Berita

Alexander Taum; Informasi Ibarat Oksigen, Peran Pers Menyediakan Oksigen Yang Sehat Bagi Publik

13
×

Alexander Taum; Informasi Ibarat Oksigen, Peran Pers Menyediakan Oksigen Yang Sehat Bagi Publik

Sebarkan artikel ini
Ketua Forum Jurnalis Lembata, Alexander Paulus Taum saat menerima Piagam Penghargaan. Foto: Harianwarga/Ivan Apelabi.
Ketua Forum Jurnalis Lembata, Alexander Paulus Taum saat menerima Piagam Penghargaan. Foto: Harianwarga/Ivan Apelabi.

LEMBATA – Tantangan terkini, informasi di internet justru dimanipulasi oleh opini – opini publik yang sebenarnya tidak ada akhirnya dianggap ada, sebab di negara demokrasi, informasi ibaray oksigen yang menjadi barang publik.

Hal tersebut ditegaskan oleh Ketua Forum Jurnalis Lembata (FJL), Alexander Paulus Taum dalam sambutan memperingati Hari Pers Nasional (HPN) di Lapangan Harnus Lewoleba, Senin (09/02/2026).

Menurutnya, disrupsi teknologi dan kebebasan pers menjadi dua pukulan terberat bagi pers dalam menghadirkan jurnalisme yang berkualitas. Padahal, kualitas demokrasi salah satunya dipengaruhi oleh kualitas jurnalisme dalam menghadirkan informasi sebagai barang publik.

Baca Juga: HPN 2026 di Lembata, Pers Didorong Kritis, Beretika, dan Berpihak pada Kepentingan Publik

“Di negara demokrasi, informasi ibarat oksigen yang menjadi barang publik. Jika kualitas informasi yang disuplai untuk publik tidak berkualitas, bisa berdampak pada kualitas demokrasi. Pers punya peran menyediakan ‘oksigen’ yang sehat untuk publik”, tegas San Taum sapaan akrab Ketua FJL.

Seperti yang diketahui, di era disrupsi teknologi, Uber, Gojek, Grab→mendisrupsi taksi konvensional. Netflix, YouTube → mendisrupsi industri TV dan bioskop.

E-commerce (Tokopedia, Shopee) →mendisrupsi toko fisik. AI dan otomasi → mendisrupsi kerja administratif dan industri manufaktur. Fintech → mendisrupsi bank tradisional.

Baca Juga: HUT HPN 2026, FJL Perkuat Literasi di Tengah Masyarakat

Media mungkin tidak berhasil membuat publik memercayai sesuatu, tetapi selalu berhasil membuat publik memikirkan suatu isu. Ketika narasi yang dimanipulasi oleh media-media arus utama itu masuk dalam percakapan publik, maka akan menjadi wacana yang dianggap benar oleh masyarakat.

“Pada titik ini, kredibilitas, integritas, dan independensi media, dan juga jurnalis, menentukan ke mana arah demokrasi kita, ke arah mana publik dituntun”, jelasnya.

Oleh karena itu, tugas pers ke depan adalah menyajikan berita yang lebih jernih dan bisa menjelaskan informasi melebihi opini-opini warga yang banyak beredar di media sosial. Hal itu sangat bisa dilakukan karena pers terikat pada kode etik, dan juga undang-undang.

Baca Juga: Kiprah Forum Jurnalis Lembata dalam Menyongsong Hari Pers Nasional 2026

“Jurnalisme berkualitas menjadi elemen penting untuk menyebarkan informasi menjadi jernih dengan merekam fakta sebaik-baiknya. Namun, di era sekarang, hal tersebut jelas tidak mudah dilakukan oleh jurnalis karena melimpahnya informasi di media sosial”, tutur San Taum.

Melihay hal tersebut, Ia juga menegaskan Peranan cross-check dan filter berita dalam newsroom memegang peranan penting untuk meningkatkan kualitas berita. Media juga harus melihat pembaca sebagai bagian integral dalam proses pembuatan berita.

“Media harus peka terhadap permintaan pembaca, bahkan menjadikan pembaca sebagai bagian dari ekosistem informasi. Media dan jurnalisme, dalam hal ini, bertanggung jawab memastikan bahwa teknologi hanya alat yang membantu meningkatkan kualitas jurnalisme, bukan sebaliknya”, tegas ketua FJL.

Baca Juga: Menyongsong HPN 2026, FJL Sambangi Ponpes Al-Fatah Lembata

Alexander salah satu dari lima awak media penerima piagam penghargaan atas dedikasi selama kurang lebih 20 tahun setia sebagai jurnalis  juga mengatakan, Hari Pers Nasional (HPN) diperingati setiap 9 Februari bertepatan peringatan hari lahir Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada 9 Februari 1946 di Surakarta.

Penetapan ini didasarkan pada Keputusan Presiden No. 5 Tahun 1985 yang ditandatangani Presiden Soeharto, guna menegaskan peran pers sebagai pilar demokrasi dan perjuangan nasional.

Bagaimana Forum Jurnalis Lembata memaknai HPN 2026, yakni melalui sejumlah kegiatan sosial dan edukatif, FJL berupaya memperkuat literasi, membangun kedekatan sosial, dan mendorong terciptanya ekosistem pers yang sehat di Kabupaten Lembata.

Baca Juga: Bupati Lembata Terima Audiensi Bina Sejahtera Baru dan Plan Indonesia, Perkuat Jaringan Muro Pesisir

Diketahui, secara Nasional, memperingati Hari Pers Nasional (HPN) ke 80 yang mengangkat tema,  “Pers sehat, ekonomi berdaulat, Bangsa kuat”, dirayakan dengan hikmah oleh FJL Provinsi Nusa tenggara timur.

Perayaan itu sungguh bermakna meneguhkan kemitraan strategis dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Lembata. Kritik boleh, namun tetap bermartabat.

Hadir dalam acara Hari Pers Nasional tersebut antara lain, Bupati Lembata, Kanis Tuaq, Wakil Ketua ll DPRD Lembata, Gewura Fransiskus, Anggota DPRD, Petrus Gero, FX Atawolo dan Ramdan Kalang. Asisten lll, Berchmas Dai Wutun, Kadis Pariwisata Adnreas Yakobus Wuwur, Kadis Lingkungan Hidup, Chris Rimba Raya, Kepala Bapenda, Lukman Suksin, dan Ketua Bawaslu, Bayo Febry.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *