Pemerintah Siapkan Kenaikan Anggaran Komdigi Jadi 2 Persen, Bantu Media Lokal Berkembang

Harianwarga.id
23 Okt 2026 15:02
Nasional News 0 49
2 menit membaca

KEPALA Badan Komunikasi Pemerintah RI (Bakom), Syahganda Nainggolan, mengungkapkan rencana strategis pemerintah untuk meningkatkan alokasi anggaran Dinas Komunikasi dan Digital (Komdigi) serta kehumasan daerah dari 0,6 persen menjadi 2 persen.

Langkah ini, menurut Syahganda, sedang disinergikan bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian. Hal tersebut ia sampaikan saat berbicara dalam forum Local Media Summit (LMS) 2026 yang digelar Suara.com bersama International Media Support (IMS) di Manhattan Hotel, Jakarta, Kamis (22/10/2026).

Syahganda menjelaskan, selain peningkatan anggaran, fungsi kehumasan dan Komdigi di daerah juga direncanakan masuk ke dalam urusan pemerintahan wajib melalui revisi Undang-Undang Pemerintahan Daerah.

“Kemarin kami bersama Pak Tito (Mendagri) berencana mengembangkan agar humas atau Komdigi di daerah masuk dalam urutan wajib perundang-undangan. Kedua, anggarannya akan ditingkatkan dari 0,6 persen menjadi 2 persen,” kata Syahganda.

Dengan dukungan tersebut, ia berharap pengelola media lokal bisa berkembang lebih pesat.

“Harapannya, jika ini cepat direalisasikan oleh Kemendagri, teman-teman media lokal memiliki dukungan besar untuk tumbuh dan berkembang,” imbuhnya.

Selain dukungan regulasi dan pendanaan, Syahganda menyoroti dinamika transformasi digital yang dihadapi media lokal.

Menurutnya, media yang tengah bertransisi dari platform cetak ke situs web kini berhadapan langsung dengan kecepatan media baru (new media) yang kerap berorientasi pada tren viral dan interaksi audiens semata.

Ia mengingatkan agar percepatan informasi di era jurnalisme digital tidak menggerus nilai kebenaran dan kepercayaan publik.

“Jika hanya engagement yang dikejar, pertanyaannya apakah kita menyuarakan kebenaran? Dalam media arus utama, ada etika pers, prinsip cover both sides, dan pertanggungjawaban yang jelas. Di new media, hal ini sering kali belum teraplikasi karena belum adanya aturan baku,” tuturnya.

Syahganda juga mengapresiasi penyelenggaraan konferensi seperti LMS 2026.

Menurutnya, momentum ini mampu menciptakan iklim kompetisi yang sehat sekaligus membuka ruang kolaborasi konstruktif antara media lokal dan media baru.

“Dengan adanya forum seperti ini, kita berharap kualitas jurnalisme di Indonesia tetap terjaga, tidak hanya mengejar viralitas, tetapi juga mengedepankan verifikasi dan kepercayaan publik,” ujarnya.

Kenaikan anggaran hingga 2 persen diyakini akan menjadi tonggak penting bagi keberlangsungan media lokal.

Dengan tambahan dana, media daerah bisa memperkuat kapasitas digital, meningkatkan kualitas konten, serta memperluas jangkauan audiens.

Syahganda menegaskan, pemerintah berkomitmen memberikan dukungan penuh agar media lokal tidak tertinggal dalam arus transformasi digital.

“Media lokal adalah garda terdepan dalam menyuarakan isu-isu daerah. Dukungan anggaran dan regulasi akan memastikan mereka tetap relevan dan berdaya saing,” pungkasnya.***

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

x
x