BeritaDaerahEkonomi

Dorong Perubahan Pola Beternak, Bupati Lembata Pantau Langsung Pengembangan Ternak di Pasir Putih

32
×

Dorong Perubahan Pola Beternak, Bupati Lembata Pantau Langsung Pengembangan Ternak di Pasir Putih

Sebarkan artikel ini
Bupati Lembata Pantau Langsung Pengembangan Ternak di Pasir Putih. Foto: Istimewa.
Bupati Lembata Pantau Langsung Pengembangan Ternak di Pasir Putih. Foto: Istimewa.

LEMBATA – Setelah melakukan peninjauan di kawasan Bukit Ruminansia Desa Bour, Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, S.P., kembali melanjutkan agenda pemantauan dengan meninjau secara langsung lokasi pengembangan ternak di Desa Pasir Putih, tepatnya di Dusun Watanlolong. Kegiatan ini dilakukan bersama para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait, Kepala Bank NTT Cabang Lewoleba, serta pemilik Dapur MBG, Jumad (09/01/2026).

Peninjauan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Kabupaten Lembata dalam memperkuat ketahanan pangan daerah melalui pengembangan sektor peternakan yang terencana, terintegrasi, dan berkelanjutan.

Lokasi pengembangan ternak di Desa Pasir Putih memiliki luas lahan kurang lebih 4 hektare dengan daya tampung mencapai sekitar 15.000 ekor ternak, yang terdiri dari sapi dan kambing. Berbagai fasilitas penunjang telah dibangun di kawasan ini, antara lain kandang ternak, tempat minum ternak, tempat penampungan air, serta pagar kawat sebagai sistem pengamanan.

Baca Juga: Pencanangan Gerakan Orangtua Peduli Anak Usia Dini di Keuskupan Agung Ende

Saat ini, lokasi tersebut telah diisi sebanyak 10 ekor sapi, dan dalam waktu dekat direncanakan penambahan 5 ekor sapi yang akan dipindahkan dari Bukit Ruminansia Besar Desa Bour.

Dalam arahannya, Bupati Lembata menegaskan pentingnya perubahan pola pikir atau mindset para peternak, khususnya dari sistem ikat menuju sistem penggembalaan dengan manajemen ternak yang baik dan terkontrol.

Menurutnya, kesejahteraan hewan merupakan faktor utama dalam meningkatkan produktivitas dan populasi ternak.

Baca Juga: Hari Pertama Masuk Sekolah di 2026, Kemendikdas Minta Pelajar Lakukan Hal Ini di Pagi Hari

“Kambing itu harus dikasih rumah. Tidak boleh kepanasan, tidak boleh kehujanan. Kesejahteraan hewan itu sama seperti manusia. Kalau kita biarkan kapan kita mau bangun populasi ternak dengan baik,” tegas Bupati.

Bupati juga menjelaskan bahwa kandang yang dibangun di lokasi tersebut tidak hanya difungsikan sebagai tempat pemeliharaan ternak, tetapi juga sebagai kandang percontohan bagi masyarakat. Pemerintah daerah merencanakan pembangunan empat kandang contoh agar masyarakat dapat melihat dan belajar langsung manfaat beternak dengan sistem manajemen yang baik.

Dengan sistem pemeliharaan yang teratur, lanjut Bupati, kambing dapat beranak hingga dua kali dalam setahun, sehingga populasi ternak dapat meningkat secara signifikan dan pada akhirnya berdampak pada peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat.

Baca Juga: Di Pengujung 2025, Bupati Lembata Tetapkan APBD 2026

Melalui pengembangan sentra ternak ini, Pemerintah Kabupaten Lembata berharap sektor peternakan dapat menjadi salah satu pilar utama dalam mendukung ketahanan pangan, membuka lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal.***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *