BeritaDaerah

Naik Kelas ke Kantor Cabang, PELNI Buka Babak Baru Konektivitas Laut di Lembata

18
×

Naik Kelas ke Kantor Cabang, PELNI Buka Babak Baru Konektivitas Laut di Lembata

Sebarkan artikel ini
Naik Kelas ke Kantor Cabang, PELNI Buka Babak Baru Konektivitas Laut di Lembata. Foto: Istimewa.
Naik Kelas ke Kantor Cabang, PELNI Buka Babak Baru Konektivitas Laut di Lembata. Foto: Istimewa.

LEMBATA – Rencana peningkatan status kantor Terminal Point PT Pelayaran Nasional Indonesia di Lewoleba menjadi kantor cabang membuka babak baru dalam upaya memperkuat konektivitas laut di wilayah kepulauan Nusa Tenggara Timur.

Namun, di balik optimisme itu, sejumlah pertanyaan masih menggantung: kapan perubahan status tersebut benar-benar direalisasikan dan sejauh mana dampaknya bagi mobilitas masyarakat Lembata.

Direktur SDM dan Umum, Heri Purnomo menyatakan peningkatan status itu sedang diproses secara internal di perusahaan.

Baca Juga: Bupati Lembata Hadiri Kegiatan Tebar Parcel Ramadhan di Desa Wailolong

Pernyataan tersebut disampaikan saat peresmian gedung Terminal Point PELNI Lewoleba di kawasan Pantai Wulen Luo, Selasa, 10 Maret 2026, di hadapan Bupati Lembata P. Kanisius Tuaq, unsur Forkopimda, serta sejumlah pejabat daerah termasuk mantan Penjabat Bupati Lembata periode 2022–2023, Marsianus Jawa.

“Kantor ini ke depan akan ditingkatkan statusnya menjadi kantor cabang. Prosesnya sedang berjalan dan tidak lama lagi akan terealisasi,” kata Heri.

Meski demikian, ia tidak menyebutkan secara rinci waktu pasti perubahan status tersebut.

Baca Juga: Kasus Dugaan Pemukulan Mahasiswa Undana Kupang Jadi Sorotan Publik

Jejak pembangunan kantor Terminal Point PELNI di Lewoleba bermula dari keputusan Pemerintah Kabupaten Lembata pada 2023 yang menghibahkan lahan seluas sekitar 754 meter persegi kepada perusahaan pelayaran milik negara tersebut.

Hibah lahan ini menjadi fondasi awal kehadiran fasilitas operasional permanen PELNI di kota pelabuhan Lewoleba.

Groundbreaking pembangunan kantor dilakukan pada akhir 2024. Dalam kurun waktu sekitar satu tahun, gedung tersebut rampung dan diresmikan sebagai pusat pelayanan operasional PELNI bagi masyarakat Lembata dan wilayah sekitarnya.

Baca Juga: KPK Tahan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji Tahun 2023-2024

Menurut Heri, kehadiran kantor tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan memperkuat jaringan pelayanan transportasi laut di kawasan timur Indonesia.

“Ini bukan sekadar kantor operasional, tetapi simbol komitmen PELNI untuk meningkatkan kualitas pelayanan transportasi laut di wilayah kepulauan,” ujarnya.

Kepala Kantor Cabang PELNI Larantuka, Yulianto, menilai dukungan pemerintah daerah melalui hibah lahan menjadi faktor kunci yang mempercepat realisasi pembangunan fasilitas tersebut.

Baca Juga: Prabowo Tunjuk Agus Fatoni sebagai Pimpinan BAZNAS Periode 2026–2031

“Dukungan Pemerintah Kabupaten Lembata melalui hibah lahan menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat layanan transportasi laut di wilayah kepulauan,” kata Yulianto.

Ia menjelaskan bahwa keberadaan kantor Terminal Point di Lewoleba akan memperkuat operasional layanan kapal penumpang PELNI di wilayah itu, termasuk pelayanan kapal KM Lawit yang melayani rute dari Nusa Tenggara menuju Bali hingga Kalimantan.

Rute tersebut selama ini menjadi jalur vital bagi mobilitas masyarakat Lembata yang bepergian untuk bekerja, menempuh pendidikan, maupun mengirim hasil pertanian dan perikanan ke daerah lain.

Baca Juga: Operasi Ketupat 2026: Polres Lembata Siaga Hadapi Dinamika Global dan Arus Mudik Lebaran

Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, menilai peningkatan fasilitas pelayanan PELNI merupakan langkah strategis bagi daerah kepulauan yang sangat bergantung pada transportasi laut.

“Transportasi laut bukan sekadar sarana mobilitas, tetapi juga jalur distribusi barang dan penggerak utama ekonomi masyarakat,” ujar Bupati Kanis.

Ia mengatakan pemerintah daerah berkomitmen terus mendukung penguatan konektivitas wilayah karena akses transportasi yang lebih baik diyakini mampu membuka peluang investasi dan memperluas pasar bagi produk lokal.

Baca Juga: Melalui Safari Ramadan, Wakil Bupati Lembata Perkuat Silaturahmi dan Nilai Kebangsaan

Meski gedung baru Terminal Point PELNI telah berdiri dan diresmikan, peningkatan status menjadi kantor cabang masih menunggu keputusan resmi dari manajemen perusahaan.

Bagi masyarakat Lembata, perubahan status itu bukan sekadar soal administrasi, tetapi berkaitan dengan harapan terhadap peningkatan frekuensi kapal, perluasan rute pelayaran, serta pelayanan yang lebih cepat dan efisien.

Di daerah kepulauan seperti Lembata, laut adalah jalur kehidupan. Dari dermaga Lewoleba, orang merantau, hasil bumi dikirim ke berbagai daerah, dan keluarga dipertemukan kembali setelah perjalanan panjang.

Baca Juga: Bupati Lembata Tekankan Perencanaan Pembangunan yang Komprehensif, Adaptif, dan Partisipatif dalam Forum RKPD 2027

Karena itu, ketika PELNI menjanjikan peningkatan status kantor di Lewoleba, masyarakat tidak hanya menyambutnya sebagai peresmian gedung baru, tetapi sebagai harapan bahwa konektivitas laut di ujung timur NTT benar-benar memasuki babak baru.***

Respon (1)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *