Harian Warga – Kabar sukacita datang dari Desa Hoelea, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata. Dalam semangat kebersamaan dan gotong royong, Suku Belutowe secara resmi menghibahkan tanah adat miliknya untuk pembangunan Sekolah Menengah Atas Katolik (SMAK) di Desa Hoelea.
Keputusan mulia ini disepakati dalam pertemuan adat yang digelar pada Rabu, (17/09/2026), pukul 13.38 WITA, bertempat di salah satu rumah warga. Pertemuan tersebut dihadiri oleh tokoh-tokoh adat Suku Belutowe, Pastor Paroki Santu Yusuf Hoelea, serta perwakilan dari Kantor Departemen Agama (Kandepag) Kabupaten Lembata.
Suasana pertemuan berlangsung penuh kekeluargaan dan persaudaraan. Para tetua adat Suku Belutowe menyampaikan dengan tulus ikhlas kerelaan mereka menyerahkan lahan untuk kepentingan pendidikan generasi muda.
Baca Juga: Mantan Presiden RI Joko Widodo Kunjungi Korban Gempa Flores di Pulau Palue
“Kami dari Suku Belutowe melihat pendidikan adalah jalan masa depan. Tanah ini kami hibahkan bukan untuk kami, tapi untuk anak cucu kami di Hoelea agar bisa sekolah yang layak dan bermutu,” ungkap salah satu tokoh adat dalam pertemuan tersebut.
Pihak Paroki Santu Yusuf Hoelea menyambut baik hibah ini dan menyampaikan terima kasih yang mendalam atas kemurahan hati Suku Belutowe.
Pembangunan SMAK Katolik ini diharapkan menjadi pusat pendidikan Katolik yang berkualitas, berakar pada budaya adat, serta menjawab kebutuhan pendidikan menengah di wilayah Hoelea dan sekitarnya.
Baca Juga: Pelatihan Public Speaking Perwabantt Lewoleba Tingkatkan Percaya Diri Perempuan
Kandepag Kabupaten Lembata, H. Jamaludin Malik, S.Ag yang turut hadir juga menyatakan dukungan penuh dari pemerintah terhadap inisiatif kolaboratif antara masyarakat adat, gereja, dan pemerintah ini.
Dengan adanya hibah tanah ini, proses persiapan pembangunan SMAK Katolik Hoelea akan segera memasuki tahap selanjutnya, termasuk pengurusan legalitas hibah dan perencanaan pembangunan fisik.
Suku Belutowe adalah salah satu suku asli di Desa Hoelea yang memegang teguh nilai adat dan kebersamaan.
Hibah tanah ini menjadi bukti nyata kontribusi adat untuk kemajuan pendidikan, sekaligus wujud nyata iman dan budaya berjalan bersama demi masa depan anak-anak Hoelea.***














