Harian Warga – Persatuan Wanita Bank NTT (Perwabantt) Cabang Lewoleba mulai memperkuat literasi keuangan digital di kalangan anggotanya.
Melalui Seksi Pendidikan, organisasi tersebut menggelar sosialisasi penggunaan sistem pembayaran non-tunai Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) Bank NTT di ruang rapat Gedung Bank NTT Cabang Lewoleba, Jumat (03/07/2026).
Kegiatan itu menjadi bagian dari agenda Perwabantt yang dikemas dalam tiga sesi, yakni senam kebugaran, arisan, dan sosialisasi transaksi pembayaran digital.
Baca Juga: Keunikan Sarung Adat Ile Ape Proses 3 Tahun Hargai Rp25 Juta, Memukau Pengunjung Festival Lamaholot
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap transformasi layanan perbankan sekaligus memperkuat peran para anggota sebagai pendamping dan motor penggerak dalam mendukung tugas suami.
Ketua Perwabantt Cabang Lewoleba, Fransiska Kolin, mengatakan sosialisasi dilakukan karena masih banyak anggota yang belum memahami cara menggunakan QRIS maupun manfaat transaksi pembayaran digital.
“Kami ingin seluruh anggota Perwabantt mengenal dan memahami penggunaan QRIS sehingga dapat memanfaatkannya dalam kehidupan sehari-hari. Dengan begitu, ibu-ibu juga dapat menjadi penyambung informasi kepada masyarakat mengenai pentingnya bertransaksi secara non-tunai,” kata Fransiska Kolin.
Untuk memberikan pemahaman yang komprehensif, Perwabantt menghadirkan narasumber dari Marketing Dana Bank NTT Cabang Lewoleba, Vina Lewokerore.
Dalam pemaparannya, Vina menjelaskan bahwa pembayaran menggunakan QRIS Bank NTT dapat dilakukan melalui aplikasi resmi B’Pung Mobile Bank NTT.
Pengguna cukup membuka aplikasi, masuk menggunakan PIN atau autentikasi biometrik, memilih menu QRIS atau Scan, kemudian memindai kode QR milik merchant, memastikan nominal transaksi, dan memasukkan PIN untuk menyelesaikan pembayaran.
Baca Juga: Bupati Lembata Sampaikan Laporan Pertanggungjawaban APBD 2025 dalam Rapat Paripurna DPRD
“Anda hanya perlu memindai kode QR dari merchant tujuan dan mengonfirmasi nominal transaksi tanpa ada tambahan biaya admin,” ujar Vina.
Menurut dia, selain melalui aplikasi B’Pung Mobile, transaksi ke merchant QRIS Bank NTT juga dapat dilakukan menggunakan berbagai aplikasi mobile banking maupun dompet digital lain yang telah terhubung dengan sistem QRIS nasional.
Ia mengatakan penggunaan QRIS menawarkan sejumlah keuntungan bagi masyarakat. Selain membuat transaksi lebih cepat dan praktis, sistem pembayaran digital juga mengurangi risiko kehilangan uang tunai maupun menerima uang palsu.
Baca Juga: Antrean Panjang dan Kelangkaan BBM Subsidi di Lembata, Bupati-Wabup Pimpin Operasi Transparansi
Seluruh transaksi pun tercatat secara otomatis sehingga memudahkan pengguna mengelola pengeluaran.
“Pembayaran menjadi lebih aman, praktis, dan efisien. Pengguna juga tidak perlu membawa uang tunai dalam jumlah besar saat berbelanja,” katanya.
Fransiska Kolin berharap seluruh anggota Perwabantt segera beradaptasi dengan perkembangan teknologi pembayaran digital.
Baca Juga: Membaca Ulang Jalan Revolusi: Demokrasi Harus Kembali Pada Tujuan Bernegara
Menurut dia, pemanfaatan QRIS tidak hanya mempermudah transaksi, tetapi juga mendukung upaya pemerintah dan Bank Indonesia dalam memperluas ekosistem pembayaran non-tunai.
Ia juga mengajak anggota yang belum memiliki aplikasi B’Pung Mobile agar segera mengaktifkannya sehingga dapat memanfaatkan layanan QRIS, terutama ketika bepergian ke daerah-daerah yang telah menerapkan transaksi digital secara luas.
“Manfaat QRIS sangat besar. Transaksi menjadi lebih aman, tidak perlu membawa banyak uang tunai, terhindar dari risiko uang palsu, dan lebih praktis. Kami berharap ibu-ibu Perwabantt menjadi contoh sekaligus corong informasi bagi masyarakat Lembata dalam memanfaatkan pembayaran digital,” ujar Fransiska.
Baca Juga: Kejari Waiwerang Tahan Tiga Tersangka Korupsi Proyek Air Bersih di Flores Timur
QRIS merupakan standar nasional kode respons cepat yang dikembangkan Bank Indonesia untuk mengintegrasikan berbagai layanan pembayaran digital di Indonesia.
Melalui satu kode QR, masyarakat dapat melakukan pembayaran menggunakan berbagai aplikasi mobile banking maupun dompet digital secara cepat, aman, dan efisien.
Melalui kegiatan tersebut, Perwabantt Cabang Lewoleba berharap literasi keuangan digital anggotanya semakin meningkat sehingga mampu mendorong terbentuknya budaya transaksi non-tunai di Kabupaten Lembata yang lebih inklusif dan modern.***














Respon (1)