HARIAN WARGA – Kehadiran Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, dalam pembukaan Festival Lamaholot di GOR Oepoi Kupang, Jumat (10/0/2026), menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Lembata dalam menjaga eksistensi budaya Lamaholot.
Kehadiran orang nomor satu di Lembata ini sekaligus menyelaraskan visi daerah dengan agenda Pemerintah Provinsi untuk menjadikan budaya sebagai pilar pembangunan.
Dalam acara tersebut, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan bahwa kekuatan budaya Lamaholot harus segera ditransformasikan menjadi kekuatan ekonomi yang nyata dan produktif.
Baca Juga: Silaturahmi Paskah dan Halal Bihalal di Wailolong: Persaudaraan Lintas Iman Tumbuh di Lembata
Gubernur Laka Lena menekankan bahwa Lamaholot memiliki modal sosial yang sangat kuat. Jika dikelola secara tepat dan terstruktur, potensi tersebut dapat menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat.
“Lamaholot adalah kekuatan budaya yang luar biasa. Ini bisa berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang besar jika kita kelola dengan baik dan terarah,” tegas Gubernur di hadapan para tamu undangan.
Ia mengakui bahwa pendekatan pembangunan berbasis wilayah sering kali menghadapi kendala teknis, namun pendekatan berbasis budaya memiliki daya rekat yang kuat untuk menyatukan masyarakat lintas daerah, termasuk antara masyarakat di Flores Timur, Lembata, dan Alor.
Kehadiran Bupati P. Kanisius Tuaq di tengah para tokoh, termasuk Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, Anggota DPR RI Ahmad Yohan, dan Ketua DPRD NTT Emilia Nomleni, memperkuat pesan bahwa pemerintah kabupaten siap mendukung pengelolaan potensi budaya agar menciptakan nilai tambah bagi kesejahteraan warga.
Gubernur berharap, ikatan kekerabatan yang menjadi ciri khas masyarakat Lamaholot tidak berhenti pada seremoni semata, melainkan diarahkan menjadi kekuatan yang lebih produktif, inovatif, dan berkontribusi nyata bagi pembangunan NTT.
Sementara itu, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, selaku Penasihat Keluarga Besar Lamaholot, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menghidupkan nilai-nilai positif.
Baca Juga: Festival Sound System Meriahkan Pantai Wulen Luo, 54 Peserta Adu Kreativitas di Lembata
“Kita harus terus menggaungkan semangat Lamaholot sebagai identitas utama dalam membangun daerah ini. Tangguh, cerdas, pekerja keras, jujur, dan disiplin harus menjadi nafas pembangunan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya Festival Lamaholot bagi Generasi Muda dalam memperkuat identitas budaya.
Festival ini diharapkan menjadi momentum mempersiapkan generasi muda agar lebih aktif berperan dalam pembangunan daerah.
Karena itu, ada dorongan kuat agar Festival Lamaholot diusulkan menjadi agenda tahunan tetap di tingkat Kementerian Kebudayaan.
Ketua Keluarga Besar Lamaholot Kupang, Don Ara Kian, mengungkapkan bahwa festival ini merupakan perwujudan kerinduan masyarakat Lamaholot di Kupang untuk berkumpul dan berdiskusi.
Momentum ini menjadi wadah konsolidasi untuk merumuskan langkah bersama bagi kemajuan daerah asal melalui semangat persaudaraan yang kokoh.***















