LEMBATA – Bupati Lembata, P. Kanisius Tuaq, S.P bersama Wakil Bupati Lembata, Muhamad Nasir, S.Sos menyampaikan ucapan selamat memperingati Hari Lahirnya Statement 7 Maret 1954 kepada seluruh masyarakat Kabupaten Lembata.
Peringatan ini merujuk pada peristiwa bersejarah rapat akbar yang berlangsung di Hadakewa, Sabtu (07/03/2026). Peristiwa tersebut menjadi tonggak penting perjuangan masyarakat Lembata dalam mewujudkan daerah otonom yang terpisah dari Kabupaten Flores Timur.
Bupati Lembata menyampaikan bahwa momentum bersejarah ini menjadi pengingat bagi generasi masa kini bahwa para tokoh dan pendahulu daerah telah berjuang dengan penuh semangat dan pengorbanan agar Lembata memiliki kewenangan untuk mengatur serta membangun daerahnya sendiri demi kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga: Wakil Bupati Lembata Apresiasi Program Terang Berkah Ramadan PLN
Dalam perjalanan sejarah masyarakat Lembata, sejumlah tokoh daerah juga menegaskan pentingnya persatuan. Tokoh masyarakat seperti almarhum Petrus Gute Betekeneng dan Mas Abdul Salam Sarabiti pernah menyampaikan bahwa sejak dahulu Lembata hidup dalam kebersamaan dan persaudaraan.
Mereka mengingatkan bahwa kekuatan utama Lembata terletak pada persatuan masyarakat yang saling menghargai perbedaan suku, agama, dan budaya. Nilai persaudaraan tersebut telah menjadi fondasi yang menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat hingga saat ini.
“Atas nama Pemerintah Kabupaten Lembata dan seluruh masyarakat, kami menyampaikan profisiat serta doa bagi arwah para tokoh pendahulu yang telah memperjuangkan persatuan dan masa depan Lembata,” ujar Bupati.
Baca Juga: Sawah Menguning, Jalan Rusak: Kesenjangan Infrastruktur Mengancam Ketahanan Pangan Waikomo
Secara khusus, pemerintah daerah mengenang dan mendoakan almarhum Petrus Gute Betekeneng dan Mas Abdul Salam Sarabiti serta para tokoh lainnya yang telah meletakkan dasar persatuan dan kebersamaan masyarakat Lembata.
Diharapkan jasa dan pengabdian mereka akan selalu dikenang sepanjang masa.
Pemerintah Kabupaten Lembata bersama seluruh masyarakat juga berkomitmen untuk terus menjaga nilai-nilai toleransi, persatuan, dan semangat pengabdian yang telah diwariskan oleh para pendahulu.
Baca Juga: Membuka Tabligh Akbar di Masjid Ummul Quroh: Wabup Nasir Tekankan Kepekaan Sosial dan Kerukunan
Nilai-nilai tersebut diharapkan terus menjadi kekuatan moral dalam membangun Kabupaten Lembata yang damai, rukun, serta sejahtera bagi seluruh masyarakat.***













