BisnisEkonomi

Pemkab Lembata Teken MoU dengan PT Prime Timor, Dorong Pengembangan Perikanan dan Peternakan Berorientasi Ekspor

17
×

Pemkab Lembata Teken MoU dengan PT Prime Timor, Dorong Pengembangan Perikanan dan Peternakan Berorientasi Ekspor

Sebarkan artikel ini
Pemkab Lembata Teken MoU dengan PT Prime Timor, Dorong Pengembangan Perikanan dan Peternakan Berorientasi Ekspor. Foto: Istimewa.
Pemkab Lembata Teken MoU dengan PT Prime Timor, Dorong Pengembangan Perikanan dan Peternakan Berorientasi Ekspor. Foto: Istimewa.

LEMBATA – Pemerintah Kabupaten Lembata menggelar pertemuan bersama investor dan tim PT. Prime Indonesia dan diaspora Nusa Tenggara Timur (NTT) di Rumah Jabatan Bupati Lembata, Rabu (28/01/2026) malam. Pertemuan tersebut membahas rencana kerja sama pengembangan sektor perikanan dan peternakan, khususnya ternak babi, yang diarahkan pada penguatan pasar lokal, antardaerah, hingga ekspor.

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq, Ketua dan Anggota DPRD Kabupaten Lembata, Sekretaris Daerah Paskalis Ola Tapobali, Asisten I, pimpinan perangkat daerah terkait, Kabag Hukum, Kabag Pemerintahan, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan, Kabag Perekonomian dan Pembangunan, serta tim investor dari PT Prime Timor bersama jaringan diaspora.

Perwakilan investor, Ibu Yuli, menyampaikan bahwa kehadiran tim tidak hanya berasal dari PT Prime Timor, tetapi juga didukung oleh jaringan diaspora dan sejumlah mitra usaha. Investor menyampaikan apresiasi atas sambutan Pemerintah Kabupaten Lembata serta kesempatan untuk berdiskusi secara langsung mengenai potensi daerah.

Baca Juga: Pelabuhan Feri Waijarang Belum Beroperasi, ASDP Sampaikan Permohonan Maaf dan Komitmen Tindak Lanjut

Berdasarkan hasil kunjungan lapangan, investor menilai Kabupaten Lembata memiliki potensi besar di sektor perikanan dan peternakan.

Pada sektor perikanan, investor menyatakan kesiapan untuk menyerap hasil tangkapan seperti ikan, kepiting, dan rumput laut, termasuk untuk kebutuhan ekspor.

Sementara pada sektor peternakan babi, investor telah meninjau kawasan Bukit Hog, bertemu dengan para peternak, serta melihat fasilitas pemerintah seperti Rumah Potong Hewan (RPH) dan sistem pemeliharaan yang telah tersedia.

Baca Juga: Wakil Bupati Lembata Buka Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD Tahun 2027

Secara umum, rantai produksi dari hulu hingga hilir dinilai telah tersedia, namun masih memerlukan penataan agar memenuhi standar ekspor, terutama terkait perizinan, sertifikasi, dan ketertelusuran ternak. Investor menyatakan kesiapan untuk melakukan inspeksi lanjutan bersama tim karantina dari Timor Leste setelah seluruh persyaratan dipenuhi.

Sambil menunggu proses ekspor, investor juga menyatakan komitmen untuk menggerakkan pasar lokal dan antardaerah, termasuk mendukung percepatan operasional kawasan karantina di Bukit Hog serta penyerapan hasil ternak masyarakat. Melalui jaringan diaspora, investor membuka peluang akses pasar ke Jakarta, Bali, dan Surabaya, serta merencanakan penguatan branding produk “Babi Lokal Organik Lembata.”

Selain aspek perdagangan, investor menekankan pentingnya penguatan sumber daya manusia dan UMKM melalui pelatihan vokasi, pendampingan usaha, serta pengolahan hasil agar memiliki nilai tambah dan mampu menyerap tenaga kerja lokal.

Baca Juga: BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi di Perairan NTT hingga 1 Februari, Dampak Bibit Siklon 98S

Dalam sesi diskusi, sejumlah masukan disampaikan oleh anggota DPRD, akademisi, dan perangkat daerah terkait penguatan pengawasan perikanan, ketersediaan pakan ternak, peningkatan kualitas SDM, kebutuhan tenaga kerja, serta langkah-langkah konkret pelaksanaan program.

Menanggapi hal tersebut, investor Yuli menegaskan bahwa keberhasilan pengembangan industri dan ekspor sangat ditentukan oleh stabilitas, kontinuitas, kualitas produksi, serta kesiapan sumber daya manusia. Investor menyatakan kesiapan untuk mendukung melalui sistem pendidikan vokasi, pelatihan bersertifikat, penguatan kelembagaan koperasi, akses pembiayaan, serta sistem pencatatan produksi yang terintegrasi.

“Seluruh program ini kami dedikasikan untuk anak-anak NTT, dengan keyakinan bahwa mereka mampu dan berdaya saing tanpa harus selalu bergantung pada jalur pendidikan formal. Melalui skema vokasi dan pelatihan berbasis keahlian, potensi mereka dapat dibentuk dan dilindungi,” ujar investor.

Baca Juga: Di Lewokurang, Bupati Lembata Resmikan Air Bersih dan Serahkan Aset Terbangun Wai Wuw ke Pemerintah Desa

Ketua DPRD Kabupaten Lembata, Syafrudin Sira, menyampaikan bahwa DPRD pada prinsipnya mendukung setiap program Pemerintah Kabupaten Lembata yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Sementara itu, Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq menegaskan bahwa sektor perikanan dan peternakan merupakan potensi unggulan daerah yang harus dikelola secara terintegrasi dari hulu hingga hilir. Pemerintah daerah, siap mendukung melalui penguatan regulasi, sertifikasi peternak, peningkatan fasilitas RPH, serta penerapan standar operasional sesuai ketentuan ekspor.

Di akhir kegiatan, Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama dengan PT Prime Timor, yang didampingi oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Lembata, Paskalis Ola Tapo Bali, serta Ketua DPRD Kabupaten Lembata, Syafrudin Sira.

Baca Juga: Bupati Lembata dan PT. Prime Timor Tinjau Bukit Hog, Dorong Ekspor Daging Babi Organik ke Timor Leste

Penandatanganan MoU tersebut menjadi bentuk komitmen awal dan keseriusan Pemerintah Kabupaten Lembata bersama PT Prime Timor dalam mendorong pengembangan sektor perikanan dan peternakan yang berkelanjutan, berorientasi ekspor, serta memberikan dampak nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Lembata.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *