Berita

Ramadan sebagai Madrasah Empati, Pesan Wabup Lembata di Syafari Ramadan Waikilok

8
×

Ramadan sebagai Madrasah Empati, Pesan Wabup Lembata di Syafari Ramadan Waikilok

Sebarkan artikel ini
Ramadan sebagai Madrasah Empati, Pesan Wabup Lembata di Syafari Ramadan Waikilok. Foto: Istimewa.
Ramadan sebagai Madrasah Empati, Pesan Wabup Lembata di Syafari Ramadan Waikilok. Foto: Istimewa.

LEMBATA – Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir, S.Sos menghadiri kegiatan Syafari Ramadan di Masjid Al-Amin Waikilok, Kecamatan Nubatukan, Selasa (17/03/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Kapolres Lembata, AKBP. Nanang Wahyudi serta para kepala OPD.

Menjelang waktu berbuka, jamaah terlebih dahulu mendengarkan tausyiah dari Imam Masjid Al-Amin sekaligus Ketua Yayasan Darul Alimin Lembata, Alim Kadir.

Dalam tausyiahnya, ia mengingatkan bahwa Ramadan merupakan madrasah empati yang mengajarkan umat untuk merasakan penderitaan sesama melalui rasa lapar dan haus.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Skema WFH ASN dan Swasta Pasca-Lebaran 2026

Ia juga menyampaikan kisah tentang seorang lelaki yang menempuh perjalanan jauh menuju masjid serta kisah Sahban yang memberikan jubah usangnya kepada seorang nenek yang kedinginan. Kisah tersebut menjadi pengingat bahwa amal kecil yang dilakukan dengan ikhlas memiliki nilai besar di hadapan Allah.

Usai tausyiah, Wakil Bupati bersama masyarakat berbuka puasa bersama, kemudian melaksanakan shalat Maghrib berjamaah yang dilanjutkan dengan shalat Isya dan tarawih.

Dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pengukuhan Pengurus KEMALA (Kerukunan Marga Lamahala) periode 2024–2028 yang disaksikan langsung oleh Wakil Bupati.

Baca Juga: Tim Rukyat Kemenag Prediksi 1 Syawal 1447 H Jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026

Dalam sambutannya, Kapolres Lembata mengajak masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban menjelang Idul Fitri serta menghindari penggunaan petasan yang dapat membahayakan keselamatan.

Sementara itu, Wakil Bupati Lembata, Muhamad Nasir menekankan pentingnya merawat persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat. Menurutnya, kekuatan sebuah daerah tidak hanya terletak pada pembangunan fisik, tetapi juga pada kokohnya hubungan sosial antar warga masyarakat.

Ia juga mengajak masyarakat menjadikan Ramadan sebagai momentum memperkuat nilai kebersamaan, kepedulian, serta menjaga keseimbangan hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, dan lingkungan.

Baca Juga: Sorotan Hibah APBD Kutai Timur untuk Instansi Vertikal: Risiko, Aturan, dan Transparansi

“Persaudaraan harus terus dirawat agar menjadi kekuatan bersama dalam membangun Lembata yang harmonis,” ujar Wakil Bupati.

Kegiatan Syafari Ramadan tersebut berlangsung dalam suasana khusyuk dan penuh kebersamaan hingga rangkaian ibadah tarawih selesai dilaksanakan.***

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *