BeritaPerempuan & AnakSeni Budaya

Pencanangan Gerakan Orangtua Peduli Anak Usia Dini di Keuskupan Agung Ende

24
×

Pencanangan Gerakan Orangtua Peduli Anak Usia Dini di Keuskupan Agung Ende

Sebarkan artikel ini
Pencanangan Gerakan Orangtua Peduli Anak Usia Dini di Keuskupan Agung Ende. Foto: Harianwarga/Istimewa.
Pencanangan Gerakan Orangtua Peduli Anak Usia Dini di Keuskupan Agung Ende. Foto: Harianwarga/Istimewa.

ENDE – Keuskupan Agung Ende secara resmi mencanangkan Gerakan Orangtua Peduli Anak Usia Dini yang dilaksanakan serentak di seluruh paroki se-Keuskupan Agung Ende. Secara khusus, acara pembukaan tingkat keuskupan dipusatkan di Gereja Paroki St. Yosef Freinademetz Mautapaga, Ende, dan diawali dengan Perayaan Ekaristi bersama.

Perayaan Ekaristi dipimpin oleh Uskup Agung Ende, Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD, bersama para imam yang berkarya di wilayah Keuskupan Agung Ende. Seusai Perayaan Ekaristi, kegiatan dilanjutkan dengan acara pencanangan resmi gerakan ini yang ditandai dengan pemukulan gong dan pelepasan balon oleh Uskup Agung Ende sebagai simbol dimulainya gerakan pastoral ini di seluruh wilayah keuskupan.

Dalam seruannya kepada umat, Minggu (04/01/2026) Uskup Agung Ende menegaskan bahwa gerakan ini merupakan kelanjutan dari komitmen pastoral Keuskupan Agung Ende dalam memperhatikan kehidupan keluarga, khususnya kaum ibu dan anak. Sebelumnya, keuskupan telah menjalankan dua gerakan penting, yakni Gerakan KUB Peduli Ibu Hamil dan Gerakan KUB Ramah Anak.

BACA JUGA: Dalam Symphony Natal Universitas Flores 2025, Uskup Tekankan Makna Simfoni dan Harmoni Hidup

Tahun ini, sambil terus melanjutkan kedua gerakan tersebut, keuskupan mengajak umat untuk memberi perhatian khusus pada anak usia dini.

Dalam pesannya, Uskup Agung Ende menyampaikan:

Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD. Foto: Harianwarga/Istimewa.

“Saudara-saudari umat Keuskupan Agung Ende yang saya kasihi. Salam kasih persaudaraan. Sebagai keuskupan kita sedang menjalankan dua gerakan penting: Gerakan KUB Peduli Ibu Hamil dan Gerakan KUB Ramah Anak. Tahun ini sambil melanjutkan kedua gerakan ini, kita memulai gerakan orang tua peduli anak usia dini.”

BACA JUGA: Hari Pertama Masuk Sekolah di 2026, Kemendikdas Minta Pelajar Lakukan Hal Ini di Pagi Hari

Beliau menegaskan bahwa pencanangan gerakan ini dilaksanakan dalam suasana Natal, agar umat semakin disadarkan akan makna kehadiran seorang anak dalam keluarga.

“Masa Natal mempertajam kesadaran dan mengasah hati kita untuk melihat keluarga, khususnya sang bayi yang lahir di Betlehem. Seperti sang bayi dari Betlehem, semua bayi dan anak usia dini memerlukan perhatian dan perlindungan,” ujar Uskup.

Mgr. Paulus Budi Kleden juga mengingatkan bahwa perkembangan anak membutuhkan suasana kasih, kehadiran, dan perhatian orangtua, bukan hanya ketergantungan pada teknologi.

BACA JUGA: Di Pengujung 2025, Bupati Lembata Tetapkan APBD 2026

“Untuk itu, anak-anak usia dini memerlukan kehangatan kasih dan perhatian orang tua yang tidak pernah dapat digantikan oleh alat-alat komunikasi seperti HP. Biarkan anak-anak kita belajar sebanyak-banyaknya dari kita berbagai nilai penting dalam kehidupan dan bukannya terutama dari mesin-mesin dan alat-alat,” tegasnya.

Beliau mengajak seluruh umat untuk memberi ruang lebih bagi kebersamaan bersama anak-anak di rumah.

“Berikan waktu dan perhatianmu untuk anak-anak khususnya ketika mereka berada dalam usia dini. Mari kita bergerak bersama mewujudkan gerakan orang tua peduli anak usia dini. Tuhan memberkati kita semua,” tutupnya.

BACA JUGA: Bupati Lembata Lantik Kepala Desa PAW Tanjung Batu Periode 2021–2029

Gerakan ini diharapkan mendorong keluarga-keluarga Katolik di Keuskupan Agung Ende untuk semakin menghadirkan rumah sebagai tempat pertumbuhan iman, kasih, dan karakter bagi anak usia dini, sehingga mereka dapat bertumbuh sehat secara jasmani, rohani, dan sosial.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *