Harian Warga– Malam Pentas Seni Frater Seminari Tinggi St. Petrus Ritapiret di Aula Serbaguna SMPK St. Pius X, Lewoleba, Jumat (10/04/2026) malam, tidak hanya menjadi ajang menampilkan kreativitas para frater, tetapi juga sebagai sarana pembelajaran nilai sosial dan spiritual.
Kegiatan ini menekankan pentingnya kesederhanaan, gotong royong, dan semangat kebersamaan dalam kehidupan bermasyarakat.
Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, berhalangan hadir karena agenda kerja di luar daerah sehingga diwakili oleh Asisten I Sekda Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Quintus Irenius Suciadi.
Baca Juga: Festival Sound System Meriahkan Pantai Wulen Luo, 54 Peserta Adu Kreativitas di Lembata
Dalam sambutan Bupati yang dibacakannya, Suciadi menegaskan bahwa kegiatan pentas seni merupakan kesempatan bagi para frater untuk memahami kehidupan masyarakat secara nyata, sekaligus menumbuhkan nilai pelayanan, kerendahan hati, dan kepedulian sosial.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap frater-frater dapat belajar langsung dari masyarakat tentang kesederhanaan, gotong royong, serta semangat kebersamaan yang menjadi kekuatan kita,” ujar Suciadi.
Ia menambahkan bahwa pengalaman ini akan menjadi bekal penting dalam perjalanan panggilan hidup para frater, khususnya dalam melayani umat dan masyarakat.
Kegiatan ini juga mendapat sapaan dari para tokoh keagamaan. Romo Pedro Sina, Pembimbing Tingkat IV Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero, menegaskan bahwa seni memiliki karakter indah dan bermanfaat.
“Seni menawarkan keindahan, dan menawarkan juga kebermanfaatan,” ungkapnya.
Selain itu, Romo Pedro juga menekankan pentingnya pembinaan spiritual yang berpadu dengan kreativitas dan kepedulian sosial. Yang memiliki kepekaan terhadap sesama, alam dan dunia ini.
Baca Juga: Pemkab Lembata Perkuat Strategi Lindungi Petani Jagung Lewat Sistem Pembelian Terkoordinasi
Sementara Romo Deken Lembata, RD. Blasius Masang Kleden, menekankan bahwa pentas seni menjadi media untuk mengekspresikan bakat sekaligus memperkuat persaudaraan di tengah masyarakat.
Kehadiran para frater di paroki Sta. Maria Banneux Lewoleba bagi Romo Blasi, dimaknai sebagai sebuah spirit baru kehidupan iman di paroki ini.
“Semoga kehadiran mereka membawa sukacita bagi kita semua, terlebih motivasi untuk anak-anak kita bisa mengikuti mereka, minimal mempersiapkan diri mereka untuk masa depan kemandirian mereka semua,” pesan Romo Blasi.
Baca Juga: KEMALA Lembata Gelar Halalbihalal, Wakil Bupati Ajak Warga Perkuat Persatuan
Para frater berkolaborasi dengan kalangan muda, remaja, dan sekami serta para calon suster menampilkan berbagai karya seni, mulai dari musik, drama, hingga tari, yang tidak hanya memperlihatkan kemampuan artistik, tetapi juga menyampaikan pesan moral dan nilai-nilai kehidupan yang luhur, penuh persaudaraan dan kebersamaan.
Pentas seni ini diharapkan dapat menumbuhkan kreativitas, kepekaan sosial, budaya, dan spiritual yang kuat dalam diri para frater.
Hadirin yang datang turut menyambut antusias, mencerminkan hubungan harmonis antara pendidikan keagamaan dan masyarakat.
Baca Juga: Kesepakatan Bersama Pemda Lembata dan Aliansi Ekspedisi: Uji Coba Sandar Feri di Pelabuhan Wajirang
Kehadiran mereka memberikan energi positif bagi para frater sekaligus mempererat tali persaudaraan di tengah kehidupan bermasyarakat di Kabupaten Lembata.
“Pentas seni bukan sekadar hiburan, tetapi juga wadah untuk mengekspresikan bakat dan nilai-nilai luhur. Semoga pengalaman ini semakin menumbuhkan semangat pelayanan dan kebersamaan di tengah masyarakat,” kata Suciadi menutup sambutannya.***
















Respon (1)