BeritaDaerahPendidikan

Wabup Lembata Cek Kerusakan SDK 2 Lewotolok, Keselamatan Siswa Jadi Prioritas

43
×

Wabup Lembata Cek Kerusakan SDK 2 Lewotolok, Keselamatan Siswa Jadi Prioritas

Sebarkan artikel ini
Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir, mengunjungi SDK 2 Lewotolok di Desa Lamawara, Kecamatan Ile Ape. Foto: Harianwarga/Istimewa.
Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir, mengunjungi SDK 2 Lewotolok di Desa Lamawara, Kecamatan Ile Ape. Foto: Harianwarga/Istimewa.

LEMBATA – Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir, mengunjungi SDK 2 Lewotolok di Desa Lamawara, Kecamatan Ile Ape, untuk melihat langsung kondisi bangunan sekolah yang mengalami kerusakan akibat erupsi Gunung Ile Lewotolok, Kamis (15/01/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan bersama Ketua DPRD Kabupaten Lembata, Syafrudin Sira, Sekretaris Camat Ile Ape, serta unsur Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Kepala SDK 2 Lewotolok, Agatha Boi Geroda, menjelaskan bahwa sekolah tersebut memiliki 79 siswa, 10 tenaga pendidik, dan 6 rombongan belajar. Bangunan sekolah yang berdiri sejak tahun 1965 itu telah beberapa kali mengalami perbaikan, terakhir pada tahun 2012 dan 2016.

Baca Juga: Wabup Nasir Tinjau Kerusakan Talut Penahan SDS Katolik Lamanunang, Tindak Cepat Tangani Dampak Cuaca Ekstrem

Namun, saat ini terdapat kerusakan pada ruang perpustakaan, ruang guru, serta empat ruang kelas, yakni kelas 2, 4, 5, dan 6. Kerusakan yang paling menonjol berada pada bagian plafon dan atap yang bocor.

“Kerusakan ini terjadi sejak erupsi Gunung Ile Lewotolok pada Oktober 2017. Sampai sekarang, beberapa bagian belum tertangani secara menyeluruh,” ungkap Agatha.

Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Bupati H. Muhamad Nasir memerintahkan agar segera dilakukan pendeteksian dini serta asesmen kerusakan untuk menghitung kebutuhan anggaran perbaikan.

Baca Juga: Dorong Perubahan Pola Beternak, Bupati Lembata Pantau Langsung Pengembangan Ternak di Pasir Putih

“Langkah cepat harus dilakukan demi keamanan dan kenyamanan siswa serta para guru. Pengajuan dana melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) ke BPBD akan segera diproses,” tegasnya.

Ia juga menekankan bahwa sektor pendidikan menjadi prioritas utama pemerintah daerah, khususnya di wilayah yang terdampak bencana.

“Anak-anak harus belajar di lingkungan yang aman dan layak. Itu tanggung jawab kita bersama,” tutup Wabup Nasir.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *