HARIAN WARGA – Uskup Larantuka, Mgr. Hans Monteiro, mengajak seluruh umat dan peziarah untuk menjaga kekhusyukan dalam rangkaian Prosesi Semana Santa di Larantuka.
Ajakan tersebut disampaikan usai misa pemberkatan minyak suci dan pembaruan janji imamat, Kamis (02/04/2026). Dalam pesannya, Uskup menekankan pentingnya persatuan iman dalam perayaan Tri Hari Suci Paskah.
“Marilah kita menjaga Semana Santa sebagai satu tubuh, satu roh, satu harapan, karena kita hidup dari Yesus Kristus yang menderita sengsara dan wafat di salib serta memberikan kehidupan baru melalui kebangkitan-Nya,” ujarnya.
Baca Juga: Kemkomdigi Tegas: Meta dan Google Terancam Sanksi atas Ketidakpatuhan PP Tunas 2025
Ia menegaskan bahwa makna penderitaan dan wafat Yesus Kristus di salib menjadi dasar harapan akan kebangkitan dan kehidupan baru bagi umat manusia. Dari peristiwa salib, umat diajak untuk terus dikuatkan dalam iman dan berjalan menuju kehidupan paripurna di Kerajaan Allah.
“Dari salib itulah lahir kebangkitan. Tuhan menghembuskan roh kehidupan baru bagi kita semua, untuk dikuatkan dan berjalan dalam satu harapan menuju kehidupan yang akan digenapi nanti,” tambahnya.
Di sela rangkaian perayaan Semana Santa, Uskup juga menyampaikan doa khusus bagi masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang melanda wilayah Manado.
Baca Juga: Rakor HKPD di NTT: Gubernur Melki Laka Lena Tekankan Efisiensi Belanja Pegawai
Dalam intensi misa, umat Keuskupan Larantuka turut mendoakan agar para korban diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi cobaan tersebut.
“Kita juga mendoakan saudara-saudara kita yang dilanda gempa bumi. Semoga Kristus memberikan kekuatan bagi mereka yang sedang mengalami bencana,” ungkapnya.
Perayaan Semana Santa di Larantuka sendiri merupakan tradisi religius tahunan yang selalu menarik ribuan peziarah dari berbagai daerah, sehingga kekhusyukan dan ketertiban menjadi hal yang terus ditekankan oleh pihak Gereja.***















