BeritaDaerahEkonomiNasionalPariwisataSeni Budaya

Festival Lamaholot 2026 Resmi Ditutup, Budaya Jadi Penggerak Ekonomi Lembata

87
×

Festival Lamaholot 2026 Resmi Ditutup, Budaya Jadi Penggerak Ekonomi Lembata

Sebarkan artikel ini
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Yakobus Andreas Wuwur membacakan sambutan Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq di malam penutupan Festival Lamaholot 2026. Foto: Istimewa.
Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Yakobus Andreas Wuwur membacakan sambutan Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq di malam penutupan Festival Lamaholot 2026. Foto: Istimewa.

Harian Warga – Festival Lamaholot 2026 kembali menjadi magnet kebersamaan masyarakat Lembata. Bukan sekadar panggung hiburan, ajang ini tampil sebagai wadah pemersatu sekaligus motor penggerak ekonomi daerah.

Pesan itu ditegaskan Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, melalui sambutan yang dibacakan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Yakobus Andreas Wuwur, pada malam penutupan festival, Sabtu (04/07/2026).

Menurut Bupati Tuaq, Festival Lamaholot bukan hanya memperlihatkan jati diri orang Lamaholot, tetapi juga menjadi ruang untuk menggali potensi seni, budaya, dan kearifan lokal.

Baca Juga: Eksistensi Budaya Lamaholot di Tengah Arus Digitalisasi

“Saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada panitia, peserta, serta semua pihak yang mendukung penuh sehingga festival tahun ini berjalan lancar,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya menjadikan festival sebagai spirit menjaga nilai-nilai luhur budaya agar tidak terkikis oleh arus modernisasi.

Momentum ini, kata Bupati, bukan sekadar ajang berkumpul, melainkan kesempatan untuk kembali menyatu dengan akar sejarah dan identitas Lamaholot.

Baca Juga: Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq Pimpin Rapat Evaluasi APBD dan Program Strategis 2026

“Melalui Festival Lamaholot, kita meneguhkan tradisi persaudaraan, kekerabatan, dan semangat gotong royong dalam membangun daerah dan bangsa,” tambahnya.

Bupati Tuaq juga menegaskan komitmen membangun daerah yang maju secara ekonomi, namun tetap berakar pada budi pekerti.

Ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menguatkan karakter adat, budaya, dan kearifan lokal agar tetap hidup dan lestari.

Baca Juga: Perwabantt Lewoleba Dorong Literasi Keuangan Digital Lewat Sosialisasi QRIS Bank NTT

Pesan khusus disampaikan kepada generasi muda. Mereka diminta terus mencintai, menggali, dan melestarikan warisan seni, budaya, serta adat Lamaholot.

“Adat, seni, budaya, dan kearifan lokal adalah akar peradaban kita. Jika akar ini hilang, maka jalan menuju masa depan pun akan rapuh,” tandasnya.

Festival Lamaholot 2026 pun ditutup dengan semangat baru: menjaga warisan leluhur sekaligus membuka ruang bagi pertumbuhan ekonomi kreatif di Lembata.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *