PendidikanTeknologi

Forum Jurnalis Lembata Gelar Edukasi Media Sosial di SMKN 1 Lewoleba

54
×

Forum Jurnalis Lembata Gelar Edukasi Media Sosial di SMKN 1 Lewoleba

Sebarkan artikel ini
Forum Jurnalis Lembata Gelar Edukasi Media Sosial di SMKN 1 Lewoleba. Foto: Istimewa.
Forum Jurnalis Lembata Gelar Edukasi Media Sosial di SMKN 1 Lewoleba. Foto: Istimewa.

LEMBATA – Forum Jurnalis Lembata (FJL) menggelar kegiatan Edukasi Media Sosial di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Nubatukan, Sabtu (24/01/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk mengedukasi siswa-siswi tentang literasi media, memahami peran jurnalistik, serta perbedaan media sosial dan media mainstream.

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Agustinus Enga Buran, mewakili Kepala Sekolah Sekolah Menengah Kejuruan Negeri SMKN 1 Nubatukan. Kegiatan ini dihadiri ketua Forum Jurnalis Lembata, para awak media yang terhimpun dalam FJL, serta para guru dan ratusan siswa siswi SMKN 1 Nubatukan.

Dalam sambutannya, Agustinus menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Forum Jurnalis Lembata yang telah hadir dan berbagi ilmu kepada siswa-siswi SMKN 1 Nubatukan.

Baca Juga: Resmi Buka RAT Ke-38 KSP Kopdit Ankara, Bupati Lembata: Koperasi Profesional dan Harus Adaptasi Teknologi

“Kiranya ilmu yang diberikan dapat bermanfaat bagi seluruh siswa-siswi yang hadir dalam kegiatan ini,” ungkap Kepsek Agustinus Enga Bura.

Kegiatan Edukasi l ini dipimpin langsung oleh Ketua Forum Jurnalis Lembata, Alexander Taum, jurnalis dari media Indonesia sekaligus Pemimpin Redaksi AdabNews.com. Ia didampingi Sekretaris FJL Cristianus Boro (Suluh Nusa), serta sejumlah jurnalis lainnya, diantaranya Bedos Making (BMNews.com), Celle Kedang (Aktualita NTT), Willy Kali (Media Info Kini), Ivan Apelabi (Harianwarga.id), Dika Ahmad (Media Jurnal Polisi), Aziz Usman (Akzara News), dan Stenly Leuweheq (Media Surya).

Bedos Making Membuka kegiatan dengan menjelaskan mekanisme kerja Jurnalistik dan Jurnalis, Jurnalis Muda ini menyampaikan poin-poin tentang kinerja Jurnalis dalam menciptakan produk Berita.

Baca Juga: Pemerintah Lembata dan Investor Bahas Pengembangan Industri Garam dan Perikanan, Bupati Tegaskan Peran Kolaborasi yang Kuat

Sebagai Narasumber Utama Alexander Taum Ketua Forum Jurnalis Lembata di hadapan para siswa siswi SMKN 1 Nubatukan mengurai pemahaman tentang kesadaran siswa siswi atas pentingnya mengikuti berbagai informasi atau melalui pemberitaan daerah. Siswa siswi juga harus bisa mengenal para pejabat daerah mulai dari Bupati, Wakil Bupati Lembata dan seluruh kepala OPD yang ada di Kabupaten Lembata “ ujar San Taum.

Selain mengenal para pejabat siswa siswi juga harus bisa lebih banyak membaca tentang informasi publik melalui media mainstream.

“Kalau di media sosial itu kebanyakan informasi yang kita dapat itu tidak semuanya akurat. Anak-anak sekolah juga harus bisa banyak membaca sehingga satu waktu bisa terpanggil menjadi Jurnalis yang hebat.

Baca Juga: Pemerintah Kabupaten Lembata Tegaskan Kelangkaan BBM Bersifat Insidentil, Persediaan Akan Kembali Normal

Ia menjelaskan bahwa, peran Jurnalis sangat penting untuk menyampaikan informasi yang benar dan Jurnalis juga merupakan pilar ke 4,”Menjadi Jurnalis itu adalah suatu panggilan mulia.

