Pemerintah Kabupaten Lembata bersama Yayasan Ile Lewotolok Nusantara meresmikan BLKK Kejuruan Teknik Otomotif. (Foto: Istimewa).Harian Warga – Suasana pelataran STM Ile Lewotolok, Lewoleba, Kamis (15/10/2026), terasa berbeda. Ratusan warga, pelajar, hingga tokoh masyarakat berkumpul menyaksikan momen bersejarah: peresmian Balai Latihan Kerja Komunitas (BLKK) Kejuruan Teknik Otomotif.
Fasilitas ini lahir dari kolaborasi Pemerintah Kabupaten Lembata bersama Yayasan Ile Lewotolok Nusantara, dengan dukungan penuh Kementerian Ketenagakerjaan RI. Nilai investasinya mencapai Rp800 juta, terdiri dari Rp500 juta untuk pembangunan fisik gedung dan Rp300 juta untuk pengadaan peralatan praktik.
Peresmian ditandai dengan penandatanganan MoU antara Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, S.P., dan Kepala BLKK, Ferdinandus Koda. Tepuk tangan meriah mengiringi prosesi tersebut, seolah menegaskan harapan besar masyarakat terhadap hadirnya pusat pelatihan ini.
Baca Juga: Alfamart Gandeng UMKM Lembata: Toko Perdana Jadi Panggung Produk Lokal
Harapan Baru untuk SDM Lembata
Bupati Kanisius Tuaq menegaskan, BLKK bukan sekadar bangunan baru, melainkan simbol komitmen pemerintah dalam menyiapkan generasi muda yang terampil dan berdaya saing.
“Kita ingin anak-anak Lembata tidak hanya bermimpi, tetapi juga punya bekal nyata untuk menghadapi dunia kerja,” ujarnya dengan nada penuh keyakinan.
Ia menambahkan, kehadiran BLKK akan membuka jalan bagi masyarakat luas untuk mengakses pendidikan vokasi tanpa batasan usia.
Baca Juga: Warga Adat Blokade Jalan, Bupati Lembata Mundur dari Sosialisasi PLTP Atadei
“Siapa pun bisa belajar di sini. Tidak ada biaya pendaftaran. Yang dibutuhkan hanya niat dan kemauan,” tegasnya.
Pelatihan Gratis, Teknologi Terkini
Tenaga Ahli BLKK, Ponsianus Demon Wuring, menjelaskan bahwa program pelatihan terbuka bagi semua kalangan. Didukung dua pelatih berpengalaman, peserta akan dibekali keterampilan teknis mulai dari perbaikan mesin karburator konvensional hingga teknologi sepeda motor listrik.
“Peserta tidak hanya belajar teori, tetapi langsung praktik dengan peralatan modern. Targetnya, mereka bisa menjadi mekanik handal atau bahkan membuka usaha bengkel sendiri,” kata Ponsianus.
Baca Juga: ETMC XXXV 2026 Flores Timur: Panitia Matangkan Venue dan Tiket Terusan Rp200 Ribu
Sinergi Pemerintah dan Komunitas
Kepala BLKK, Ferdinandus Koda, menyambut baik dukungan pemerintah.
Ia berharap sinergi ini terus berlanjut agar BLKK mampu melahirkan tenaga kerja terampil yang siap bersaing di pasar kerja maupun mencetak wirausahawan baru.
“BLKK ini bukan hanya milik pemerintah atau yayasan, tetapi milik masyarakat Lembata. Kita ingin mencetak generasi yang mandiri, kreatif, dan berani membuka peluang usaha,” ujarnya.
Investasi Jangka Panjang
Fasilitas senilai Rp800 juta ini dipandang sebagai investasi jangka panjang bagi Kabupaten Lembata.
Dengan adanya BLKK, pemerintah berharap angka pengangguran bisa ditekan, sekaligus meningkatkan kualitas SDM lokal.
Selain itu, keberadaan BLKK juga diharapkan menjadi magnet bagi anak-anak muda yang selama ini merantau ke luar daerah untuk mencari pelatihan. Kini, mereka bisa belajar langsung di kampung halaman dengan fasilitas yang tak kalah modern.
Baca Juga: Prediksi MotoGP Mandalika 2026: Duel Panas di Lombok
Antusiasme Warga
Sejumlah warga yang hadir mengaku antusias. Yulius, seorang pemuda asal Lewoleba, mengatakan dirinya sudah mendaftar untuk ikut pelatihan.
“Saya ingin belajar tentang motor listrik. Sekarang dunia sudah berubah, bengkel juga harus ikut maju,” tuturnya.
Sementara itu, Maria, seorang ibu rumah tangga, menyebut BLKK sebagai peluang emas bagi anak-anaknya.
Baca Juga: Keuskupan Larantuka Tolak Proyek Geotermal di Flores Timur dan Lembata
“Daripada hanya nongkrong, lebih baik ikut pelatihan. Siapa tahu bisa jadi mekanik dan punya usaha sendiri,” katanya.
Langkah Nyata Menuju SDM Unggul
Peresmian BLKK Otomotif ini menjadi bukti nyata bahwa pemerintah daerah serius menyiapkan SDM unggul.
Tidak hanya fokus pada pendidikan formal, tetapi juga membuka ruang bagi keterampilan praktis yang langsung bisa diaplikasikan di dunia kerja.
Dengan dukungan Kemenaker RI, BLKK Lembata diharapkan menjadi model pelatihan komunitas yang bisa ditiru daerah lain. Sebuah langkah kecil, namun dampaknya bisa besar bagi masa depan generasi muda.***


Tidak ada komentar