LEMBATA – Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Koperindag) Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, melakukan monitoring harga kebutuhan pokok di sejumlah toko dan pasar, serta memantau distribusi beras melalui armada kapal di Pelabuhan Laut Lewoleba menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Rabu (11/03/2026).
Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan, Bonaventura Boli, ST., menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan pengecekan harga di 10 toko besar di Kota Lewoleba. Monitoring tersebut tertuang dalam Surat Tugas Nomor: Koperindag.879/188/III/2026.
“Untuk harga kebutuhan pokok yang kami pantau masih stabil. Sementara stok beras tercatat sebanyak 280,75 ton,” jelas Bonar.
Menurutnya, kegiatan ini bertujuan memastikan harga pasar dan ketersediaan sembako tetap terjaga menjelang Idul Fitri. Jika ditemukan pedagang yang sengaja memainkan harga, petugas Koperindag akan memberikan edukasi agar tidak merugikan konsumen.
Selain itu, Bonar menegaskan bahwa barang kadaluarsa tidak boleh dipajang atau dijual kepada masyarakat.
“Jika ada temuan barang kadaluarsa, penindakan akan diambil alih oleh Koperindag Provinsi untuk dilakukan pemusnahan,” tegasnya.
Baca Juga: Julie Sutrisno Laiskodat Dukung Safari Ramadhan MUI Lembata dengan Bantuan Sosial
Lebih lanjut, Bonar menjelaskan bahwa Kabupaten Lembata masuk dalam zona merah penetapan Harga Eceran Tertinggi (HET).
Kondisi ini terjadi karena Lembata berada di wilayah kepulauan sehingga biaya bongkar muat dan distribusi memengaruhi harga.
“Perhitungan pedagang berbeda, sehingga harga HET di Lembata bisa naik hingga 10 persen,” ujarnya.
Baca Juga: Panen Perdana 1.000 Ton Jagung Hibrida di Lembata: Ujian Model Kemitraan Agribisnis di Lahan Kering
Untuk menekan kenaikan harga, Koperindag terus berkoordinasi dengan Perum Bulog Flores Timur–Lembata. Melalui kerja sama tersebut, masyarakat akan mendapatkan akses terhadap beras murah dan minyak goreng dengan harga terjangkau.***














Respon (1)