“Jurnalis tidak punya uang yang banyak tetapi Jurnalis memiliki akses yang luas. Tugas kejurnalistikan dilindungi dengan Undang Undang 40 tahun 1999.

Dalam kegiatan ini para siswa siswi mengikutinya dengan penuh khidmat.  Adapun beberapa pertanyaan kepada Siswa-siswi diantaranya adalah: Bagaimana perbedaan antara Media Facebook dan Media Online, dalam sesi diskusi ini, salah satu siswa SMKN 1 Nubatukan, Aditya, mengungkapkan pandangannya terkait perbedaan menulis di Facebook dan media mainstream.

Baca Juga: Polres Lembata Gulung Kasus Repacking Beras, Pelaku Terancam Lima Tahun Penjara

Menurut Aditya, Media mainstream adalah sumber informasi yang akurat dan valid, sementara Facebook tidak bisa dipastikan kebenarannya karena lebih bersifat media hiburan di dunia maya.

Alexander Taum menjelaskan perbedaan mendasar antara media sosial dan media online. Menurutnya, jurnalis memiliki tugas dan fungsi utama untuk menggali informasi secara akurat melalui proses mendengar, melihat, merasakan, mencatat, serta melakukan check and recheck sebelum menyampaikan informasi kepada publik.

“Di era digital saat ini banyak beredar informasi liar yang tidak diketahui kebenarannya. Kendati Kehadiran konten kreator di media sosial membuat peran media online seolah redup, namun bukan untuk menyudutkan pegiat Facebook. Akan tetapi Jurnalistik tetap berpegang pada prinsip verifikasi dan akurasi,” jelas Ketua FJL, Alexander Taum.

Forum Jurnalis Lembata Gelar Edukasi Media Sosial di SMKN 1 Lewoleba. Foto: Istimewa.

Sementara itu, Sekretaris Forum Jurnalis Lembata, Cristianus Boro, yang akrab disapa Sandro Wangkak, turut memaparkan teknik dasar menulis. Ia mengajak siswa-siswi untuk memulai menulis dari hal-hal sederhana.

“Mulailah dari hal kecil, misalnya menggambarkan rupa dan wajah orang tua, lalu menarasikannya ke dalam tulisan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Sandro juga berbagi pengalaman suka dan duka menjalani profesi sebagai jurnalis.

Baca Juga: Di Tengah Maraknya Kekerasan terhadap perempuan dan anak, Fatayat NU kabupaten Lembata Tunjuk Advokat Perempuan Pimpin LKP3A

“Jurnalis hidup sederhana, tidak kaya raya. Namun jurnalis adalah pahlawan pena yang tetap bekerja di segala kondisi cuaca demi menyajikan berita untuk publik,” terang Sandro.

Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama antara seluruh anggota Forum Jurnalis Lembata dan siswa-siswi serta para guru SMKN 1 Nubatukan.

Untuk diketahui bahwa rangkaian kegiatan ini adalah untuk menyambut puncak Hari Pers  Nasional (HPN) yang akan diperingati pada 9 Februari 2026 mendatang.

Baca Juga: KM. Lawit Sandar Perdana di Lewoleba, Akses Maritim Kian Terbuka, Bupati Kanis: Lembata Jadi Destinasi Wisata

PLH Kepsek, Lembaga SMKN 1 Lewoleba kepada para awak media mengucapkan terima kasih atas kunjungan teman -teman Pers yang telah mengedukasi para siswa siswi tentang dunia pers dan cara bermedsos yang baik dan benar. Kegiatan ini sangat penting untuk hari ini dan seterusnya.

Ia mengakui bahwa situasi saat ini kalau kita tdk bertahan maka kita bisa terbawa oleh arus zaman. Untuk itu pengetahuan hari ini sangat bagus agar kita dapat memahami tentang media sosial dan bisa membedakan mana yang baik, positif dan negatif.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *