angin 21 knot dan tinggi gelombang 2,5 meter.
“Masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di wilayah pesisir diimbau untuk selalu waspada terhadap potensi gelombang tinggi dan memantau informasi cuaca maritim terkini dari BMKG,” demikian imbauan BMKG.***













