LEMBATA – Wakil Bupati Lembata, H. Muhamad Nasir, Sos bersama Kapolres Lembata, AKBP. Nanang Wahyudi S.Psi., M.Psi., Psikolog, melanjutkan kegiatan Safari Ramadan ke-22 dengan menyalurkan bantuan sembako kepada umat Muslim di Kabupaten Lembata. Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Bareng, Desa Kalikur, Kecamatan Buyasuri dan Desa Normal, Kecamatan Omesuri, Kamis (12/03/2026).
Pembagian bantuan sembako ini merupakan bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat yang sedang menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan. Program tersebut merupakan inisiatif Julie Sutrisno Laiskodat, anggota DPR RI dari Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Komisi XI Fraksi Partai NasDem, yang bekerja sama dengan PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk.
Adapun bantuan yang disalurkan di Kecamatan Buyasuri berupa paket sembako kepada 100 penerima di Desa Bareng, 184 penerima di Desa Kalikur, serta 55 penerima di Desa Normal. Bantuan tersebut diserahkan secara langsung oleh Wakil Bupati Lembata bersama Kapolres Lembata kepada masyarakat penerima manfaat.
Baca Juga: Di Bawah Cahaya Ramadan, Safari Wakil Bupati Lembata Hangatkan Kebersamaan Warga Desa Normal
Dalam arahannya, Kapolres Lembata, AKBP. Nanang Wahyudi mengajak masyarakat untuk tetap semangat menjalankan ibadah puasa serta menjaga kewajiban salat lima waktu selama bulan Ramadan. Ia juga menganjurkan umat Muslim untuk memperbanyak ibadah sunnah sebagai upaya mengisi bulan suci dengan amal kebaikan.
Selain itu, Kapolres menekankan pentingnya menjaga ukhuwah Islamiyah serta kerukunan antarumat beragama. Ia mengapresiasi situasi Kabupaten Lembata yang hingga kini tetap aman, damai, dan rukun. Menurutnya, kondisi tersebut patut disyukuri, terutama jika dibandingkan dengan sejumlah wilayah di dunia yang masih dilanda konflik.
Kapolres juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial serta tidak mudah menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Orang tua juga diminta lebih waspada terhadap penggunaan gawai oleh anak-anak, terutama terkait konten yang berpotensi menyesatkan atau mengarah pada perbuatan syirik.
Baca Juga: Naik Kelas ke Kantor Cabang, PELNI Buka Babak Baru Konektivitas Laut di Lembata
Sementara itu, Wakil Bupati Lembata H. Muhamad Nasir menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Julie Sutrisno Laiskodat atas kepedulian dan bantuan yang diberikan kepada masyarakat Lembata.
Ia menyebutkan bahwa secara keseluruhan terdapat sekitar 2.000 paket sembako dengan nilai hampir Rp300 juta yang disalurkan untuk wilayah Kabupaten Lembata.
Menurutnya, bantuan tersebut merupakan wujud nyata semangat kebersamaan dan persatuan dalam bingkai keberagaman. Ia menilai kepedulian tersebut mencerminkan semangat toleransi dan harmoni sosial yang selama ini terjaga di Kabupaten Lembata.
Baca Juga: Bupati Lembata Hadiri Kegiatan Tebar Parcel Ramadhan di Desa Wailolong
Dalam kesempatan itu, Wakil Bupati juga memaparkan kondisi fiskal daerah yang saat ini menghadapi keterbatasan anggaran akibat pemotongan sekitar Rp150 miliar. Kondisi tersebut berdampak pada sejumlah program pembangunan yang belum dapat berjalan secara maksimal.
Meski demikian, pemerintah daerah tetap berupaya memperjuangkan berbagai program pembangunan, di antaranya pembangunan sumur bor, peningkatan infrastruktur jalan, pengembangan Balai Latihan Kerja (BLK), serta upaya memperoleh insentif fiskal dan relaksasi pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dari pemerintah pusat.
Wakil Bupati juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, kepolisian, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat dalam membangun daerah. Ia menegaskan bahwa pembangunan Lembata tidak hanya membutuhkan kekuatan ekonomi dan teknologi, tetapi juga energi kolaboratif sosial yang kuat.
Baca Juga: KPK Tahan Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji Tahun 2023-2024
Mengutip “Al-Qur’an Surat As sajdah”, Wakil Bupati mengingatkan bahwa manusia diciptakan dengan anugerah pendengaran, penglihatan, dan hati, namun masih sedikit yang benar-benar bersyukur. Oleh karena itu, ibadah puasa menjadi momentum untuk kembali kepada fitrah dan meningkatkan rasa syukur kepada Tuhan.
Melalui momentum Ramadan, masyarakat diajak untuk meningkatkan rasa syukur, memperkuat nilai-nilai kebersamaan, serta menjadikan bulan suci sebagai sarana memperbaiki diri dan mempererat persaudaraan antar sesama.***














Respon (1)